Diberdayakan oleh Blogger.

Popular Posts Today

Malam, Pelembab Lebih Optimal Cerahkan Kulit

Written By Unknown on Jumat, 05 Juli 2013 | 10.19

TEMPO.CO , Jakarta: Manusia umumnya menggunakan pelembab kulit atau body lotion pada pagi atau siang hari. Hanya sekitar 32 persen wanita menggunakannya pada malam hari. Padahal body lotion memberi manfaat cukup besar jika dipakai malam hari.

Pada saat tidur, tubuh secara fisik memang berhenti beraktivitas. Tapoi beberapa organ tubuh tetap beraktivitas, termasuk kulit. Pada malam hari kulit masih meregenerasi sel. Proses regenerasi sel pada malam hari dapat berlangsung dua kali lipat lebih cepat.

Namun karena proses yang terjadi berlangsung lebih cepat, kandungan air dalam kulit akan menguap hingga 20 persen dan kandungan air pada kulit menghilang 25 persen.

Kondisi tersebut akan semakin parah apabila tidur di ruang ber-AC. Vivi Tri Andari, Technical Management Manager PT Unilever Indonesia, Tbk memaparkan proses regenerasi kulit pada malam hari dapat dimanfaatkan untuk mendapatkan kulit yang cerah lebih maksimal.

Cara itu memerlukan perawatan yang tepat. "Malam hari kulit beregenerasi 2 kali lebih cepat sehingga membutuhkan kelembaban ekstra," kata dia di daerah Panglima Polim, Kamis 4 Juli 2013. "Ditambah lagi jika seharian tidur di ruangan ber-AC, handuk basah saja bisa kering di ruangan AC apalagi kulit. "

Bagi wanita yang menginginkan kulit cerah, tentu perlu perawatan dan perlindungan. Perawatan dan perlindungan dapat diperoleh dengan penggunaan body lotion yang memiliki kandungan aktif yang bekerja dari dalam dan luar kulit.

Kulit manusia mengandung reseptor PPAR (Peroxisome Proliferator Activated Receptors). PPAR merupakan molekul dalam kulit yang berfungsi membantu proses regenerasi kulit. Penggunaan lotion yang mengandung bio active PPAR sebelum tidur dapat membantu proses regenerasi kulit dan menjaga kelembaban kulit selama tubuh dalam kondisi beristirahat.

Selain penggunaan lotion, Vivi menambahkan waktu tidur sebaiknya di bawah pukul 22.00. Alasannya proses pembelahan kulit akan terjadi 30 kali lebih efektif. Maka, perlu pula waktu yang cukup untuk membantu kulit mendapatkan energi agar dapat menunjang proses pembelahan dengan baik.

AISHA

Topik Terhangat:
Tarif Progresif KRL | Bursa Capres 2014 | Ribut Kabut Asap | PKS Didepak? | Puncak HUT Jakarta


10.19 | 0 komentar | Read More

Kandungan Pelembab yang Cerahkan Kulit

TEMPO.CO , Jakarta:Kulit wajah yang cerah perlu cream wajah. Begitupula kulit tubuh. Agar kulit menjadi cerah, perlu pelembab atau body lotion. Riset salah satu brand produk kecantikan, sebanyak 70 persen perempuan Indonesia sudah merawat kulit dengan pelembab. Sebanyak 60 persen di antaranya mencari body lotion yang berfungsi mencerahkan kulit.

Hilda Kitti, Brand Manager Vaseline, menuturkan banyak pengguna pelembab pencerah kulit menginginkan hasil yang cepat terlihat. Tuntutan rutinitas yang padat dan gaya hidup cenderung membuat kulit menjadi rentan terhadap pengaruh eksternal maupun internal. Perempuan aktif mengalami hal itu.

"Bagi perempuan aktif yang menginginkan kulit cerah, sangat penting merawat dan melindungi kulit dengan body lotion dengan kandungan aktif yang dapat bekerja dari dalam dan luar sel kulit," kata dia di kawasan Panglima Polim 9, Kamis, 5 Juli 2013.

"Setidaknya ada tiga bahan dalam sebuah lotion yaitu, Skin Micro Reflector, niacinemade serta protective triple sunscreens", ungkap Hilda. Lotion yang mengandung bahan Skin Micro Reflectors dapat membantu mencerahkan kulit seketika setelah diaplikasikan pada kulit. Dalam bentuk optic reflector technology, kandungan dalam skin micro reflector tersebut akan memberikan lapisan partikel-partikel kecil di permukaan kulit yang dapat mengoptimalkan kulit, memantulkan cahaya secara merata, dan menjadikan kulit tampak cerah.

Niacinemade merupakan bahan aktif untuk mencerahkan kulit dari dalam. Protective triple sunscreens merupakan bahan yang melindungi dari paparan sinar matahari UVA dan UVB.

AISHA

Topik Terhangat:
Tarif Progresif KRL | Bursa Capres 2014 | Ribut Kabut Asap | PKS Didepak? | Puncak HUT Jakarta


10.19 | 0 komentar | Read More

Ikan Berminyak Kurangi Risiko Kanker Payudara

Written By Unknown on Kamis, 04 Juli 2013 | 10.19

TEMPO.CO, Jakarta - Wanita yang mengonsumsi 2 porsi ikan berminyak dalam seminggu akan mendapat perlindungan dari kanker payudara. Ikan berminyak, di antaranya tuna, salmon, dan sarden, dapat mengurangi risiko kanker hingga 14 persen.

"Para peneliti menemukan, tambahan 0,1 g atau 0,1 persen omega-3 yang terdapat di dalam ikan akan mengurangi penurunan risiko kanker hingga 5 persen," tulis Daily Mail, Jumat, 28 Juni 2013.

Menurut laporan yang ditulis dalam British Medical Journal ini, perempuan harus makan 1-2 porsi ikan berminyak dalam seminggu, untuk mencapai tingkat pengurangan risiko. Satu porsi ikan kira-kira seberat 140 gram atau 6 ons.

Tidak hanya dari ikan, pengurangan risiko kanker juga harus didukung oleh faktor lain. Katherine Woods, manajer riset indformasi di Breast Cancer Campaign, Inggris, mengatakan, "Menjaga berat badan sehat, berolahraga, dan tidak mengonsumsi alkohol juga dapat membantu mengurangi risiko kanker payudara dan penyakit lainnya."

Penelitian ini disimpulkan setelah peneliti menganalisis data dari 26 penelitian yang melibatkan 800.000 orang di Amerika Serikat, Eropa, dan Asia. Dari data wilayah tersebut, ternyata risiko kanker payudara terkecil terjadi di Asia. Pasalnya, konsumsi ikan, terutama ikan berminyak, di Asia, lebih tinggi dibandingkan dengan konsumsi ikan masyarakat Amerika dan Eropa.

DAILY MAIL | ANINGTIAS JATMIKA

Topik Terhangat:
Tarif Progresif KRL | Bursa Capres 2014 | Ribut Kabut Asap | PKS Didepak? | Puncak HUT Jakarta

Berita Terpopuler:
PAN Tolak RUU Ormas, 'Pecat Besan!' 
Ada SBY, Tepuk Tangan Meriahnya untuk Jokowi
Rumah Banyak, Satu yang Jadi Favorit Djoko Susilo
Suswono: Bodohnya Pengusaha Bisa Dibohongi AF
Demonstran Wanita 'Diraba-raba' di Tahrir Square 


10.19 | 0 komentar | Read More

Musik Berikan Efek Kesehatan Nyata

TEMPO.CO, Jakarta - Musik telah menjadi bagian tak terpisahkan dalam hidup manusia. Di mana-mana musik bergema. Namun, tak banyak yang menyadari, musik memiliki manfaat besar bagi kita. Musik telah memberikan manfaat kesehatan yang nyata, seperti pereda stres, pereda nyeri, peningkatan memori, hingga menstabilkan bayi prematur.

"Sebuah penelitian yang diterbitkan oleh Universitas Gothenburg, Swedia menunjukkan bahwa mendengarkan musik setiap hari secara signifikan dapat menurunkan stres," tulis Daily Health Post, Selasa, 2 Juli 2013. Dari situ, musik akhirnya membawa kebahagiaan.

Tidak hanya itu, ternyata musik membuat kita mampu memproses suara dengan lebih baik dan juga memiliki daya dengar yang baik. Mendengarkan musik secara teratur, secara signifikan akan membuat kita lebih peka terhadap suara.

Dalam bidang kedokteran, musik telah digunakan sebagai bentuk terapi. Musik membuat balita tidur dengan tenang. Musik seolah menyulap neuron-neuron dalam otak. Bahkan, ini terjadi pada bayi prematur. Mereka yang lahir prematur akan lebih cepat stabil dan pulang ke rumah lebih awal jika melakukan terapi musik.

Masih berhubungan dengan anak-anak, pelajaran musik dapat memengaruhi nilai pelajaran lain dan juga kemampuan verbal anak. Tidak hanya itu, dengan sedikit lantunan melodi, anak-anak akan lebih cepat menangkap pelajaran di sekolah.

DAILY HEALTH POST | ANINGTIAS JATMIKA

Topik Terhangat:
Tarif Progresif KRL | Bursa Capres 2014 | Ribut Kabut Asap | PKS Didepak? | Puncak HUT Jakarta

Berita Terpopuler:
PAN Tolak RUU Ormas, 'Pecat Besan!' 
Ada SBY, Tepuk Tangan Meriahnya untuk Jokowi
Rumah Banyak, Satu yang Jadi Favorit Djoko Susilo
Suswono: Bodohnya Pengusaha Bisa Dibohongi AF
Demonstran Wanita 'Diraba-raba' di Tahrir Square 


10.19 | 0 komentar | Read More

Anjing Husky Ini Telan Bola Tenis Wimbledon

Written By Unknown on Rabu, 03 Juli 2013 | 10.19

TEMPO.CO, Brighton - Setiap anjing peliharaan pasti sangat senang ketika diajak bermain tangkap bola. Bisa dibilang bola juga adalah sahabat anjing. Namun berbeda dengan anjing ras husky ini. Ia begitu lesu ketika datang keriuhan pertandingan Wimbledon, dimana meningkatkan keinginan orang-orang untuk bermain tenis bersama anjingnya.

Seperti yang dilaporkan Daily Mail, ternyata Pax ,anjing husky tersebut, terserang penyakit misterius. Hal ini berawal ketika Pax, dan pemiliknya  Anna Dziedzic, serta anjing peliharaan Dziedzic lainnya bermain lempar bola tenis di sebuah taman. Saat itu Pax terlihat sangat bersemangat berlari untuk mengambil bola yang dilempar Dziedzic. Namun keanehan terjadi setelah Pax dan Dziedzic sert anjing-anjing lainnya pulang ke rumah.  Pax mulai berhenti makan, muntah-muntah dan menjadi sangat lesu. Hal ini tentu membuat khawatir Dziedzic, karena Pax adalah anjing kesayangannya.

Dziedzic pun membawa Pax ke dokter hewan. Ternyata X-ray yang diambil oleh Pdsa Pet Aid Hospital Brighton jelas menunjukkan bahwa terdapat bola di dalam perut Pax. Itu hal ini membuat dokter dan pemiliknya terkejut. " Aku teringat, ternyata saat Pax menangkap bola tenis ku, ia tidak membawanya kembali, aku pikir bola itu hilang di dalam semak-semak," ungkap Dziedzic.

Dokter hewan senior dari Pdsa Pet Aid Hospital Brighton,  Dr Becca Thring, juga berkata, "Ini adalah situasi hidup atau mati. Tanpa operasi, Pax tentu akan mati. Seperti dengan semua operasi besar, pasti ada risiko, tapi itu adalah satu-satunya pilihan kita." Ungkapnya. Operasi darurat untuk mengeluarkan bola d dalam peru Pax pun telah dilakukan. Bola tenis utuh pun telah keluar dari dalam perutnya. Saat ini Pax dalam keadaan yang cukup pulih dan masih dirawat di rumah sakit.

Dziedzic, 29 tahun, pun berkata, " permainan menangkap bola tenis adalah permainan favorit anjing-anjing ku. Pax juga telah menyukai permainan ini semenjak ia kecil. Aku sangat senang anjing ku telah selamat, aku akan selamanya berterima kasih kepada PDSA yang telah menyelamatkan nyawanya." Hal ini pun menjadi pembelajaran berharga untuk Dziedzic dan tentu saja untuk para pemilik anjing lainnya.  

DAILYMAIL.CO.UK | ANINDYA LEGIA PUTRI


10.19 | 0 komentar | Read More

Sebelah Otak Hilang, Pria Ini Dapat Rp 576 Miliar

TEMPO.CO, California - Seorang pria yang berumur 43 tahun telah mendapat penghargaan tertinggi di California. Ia juga telah memenangkan tuntutannya sebesar  US$ 58 juta atau sekitar Rp 576 Miliar. Namun hal ini ia dapatkan setelah mengalami pemukulan yang membuatnya harus kehilangan sebelah otak dan tengkoraknya yang juga membuat ia tidak dapat bicara selamanya.

Antonio Lopez Chaj, adalah seorang penjaga keamanan di sebuah galeri lukisan di California. Daily Mail melaporkan, kejadian ini bermula ketika ia dan teman-temannya mengunjungi sebuah bar pada tanggal 20 April 2010. Saat itu Chaj diserang di sebuah bar pertengahan Wilshire setelah ia mencoba untuk menghentikan pertarungan antara bartender dan penjaga keamanan kepada dua kerabatnya.

Chaj pun terkena pukulan  oleh penjaga bar  yang menghancurkan setengah tengkoraknya yang membuat ia tak sadarkan diri. Penjaga tersebut juga mengalahkan  Chaj dengan tongkat, menendang kepalanya sebanyak delapan kali dan menghantamkan kepalanya ke  trotoar sebanyak empat kali.

Saat ini keadaan Chaj telah cukup pulih, walaupun ia harus kehilangan sebelah otak dan tengkoraknya. Namun tetap saja, tim dokter yang menanganinya berkata bahwa ia tidak akan dapat berbicara. Hal ini karena Chaj memiliki kerusakan otak yang sangat signifikan.

Saat di pengadilan tinggi pada tanggal 2 Juni 2013, Chaj dan kerabatnya menuntut klaim yang terjadi pada dirinya. Tak hanya memenangkan klaim sebesar US$ 58million, Chaj juga mendapatkan penghargaan dari perusahaan keamanan di Pengadilan Tinggi Torrance.

Penghargaan ini adalah salah satu penghargaan terbesar yang pernah diberikan kepada seseorang di California, kata pengacaranya. Ketika Chaj melepas topi bisbol di dalam pengadilan, terlihat orang–orang menyeritkan dahi sambil menatap penuh arti ke kepala Chaj.  "Tengkoraknya seperti bola basket yang kempis di satu sisi," ungkap pengacara Federico Sayre.

Penjaga keamanan yang memukul Chaj, Emerson Quintanilla, dan bartender yang memicu serangan ini telah menghilang tanpa jejak. "Saya pikir mereka itu gila, sangat gila," ungkapnya.

DAILYMAIL.CO.UK | ANINDYA LEGIA PUTRI

Berita Terkait
Narsisme Dapat Terlihat dari Pindai Otak
Pengobatan yang Berisiko Turunkan Gairah Pria
Kecanduan Ganja Bisa Kikis Motivasi 
Tes Kesehatan untuk Mengetahui Sindrom Baby Blue 
Musik Mozart Paling Efektif Tingkatkan Konsentrasi


10.19 | 0 komentar | Read More

Gadis Malang Terkunci 2 Tahun di Lemari

Written By Unknown on Selasa, 02 Juli 2013 | 10.19

TEMPO.CO, New York - Seorang gadis cilik ditemukan dalam keadaan hampir mati karena dikunci ibu kandungnya di dalam lemari. Gadis ini terkunci selama sekitar 2 tahun tanpa diberikan makanan dan minuman. Untuk buang air kecil dan air besar pun ia hanya menggunakan pispot yang terdapat dalam lemari.

Ny Daily News melaporkan, ketika Georgia ditemukan, keadaanya sudah sangat kritis. Berat tubuhnya yang saat ini berusia 5 tahun hanya sekitar 8 Kg. Ibu dari gadis kecil tersebut mengunci anaknya karena Georgia yang saat itu berumur 3 tahun, sangat mirip dengan ayahnya.

Ibunya, Asusena Marie Gonzales , saat ini memang tinggal sendiri sebagai single parent. Dia mengaku kesal terhadap anaknya hingga menguncinya dalam lemari. "Aku sangat ketakutan ketika tinggal dengan ibu kandungku, dia mengunci saya di dalam lemari, dan aku tidak memiliki makanan atau air atau apa pun untuk makan atau minum," ungkap Georgia.

Tak hanya kepada Georgia, Marie Gonzales juga berbuat jahat kepada anak-anaknya yang lain. Namun hal terparah hanya dirasakan oleh Georgia. Ketika pihak berwenang menyelamatkan gadis kecil ini, mereka hanya menemukan pispot yang penuh dengan kotoran bersamanya.  Georgia juga ditemukan dalam keadaan tubuh tanpa daging sedikitpun, tulang-tulangnya hanya ditutupi oleh kulit.

Tahu akan kejadian yang tersebut,  Amanda dan Clint Lile datang ke rumah sakit tempat gadis ini dirawat. Mereka berencana untuk mengadopsi Georgia. Nama Georgia sendiri adalah  nama baru yang diberikan oleh orang tua angkatnya, Amanda dan Clint Lile, yang sangat menyayangi dia.

"Kami sangat bahagia melihat dia bisa pulih dan sehat seperti anak normal lainnya. Saya benar-benar percaya itu adalah kuasa dan karunia Tuhan  yang memberikan kesempatan agar ia bisa tetap hidup, itu merupakan keajaiban," ungkap Amanda dan Clint Lile. Sementara itu, ibu kandung Georgia,  Marie Gonzales , sedang menjalani masa hukumannya selama  40 tahun dan ia tidak akan dibebaskan dari penjara sebelum tahun 2031.

NYDAILYNEWS.COM | ANINDYA LEGIA PUTRI 

Berita Terpopuler:
Cuma Jokowi yang Dipandang Mampu Bendung Prabowo 
Novi Amilia Hampir Buka Baju Lagi
Cara Kepolisian Tutupi Kasus Upaya Suap Anggotanya
PDI-P: Gaya Jokowi Apa Adanya, SBY Serba Diatur
Petinggi Polisi Minta Kasus Suap Tidak Bocor 


10.19 | 0 komentar | Read More

Bayi 16 Bulan ini Sudah Bisa Berenang

Ketika kehabisan napas, Elizabeth akan membalikkan tubuhnya, telentang di dalam kolam. Meski masih bayi, Elizabeth telah mempelajari teknik menyelamatkan diri ketika berenang. Dailymail.co.uk

TEMPO.CO, Jakarta - Apa yang bisa dilakukan bayi berusia 16 bulan? Untuk berjalan saja, mereka masih tertatih-tatih. Namun, bayi luar biasa bernama Elizabeth ini mampu berenang, tanpa bantuan orang tua dan tanpa bantuan pelampung. Banyak yang menduga ia berenang karena dipaksa orang tuanya untuk mencari sensasi belaka. Namun, orang tua Elizabeth menyangkal hal itu.

"Apa gunanya memaksakan anak kita melakukan sesuatu yang ia tidak sukai," ujar ayah Elizabeth, Adam SR, seperti dikutip dalam Daily Mail, Senin, 1 Juli 2013. Ia menambahkan, bahwa ia adalah perawat bersertifikasi. Ia mampu melakukan CPR dan penyelamatan dalam air.

Sejak kecil, bayi Elizabeth telah dilatih berenang dengan sangat baik oleh instruktur bersertifikat yang mengajarkan teknik infant swimming resource (ISR) untuk penyelamatan.

Adam lalu membuat video menggambarkan bagaimana bayinya mampu berenang dengan begitu mahir. Bahkan, dalam satu tarikan napas, Elizabeth mampu berenang dari satu sisi kolam ke sisi lain tanpa bantuan apapun.

"Kami tahu kapan bayi kami kelelahan atau tidak ingin berenang, kami tidak mungkin memaksanya," tutur Adam lagi. "Aku siap dan sigap 100 persen bilamana ia memang mengalami kesulitan di dalam air."

Adam dan istrinya sengaja mengunggah video tersebut agar para orang tua mengajari anak mereka berenang sebagai sebuah persiapan penyelamatan diri. Pasalnya, bayi akan sangat mudah tenggelam. Penyelamatan pun kadang terlambat. Oleh sebab itu, membekali diri bayi dengan teknik berenang akan menghindari risiko yang tidak diinginkan orang tua manapun itu.

DAILY MAIL | ANINGTIAS JATMIKA

Berita terpopuler:
Cuma Jokowi yang Dipandang Mampu Bendung Prabowo  
Novi Amilia Hampir Buka Baju Lagi
Cara Kepolisian Tutupi Kasus Upaya Suap Anggotanya
Petinggi Polisi Minta Kasus Suap Tidak Bocor  
6 Alasan yang Bikin Warga Tak Percaya Polisi   


10.19 | 0 komentar | Read More

Ini Alasan Mereka Berpindah-pindah Kerja  

Written By Unknown on Senin, 01 Juli 2013 | 10.19

TEMPO.CO, Jakarta - Banyak orang berpindah-pindah kerja demi mencari passion yang tepat. Bukan semata gaji, ada alasan lain mengapa orang ingin bekerja sesuai panggilan hatinya.

Konsultan karier, Yuni Lasti Faulinda, menyatakan seseorang yang secara utuh menjalani pekerjaan dengan dorongan passion akan lebih bersemangat dan maksimal dalam menjalani pekerjaannya. "Ia akan memiliki peluang lebih besar untuk bisa sukses," kata konsultan karier dari lembaga konsultan Experd ini.

Ketika seseorang mencintai pekerjaannya, menurut Yuni, pekerjaan menjadi lebih dari sekadar bekerja. "Pekerjaan akan berubah menjadi sebuah misi dalam hidup," ia menjelaskan.

Selain panggilan jiwa, beberapa faktor ikut mendorong mereka berpindah-pindah kerja atau beralih profesi. Ambil contoh Putri Fitria. Menurut Putri, pada dasarnya ia bukan tipe pemilih dalam hal pekerjaan. Ia juga membantah mudah bosan sehingga sering gonta-ganti profesi.

Namun, ada sejumlah hal yang akhirnya mendorong dia melepaskan profesi tertentu. Di antaranya persoalan kenyamanan kerja, besaran gaji, dan suasana kota tempatnya bekerja.

Ia pun mengaku menghindari bekerja di Jakarta karena tak nyaman dengan kondisi kotanya. Pengalaman bekerja di Jakarta, yakni saat menjadi peneliti di Kedutaan Besar Iran, membuat Putri kapok. Meski menikmati kerja jadi peneliti, kepuasan batinnya tak sebanding dengan kejengkelannya karena mesti berjibaku dengan kemacetan setiap hari.

"Saya tidak merasa bahagia dengan kotanya, bukan pekerjaannya. Setiap hari saya harus menghabiskan 3-4 jam di jalan, untuk pulang-pergi kantor. Mau main dan bertemu teman pun enggak sempat karena semua tempat seperti serbajauh," ujar Putri. "Jadi mending saya mencari pekerjaan lain. Kalau saya rajin, pemasukannya bisa melebihi saat kerja di Jakarta."

Terus berpetualang dari satu profesi ke profesi lain dianggap Putri juga menyenangkan karena ia bisa belajar banyak hal. Apalagi, saking seringnya ganti profesi, Putri tak lagi kesulitan beradaptasi dengan pekerjaan baru. Namun, yang dijalaninya itu bukan tanpa kelemahan. "Karier saya enggak jelas, dan saya juga enggak punya asuransi kesehatan seperti yang didapat pegawai kantoran. Hehehe.."

Lain lagi dengan Stephen Dawni Nugraha. Menurut Dawni, dia adalah pribadi yang cepat memutuskan apakah sudah saatnya ia harus berpindah kapal. Ia dapat menjawab pertanyaan, to resign or not to resign, maksimal dalam waktu satu minggu. "Kalau merasa masih harus stay, aku pasti bilang enggak akan pindah," katanya.

Hanya, Dawni yang baru menikah ini harus berdiskusi dulu dengan sang istri sebelum memutuskan keluar dari satu pekerjaan. Dawni juga tak memungkiri, kenaikan gaji yang signifikan selalu mengikuti setiap ia pindah ke perusahaan baru. Namun, ia menegaskan, tantangan yang ditawarkan pekerjaan baru merupakan alasan nomor satu dalam mengambil keputusan. "Salary tetap nomor dua," ujarnya.

Selama ini Dawni tidak memiliki masalah karena kerap berpindah kerja. Sejauh pengalamannya, perusahaan pun tidak alergi dengan kebiasaannya berpindah kerja dalam waktu kurang dari dua tahun ini.

Meski begitu, Dawni tetap memiliki target untuk kariernya. Di umur 35, ia ingin menjadi venture capitalist atau mulai mengelola private equity firm fund sendiri. "Saya menyebutnya to be an entrepreneurial investor, investor yang punya fundamental bisnis yang laku," ujarnya.

Adapun Ade Taryana mengaku faktor kenyamananlah yang memicunya pindah-pindah kerja dan profesi. Karena itu, saat ini Ade belum terpikir mencari pekerjaan baru karena sedang merasa nyaman dengan profesinya sebagai marketing research & development assistant.

"Iya, sih, enak gonta-ganti kerjaan, bisa dapat pengalaman banyak. Tapi capek juga terus-terusan 'tebalin muka' untuk kenalan dan pedekate ke kawan kantor baru," katanya. "Sekarang saya sudah belajar, tidak ada perusahaan yang sempurna."

ISMA SAVITRI | IQBAL MUHTAROM | RATNANING ASIH


10.19 | 0 komentar | Read More

Anak Diasuh Kakek-Nenek Cenderung Obesitas

TEMPO.CO, London – Pengasuhan anak yang melibatkan kakek-nenek memungkingkan si anak menjadi lebih gemuk. Sebuah penelitian menunjukkan, balita yang sering diasuh oleh kakek-neneknya memiliki risiko 22 persen lebih besar untuk mengalami masalah kegemukan. Ini terjadi karena kakek-nenek cenderung memperlakukan anak secara energetik dan telaten dengan sering memberikan kudapan, seperti biskuit dan kue.

Peneliti dari Finlandia melihat 9.000 keluarga di Inggris selama 2 tahun yang tinggal bersama kakek-nenek yang memiliki setidaknya satu balita berusia antara 9 bulan hingga 3 tahun. Mereka melihat hubungan antara berat badan anak, pengaturan pengasuhan anak, dan latar belakang keluarga.

"Hasilnya, anak-anak yang tinggal/diasuh oleh kakek-neneknya memiliki kecenderungan obesitas sebesar 22 persen lebih besar dibandingkan dengan anak-anak yang diasuh oleh orang tua dan pengasuh bayi," tulis Daily Mail, Minggu, 30 Juni 2013.

Dr. Antti Tanskanen, dari Universitas Helsinki, Finlandia mengatakan bahwa kakek-nenek secara tradisional akan meningkatkan kelangsungan hidup anak-anak dengan memberi makan mereka lebih banyak. Pola asuh yang tradisional ini terbawa hingga kini, saat mereka mengasuh cucu, sehingga hal ini secara tidak sengaja membuat kakek-nenek memberikan makan terlalu banyak dan memperbesar peluang obesitas anak-anak.

"Hasil penelitian menunjukkan bahwa anak-anak usia antara 9 bulan hingga 3 tahun yang dirawat, terutama oleh nenek mereka, lebih mungkin untuk kelebihan berat badan pada usia 3 tahun dibandingkan anak-anak yang diasuh oleh orang tua mereka sendiri," ujar Tanskanen.

Kakek-nenek memiliki pemahaman gizi dari zaman yang berbeda sehingga pemahaman mereka yang sederhana justu akan membuat anak gemuk.

DAILY MAIL | ANINGTIAS JATMIKA

Topik Terhangat
Tarif Progresif KRL | Bursa Capres 2014 | Ribut Kabut Asap | PKS Didepak? | Puncak HUT Jakarta

Baca Juga:
Diego Maradona Emoh Tampil di Dahsyat
Ini Wasit Final Piala Konfederasi 2013
Jokowi dan Megawati Terpukau dengan Ariah


10.19 | 0 komentar | Read More
techieblogger.com Techie Blogger Techie Blogger