Bos yang Buruk Ganggu Kehidupan Keluarga  

Written By Unknown on Jumat, 12 Juli 2013 | 10.19

TEMPO.CO, Jakarta - Stres di tempat kerja ternyata akan mempengaruhi kehidupan keluarga Anda, demikian sebuah penelitian terbaru mengungkapkan.

Sebuah konferensi mengenai pekerjaan, stres, dan kesehatan yang disponsori oleh US National Institute for Occupational Safety and Health, memasukkan riset mengenai dukungan keluarga di tempat kerja dan pengaruh dari atasan--baik atau buruk--terhadap kesehatan pekerja.

"Hasil survei bervariasi, tetapi Anda bisa menemukan bahwa kebanyakan individual melaporkan bahwa pekerjaan adalah sumber stres terbesar dalam kehidupan mereka," kata Michael Ford, asisten profesor bidang psikologi di University of New York.

"Pada saat yang bersamaan, setiap orang mempunyai kehidupan di luar pekerjaan," ucap Ford. "Karena itu, kita perlu memahami dengan baik bagaimana hal tersebut berdampak pada kesejahteraan secara psikologis dan fisik di masyarakat. Ini adalah sesuatu yang berhubungan langsung dengan orang banyak," kata dia seperti dikutip situs Health Day edisi 9 Juli 2013.

Hasil riset lain yang dipresentasikan di konferensi Los Angeles menjelaskan bahwa ketika ada stres berkenaan dengan pekerjaan, dampak kesehatannya sangat beragam. Menurut Leslie Hammer, profesor psikologi di Portland State University di Oregon dan direktur di Center for Work,  Family Stress, Safety and Health, "Kami melihat ada masalah mental akibat tingginya level stres pekerjaan."

Ia menambahkan, "Kami melihat kenaikan level gejala depresi. Kami juga melihat kenaikan level buruk hasil kesehatan. Penyakit kardiovaskuler menunjukkan hubungan yang jelas dengan masalah pekerjaan."

Sebaliknya, kata Hammer, perilaku hidup sehat pun menurun. "Ketika orang stres dengan pekerjaan di antaranya karena bos mereka sangat tidak suportif dengan isu pekerjaan dan kehidupan pribadi." Perilaku kesehatan yang buruk itu antara lain muncul dalam hal pemilihan makanan, rendahnya tingkat olahraga, dan kebiasaan tidur yang tak sehat.

Stres pekerjaan juga mempengaruhi hubungan pribadi. Akibatnya, kata Hammer, kehidupan pernikahan pun terkena imbasnya. "Kualitas hubungan menurun. Stres dari pekerjaan akan mempengaruhi pasangan atau anak-anaknya."

Dalam penelitian yang dilakukan Ford, yang membandingkan tempat kerja orang Amerika dan orang Cina, ia menemukan bahwa orang yang berada di lingkungan kerja yang suportif juga ternyata bersikap suportif terhadap pasangannya.

"Kadang-kadang bos yang buruk memberikan jadwal di menit terakhir sehingga orang yang mempunyai tanggung jawab keluarga atau tanggung jawab di luar pekerjaan harus menyesuaikan seluruh kehidupan nonkerja mereka dengan jadwal kerja," ujar Hammer. "Ketika supervisor atau atasan tidak mengizinkan pengontrolan jadwal dan kontrol atas pekerjaan, maka hal tersebut menyebabkan level stres yang tinggi."

HEALTH DAY | ARBA'IYAH SATRIANI


Anda sedang membaca artikel tentang

Bos yang Buruk Ganggu Kehidupan Keluarga  

Dengan url

https://metropolitstyl.blogspot.com/2013/07/bos-yang-buruk-ganggu-kehidupan-keluarga.html

Anda boleh menyebar luaskannya atau mengcopy paste-nya

Bos yang Buruk Ganggu Kehidupan Keluarga  

namun jangan lupa untuk meletakkan link

Bos yang Buruk Ganggu Kehidupan Keluarga  

sebagai sumbernya

0 komentar:

Posting Komentar

techieblogger.com Techie Blogger Techie Blogger