Apakah Trampolin Aman untuk Anak-Anak?

Written By Unknown on Kamis, 15 Agustus 2013 | 10.19

TEMPO.CO, London--Beberapa ahli mengingatkan agar tidak membiarkan anak-anak bermain trampolin sendirian. Namun adakah cara terbaik untuk meminimalisasi cedera akibat permainan tersebut?

Sebagaimana diketahui trampolin memang sangat populer untuk permainan di taman keluarga. Karena itu, pada musim panas lalu American Academy of Pediatrics (AAP) yang menyadari penggunaan permainan tersebut secara meluas mengeluarkan sebuah kebijakan dalam penggunaan trampolin pada anak-anak dan remaja. Dikatakan bahwa trampolin kurang aman dimainkan di rumah sebab risiko terjadinya patah tulang di kepala, leher dan cedera tulang belakang membuat permainan trampolin hanya aman jika dimainkan untuk pelatihan yang terstruktur.

Menurut data di Inggris, cedera akibat trampolin tidak tercatat secara rutin tetapi penelitian yang dilakukan A&E department menunjukkan bahwa cedera bukanlah sesuatu yang jarang terjadi. Sebuah penelitian yang dilakukan selama lima bulan menemukan 131 cedera pada anak-anak, yang sepertiganya adalah patah tulang. Cedera lainnya adalah keseleo dan luka. Rata-rata anak yang mengalaminya adalah berusia delapan tahun dan jumlah anak yang cedera saat penelitian rata-rata 2,7 anak. Penelitian lainnya menunjukkan pola yang sama.

Jadi haruskah Anda menyingkirkan trampolin dari halaman rumah Anda atau Anda bisa membuatnya lebih aman?

Memang ada faktor-faktor risiko yang sangat jelas untuk terjadinya cedera akibat bermain trampolin. Pengetahuan mengenai jaring yang aman bisa mengurangi risiko tersebut sebab orang seringkali tidak memasang jaring-jaring tersebut secara benar, jika mereka menggunakan semuanya. Dalam kasus lain, AAP seperti dikutip situs Guardian edisi 11 Agustus 2013 memperingatkan bahwa tindakan tersebut memberikan rasa aman palsu.

Anak-anak di bawah usia lima tahun lebih ringan tubuhnya dan mempunyai kemampuan kontrol tubuh yang lebih rendah saat mendarat sehingga mempunyai peluang lebih besar untuk patah tulang. The Royal Society for the Prevention of Accidents (Rospa) mengatakan bahwa anak-anak di bawah usia enam tahun seharusnya tidak boleh bermain trampolin lebih tinggi dari 20 inci atau dengan sebuah diameter yang lebih dari 10 kaki.

Selain itu, dua pertiga cedera yang terjadi adalah akibat ada lebih dari satu orang dalam trampolin saat bersamaan. Orang yang lebih ringan berat tubuhnya mempunyai peluang lima kali untuk cedera dibandingkan orang lainnya. Jadi seharusnya hanya satu orang bermain trampolin pada suatu waktu.

Cedera paling serius yang terjadi adalah cedera kepala, yaitu jatuh atau kerusakan saraf tulang belakang di leher (akibat jungkir balik atau terlalu membungkuk atau terlalu menegakkan leher). Cedera saraf tulang belakang ini bisa menyebabkan kelumpuhan .sehingga jungkir balik dan membalik badan seharusnya dilarang kecuali anak tersebut sudah dilatih dengan baik.

Meskipun menggunakan jaring yang aman, tetapi pengawasan orang dewasa mutlak diperlukan. Anak-anak pun seharusnya didorong untuk bangkit di tengah trampolin, bukannya melompat atau naik dari bawahnya. Trampolin juga harus ditempatkan secara benar, bukan di permukaan yang keras, di dekat pohon atau dekat pagar.

Dengan melakukan hal tersebut, Rospa yakin bahwa anak-anak Anda akan aman bermain trampolin meskipun hal ini menandakan bahwa semua permainan anak-anak tetap mempunyai beberapa risiko.

GUARDIAN I ARBA'IYAH SATRIANI

Terhangat:
Suap SKK Migas | Sisca Yofie | FPI Bentrok

Baca juga:
Anak Nakal Berpotensi Jadi Pengusaha Sukses
Korea Utara Buat Ponsel Pintar Merek Arirang
Ini Akibat Punahnya Hewan Besar Ribuan Tahun Lalu
Mumi Kucing Ditemukan Utuh di Lantai Rumah


Anda sedang membaca artikel tentang

Apakah Trampolin Aman untuk Anak-Anak?

Dengan url

https://metropolitstyl.blogspot.com/2013/08/apakah-trampolin-aman-untuk-anak-anak.html

Anda boleh menyebar luaskannya atau mengcopy paste-nya

Apakah Trampolin Aman untuk Anak-Anak?

namun jangan lupa untuk meletakkan link

Apakah Trampolin Aman untuk Anak-Anak?

sebagai sumbernya

0 komentar:

Posting Komentar

techieblogger.com Techie Blogger Techie Blogger