Diberdayakan oleh Blogger.

Popular Posts Today

Enzim Ini Membuat Wanita Mudah Gemuk

Written By Unknown on Sabtu, 05 Januari 2013 | 10.19

Jum'at, 04 Januari 2013 | 13:38 WIB

TEMPO.CO, Jakarta - Sebuah penelitian yang dipublikasikan di Jurnal Diabetes edisi Januari ini mengungkap bahwa kegemukan ternyata disebabkan oleh enzim Aldh1a1. Khusus pada wanita, aktivitas enzim yang melibatkan produksi lemak dalam tubuh ini meningkat tajam pada masa menopause. Sedangkan pada pria, aktivitas enzim ini tidak mengalami perubahan seiring usia.

Peranan Aldh1a1 memicu obesitas itu telah dibuktikan pada sejumlah percobaan terhadap tikus. Tikus betina yang mengkonsumsi makanan kaya lemak mempunyai lebih banyak Aldh1a1 dan memproduksi serta menyimpan lebih banyak lemak visceral (lemak di sekitar perut) dibandingkan dengan tikus jantan yang mengkonsumsi makanan kaya lemak juga. Sebaliknya, tikus betina tetap akan kurus meskipun mengkonsumsi makanan kaya lemak jika mereka secara genetis kekurangan enzim tersebut.

Hormon estrogen wanita tampaknya mendukung aktivitas Aldh1a1. Artinya, wanita yang berusia lebih muda, yang mempunyai kadar estrogen lebih tinggi, dilindungi dari efek yang tidak diinginkan akibat enzim tersebut. Namun, setelah menopause, level estrogen menurun, yang menyebabkan aktivitas Aldh1a1 meningkat dan membuat wanita rentan mengalami kenaikan berat badan.

Dengan menyasar Aldh1a1, para ilmuwan seperti dikutip situs LiveScience 3 Januari 2013, bisa mengembangkan pengobatan obesitas, khususnya kepada wanita, ucap peneliti Ouliana Ziouzenkova, asisten profesor nutrisi manusia di Ohio State University.

Namun, ia menambahkan, pengobatan tersebut tidak akan dilakukan dalam waktu dekat, sebab studi ini dilakukan terhadap tikus. Para ilmuwan harus mencoba terlebih dulu apakah efeknya sama pada manusia. Selain itu, Aldh1a1 juga mempunyai fungsi penting lainnya dalam tubuh selain membentuk lemak. Sehingga penghapusan sepenuhnya enzim itu tidak boleh dilakukan.

LIVE SCIENCE | ARBA'IYAH SATRIANI


10.19 | 0 komentar | Read More

Jalan Kaki Turunkan Risiko Stroke

Sabtu, 05 Januari 2013 | 03:29 WIB

TEMPO.CO , Jakarta: Peneliti Spanyol mengungkapkan pentingnya berjalan kaki setidaknya tiga jam per pekan bagi wanita. Wanita yang berjalan kaki setidaknya tiga jam per pekan ternyata lebih kecil kemungkinannya terserang stroke. Itu kalau dibandingkan wanita yang berjalan kurang dari tiga jam per pekan atau tak berjalan sama sekali.

"Pesan untuk penduduk secara umum tetap sama: melakukan aktivitas rutin secara moderat adalah baik untuk kesehatan Anda," kata ketua peneliti, Jos Maria Huerta, dari Murcia Regional Health Authority di Spanyol seperti dikutip Reuters edisi 3 Januari 2013.

Penelitian-penelitian sebelumnya menunjukkan hubungan antara aktivitas fisik dan lebih kecilnya peluang terkena stroke, yang bisa disebabkan oleh adanya plak dalam arteri atau pecahnya pembuluh darah di otak.

Wanita yang berjalan kaki cepat selama 210 menit atau lebih per minggu mempunyai risiko lebih kecil terkena stroke. Peneliti membandingkannya dengan wanita yang beraktivitas lebih rendah atau mereka yang bersepeda dan tidak berolahraga keras untuk waktu yang lebih pendek.

Secara keseluruhan, hampir 33 ribu pria dan wanita menjawab kuisioner mengenai aktivitas fisik mereka. Kuisoner itu diberikan pada pertengahan 1990-an sebagai bagian dari proyek kanker Eropa. Untuk studi tersebut, Huerta dan timnya membagi partisipan berdasarkan jender, jenis olahraga, dan total waktu yang dihabiskan untuk berolahraga selama sepekan.

Penulis artikel penelitian ini, yang dipublikasikan di jurnal Stroke, mengecek bersama partisipan secara rutin berbagai jenis stroke. Selama 12 tahun mengikuti perkembangan partisipan, terjadi 442 kasus stroke pada pria dan wanita.

Huerta mengungkapkan hasil pada wanita yang rutin berjalan kaki menunjukkan 43 persen mengalami penurunan risiko stroke dibandingkan grup lain yang tak aktif. Namun tidak ada penurunan risiko pada pria berdasarkan jenis olahraganya.

"Kami tidak bisa menjelaskan secara pasti mengenai hal ini," kata Huerta. Namun ia menduga pria yang ikut dalam studi ini mempunyai kondisi fisik lebih baik dibandingkan para wanita. Meski begitu, tak ada bukti pendukung dugaan ini.

Huerta menolak membandingkan hasil penelitiannya dengan populasi penduduk secara keseluruhan. Alasannya mayoritas partisipan dalam penelitian ini adalah para pendonor darah yang kesehatannya cenderung lebih baik karena harus menyumbangkan darah.

Menurut data American Heart Association, di Amerika, setiap tahun sekitar 795 ribu orang stroke. Artinya, satu orang Amerika stroke setiap 40 detik dan yang meninggal adalah satu orang per empat menit.

Beberapa survei juga menemukan penyebab stroke, satu diantaranya dehidrasi. Beberapa jenis buah diduga bisa mengurangi risiko stroke.

REUTERS | ARBA'IYAH SATRIANI


10.19 | 0 komentar | Read More

Kota Ini Melarang Penjualan Botol Air Mineral

Written By Unknown on Jumat, 04 Januari 2013 | 10.19

Kamis, 03 Januari 2013 | 19:53 WIB

TEMPO.CO, Concord—Sebagai upaya untuk menyelamatkan lingkungan, kota kecil Concord di Massachusetts, Amerika Serikat, melarang penjualan botol air mineral di bawah 1 liter mulai 1 Januari 2013. Peraturan ini mulai berlaku sejak kampanye antibotol plastik kecil digaungkan tiga tahun silam.

"Agar masyarakat berubah, Anda harus membuat peraturan yang memaksa mereka agar tak membeli botol plastik kecil," kata Jean Hill, ketua tim kampanye kepada New York Times, Kamis, 3 Januari 2013. Daripada membeli air kemasan, masyarakat diimbau agar membawa botol minuman sendiri atau meminum dari air keran yang aman dikonsumsi manusia.

Jika tertangkap tangan membeli botol minuman di bawah satu liter, warga kota akan memperoleh peringatan. Jika tertangkap lagi, akan dikenai denda sebesar US$ 25 dan meningkat menjadi US$ 50 untuk pelanggaran selanjutnya.

Namun pemerintah Kota Concord tidak membatasi penjualan botol minuman di bawah 1 liter selain air mineral. Data menunjukkan warga Amerika Serikat mengkonsumsi 50 juta botol kecil air mineral maupun soda setiap tahun.

Ide ini telah dilakukan oleh kota kecil di Australia, Bundanoon, sejak 2009. Larangan serupa juga berlaku di 90 universitas di seluruh Amerika Serikat.

BBC | SITA PLANASARI AQUADINI


10.19 | 0 komentar | Read More

MSF Mengimbau Obat Baru TB Disebarluaskan

Kamis, 03 Januari 2013 | 20:19 WIB

TEMPO.CO, Jenewa - Dokter Lintas Batas (MSF) mendesak agar bedaquiline, obat Tuberculosis (TB) yang resisten terhadap obat segera disebar luaskan terutama di negara-negara dengan jumlah penderita sangat tinggi. "Penggunaan bedaquiline untuk menemukan resimen pengobatan DR-TB baru yang lebih singkat, efektif, dan tidak terlalu menyakitkan bagi pasien merupakan tanggungjawab bersama," kata Dr Manica Balasegaram, Direktur Eksekutif MSF untuk Kampanye Akses.

Menurutnya, pengobatan TB tahan berbagai obat (MDR-TB) yang saat ini digunakan membutuhkan waktu 2 tahun dengan 20 pil berbeda setiap hari dan injeksi harian selama delapan bulan. Pasien mengalami efek samping yang sangat menyakitkan, mulai dari tuli permanen, mual berkepanjangan, hingga gangguan kejiwaan.

Dari total pasien yang menjalani pengobatan DR-TB di seluruh dunia, hanya 48 persen yang bisa disembuhkan. Sementara itu, tingkat kesembuhan pasien pada program-program yang dijalankan MSF sedikit lebih baik, yaitu sebesar 53 persen. Meski demikian, angka ini masih tergolong sangat rendah.

"Para menteri kesehatan dan pembuat undang-undang obat-obatan harus bekerjasama untuk memastikan para penderita MDR-TB bisa sesegera mungkin mendapatkan pengobatan baru ini," ujar Balasegaram.

Skala penyebaran wabah DR-TB sangat besar, dengan 310.000 kasus baru dilaporkan pada tahun 2011. Namun hanya 19% dari jumlah pasien yang diduga tertular TB di seluruh dunia yang bisa mendapatkan perawatan.

Menurut Kepala Kelompok Kerja MSF bidang TB, Dr Francis Varaine, upaya pengobatan DR-TB di seluruh dunia saat ini tetap tidak memperlihatkan peningkatan berarti. Padahal resimen pengobatan yang saat ini dipakai sangat rumit dan menelan biaya kesehatan cukup besar serta sangat menyakitkan bagi pasien. Resimen pengobatan yang lebih sederhana, singkat dan efektif, meningkatkan kualitas pengobatan dan kesembuhan.

Selain bedaquiline, obat baru lain yang juga aktif melawan MDR-TB sedang didaftarkan di Badan Obat Eropa (European Medicines Agency). Obat bernama delamanid yang dikembangkan oleh Otsuka diharapkan bisa digunakan tahun 2013.

Menurut MSF, kedua obat baru ini merupakan batu loncatan dalam upaya pengobatan MDR-TB, dan sesegera mungkin harus dipastikan bahwa kedua obat ini digabung dan efektif diperkenalkan ke masyarakat. Meski demikian, akses untuk mendapatkan obat-obat baru tersebut sangat bergantung pada perusahaan pembuat obat-obatan.

MSF mengimbau produsen untuk membuat obat-obatan yang bisa digunakan untuk penelitian dalam rangka mengembangkan resimen yang lebih singkat dan efektif. Selain itu, begitu disahkan, produsen obat-obatan diharapkan sesegera mungkin mendaftarkan produk mereka di negara-negara dengan tingkat penderita TB tinggi. Produsen juga harus memastikan harga obat-obatan yang dijual terjangkau oleh pasien.

Selama tahun 2011 MSF telah mengobati 26.600 pasien TB di 36 negara. Dari jumlah tersebut 1.300 di antaranya menderita TB tahan obat.

NATALIA SANTI


10.19 | 0 komentar | Read More

Eksim Sebabkan Sidik Jari Sulit Dideteksi  

Written By Unknown on Kamis, 03 Januari 2013 | 10.19

Rabu, 02 Januari 2013 | 15:51 WIB

TEMPO.CO, New York - Orang dewasa yang memiliki kulit telapak kering empat kali lebih sulit diverifikasi sidik jarinya melalui pemindai terkomputerisasi dibandingkan dengan yang tidak. Tidak hanya kering, tangan yang pernah mengalami dermatitis atau eksim juga sulit terdeteksi alat pindai. Sebuah penelitian baru di Malaysia telah membuktikan.

"Karena penggunaan biometrik muncul di kehidupan sehari-hari, saya pikir dermatitis tangan akan menjadi masalah di masa datang," kata pemimpin peneliti, Dr Lee Chew Kek, dermatolog di UCSI University di Kuala Lumpur. "Ini bisa memiliki efek terhadap perekonomian, pekerjaan, dan keamanan," kata Lee.

Kulit pecah-pecah atau bengkak dapat merusak pola celah atau keunikan yang ditemukan dalam sidik jari individu. Pola celah atau keunikan sidik jari ini juga dapat rusak akibat peradangan kulit yang disebabkan oleh reaksi alergi.

Dalam penelitian ini, tim UCSI merekrut 100 pasien dengan dermatitis yang dapat mempengaruhi baik ibu jari dan jari lainnya. Mereka juga merekrut 100 peserta lain dengan jari-jari yang sehat sebagai kelompok pembanding. Setiap sidik jari individu dipindai sampai tiga kali untuk mendapatkan perbandingan yang akurat.

Hasilnya, 27 dari 100 pasien yang memiliki eksim di jari tangannya tidak dapat terbaca oleh mesin pemindai sidik jari. Sedangkan dari kelompok pembanding atau yang tidak memiliki dermatitis pada jarinya, hanya 2 pasien yang tidak dapat terbaca sidik jarinya.

Sementara itu, 84 pasien memiliki daerah dimana cetakan jempol mereka hilang. Ini disebabkan karena kulit yang kasar serta muncul bintik-bintik di sekitar daerah tersebut. Semakin besar daerah yang hilang, maka semakin sulit sidik jari teridentifikasi oleh alat pindai.

Selain hilangnya sidik jari, dermatitis juga dapat menyebabkan timbulnya garis putih abnormal pada ujung jari yang mengacaukan pola sidik jari. Garis putih abnormal ini muncul karena adanya kerutan di jari jemari. Para peneliti juga menduga, garis putih muncul karena adanya bagian pada kulit yang terpotong, sehingga merusak pola sidik jari.

Meski begitu, sebab musabab sidik jari yang tidak terbaca alat pemindai juga dapat disebabkan oleh faktor biologis. "Dermatitis adalah salah satu dari banyak faktor yang tentunya dapat mempengaruhi kualitas gambar sidik jari," ujar Steve Fischer, Juru Bicara dari Pusat Informasi Kriminal dari Divisi Keadilan FBI.

Karena itu, beberapa sidik jari orang-orang dengan profesi tertentu tidak dapat terbaca oleh alat pemindai. Misalnya pekerja yang harus mencuci tangan mereka terus-menerus, seorang mekanik yang sering terpapar minyak oli dan logam dalam mesin, atau koki yang sering memotong bawang di dekat telunjuk dan ibu jari mereka.

Karena dermatitis tangan tidak masalah langka, "mungkin ada sejumlah besar individu yang akan terhalang oleh teknologi sidik jari," jelas Dr Bruce Brod dari University of Pennsylvania. "Dalam hal pengobatan untuk dermatitis tangan, kita masih tertinggal. Ini cenderung menjadi masalah yang sangat kronis," kata Brod.

REUTERS | CHETA NILAWATY


10.19 | 0 komentar | Read More

Begini Trik Menyeduh Kopi Agar Nikmat

Rabu, 02 Januari 2013 | 22:35 WIB

TEMPO.CO, Seoul - Warga Korea Selatan tak hanya "jago" minum alkohol, tapi juga kopi. Rasio konsumsi kopi Korsel termasuk tertinggi di dunia, mencapai 338 cangkir kopi per orang tahun lalu, menurut data yang dirilis oleh Food and Drug Administration Korea.

Menyeduh kopi untuk dikonsumsi sendiri menjadi bagian dari rutinitas sehari-hari masyarakat. Kopi rumahan Korea dikenal harum dan enak.

Apa rahasianya? Masyarakat setempat menyebut resep menyeduh kopi sebagai "Aturan 3-3-3". Setelah biji kopi dipanggang, biarkan selama tiga hari. Kemudian seduh kopi dalam waktu tiga menit setelah digiling. Minuman harus dikonsumsi dalam waktu tiga menit setelah diseduh dengan air mendidih.

Selain itu, gunakan air segar dan dingin untuk kemudian direbus sampai mencapai titik didih optimal, ketimbang menggunakan air panas dispenser atau air dalam termos. Dianjurkan agar kopi yang telah diseduh disimpan dalam gelas termos  agar awet hangatnya.

Kopi idealnya disajikan pada suhu antara 82 dan 85 derajat Celcius. Setelah diseduh, jangan dipanaskan. Kopi yang dipanaskan akan kehilangan rasa dan aroma aslinya.

CHOSUN ILBO | TRIP B


10.19 | 0 komentar | Read More

Ini Dia Rantangan untuk Balita

Written By Unknown on Rabu, 02 Januari 2013 | 10.19

Selasa, 01 Januari 2013 | 18:46 WIB

TEMPO.CO, Jakarta -Andara Dhita, 26 tahun, berpikir keras agar anaknya yang baru berusia 14 bulan itu gampang makan. Semula dia mau memberikan kue kering dan camilan instan buat si kecil, tapi dibatalkan. Dia mencoba mencari di Internet makanan yang cocok untuk putrinya itu. Dia pun menjatuhkan pilihan pada produk rumahan dari sebuah katering khusus bayi dan anak. 

"Ternyata dia suka. Buat selingan, biar tidak bosan," ujar perempuan yang berbisnis pakaian anak secara online ini kepada Tempo.

Untuk makanan utama si kecil, Andara tetap masak sendiri. Dia berlangganan camilan seperti kue kering atau makaroni sejak dua bulan lalu. Dalam memilih camilan Andara sangat mempertimbangkan takaran gizi, rasa, dan bentuk yang menggugah selera, serta harga yang sesuai.

Andara dan masih banyak lagi ibu-ibu yang peduli terhadap makanan buah hatinya. Tak hanya ibu pekerja kantoran tapi juga ibu rumah tangga yang memanfaatkan jasa katering khusus ini. Peluang inilah yang disambar kakak adik Neura Azzahra, 35 dan Nandra Janniata, 30. Keduanya mendirikan katering khusus untuk bayi dan anak.

Bisnis ini bermula ketika Nandra kesulitan membuatkan makanan buat buah hatinya. Dia lantas mengajak kakaknya untuk mencoba berbisnis katering yang mereka namai Bebitang. Usaha yang dirintis sejak dua tahun lalu itu kini sudah cukup dikenal pelanggannya. Dari dapur yang berlokasi di Graha Bintaro, Jakarta Selatan, mereka mengirimkan paket makanan hangat untuk balita di hingga wilayah Cinere, Pondok Indah, Ciputat, Bumi Serpong Damai City, dan kawasan Bintaro. Mereka mempekerjakan tiga kurir untuk mengantarkan paket itu.

"Kurir mulai berangkat pukul 10.00, mengejar jam makan siang balita. Tapi untuk makanan beku kami antar mulai pukul 14.00," ujar Neura yang ditemui di Ruko Althia Graha Bintaro, Jumat pekan ini.

Bebitang menyasar bayi usia tujuh bulan hingga bayi di bawah lima tahun (balita). Rata-rata para pelanggan adalah ibu-ibu kantoran yang mempunyai balita dan balita yang susah makan. Tetapi ada juga anak usia delapan tahun yang menjadi pelanggan. Dalam sehari rata-rata ada 20 pelanggan katering makanan hangat dan 12 pelanggan makanan beku.

Makanan Bebintang dibuat tanpa bahan pengawet, pewarna buatan, dan penyedap rasa. Untuk warna, mereka mengandalkan bahan alamiah seperti kunyit untuk warna kuning dan daun suji untuk warna hijau Makanan dimasak pagi dan langsung diantarkan begitu matang. Ada pula beberapa makanan camilan seperti nugget, sosis, hidangan laut batangan,dan risoles beku yang bisa tahan hingga sebulan.

Mantan pramugari ini menjelaskan tidak menerima pesanan untuk diet khusus atau anak berkebutuhan khusus. Tetapi masih menerima permintaan untuk anak yang mempunyai alergi tertentu. Biasanya, sebelum menerima pesanan, Neura dan Nandra akan menanyakan apakah si anak punya alergi makanan, bagaimana kemampuan mengunyahnya, dan kesukaan si anak. "Ini penting buat kami sebelum menyajikan menu pesanan," ujarnya.

Untuk menyusun menu, Neura berpedoman pada kebutuhan gizi berdasar piramida gizi makanan. Ada karbohidrat, vitamin, lemak, dan mineral. Latar belakang pendidikan Kesehatan Masyarakat di Universitas Indonesia menjadi bekal utama Neura. Selain itu tentu dia mencari tambahan pengetahuan melalui Internet.

Usaha katering balita juga dijalankan ibu-anak Ranty Heruwanto, 58 dan Inta Heruwanto-Camil, 30. Berdua mereka mengelola usaha katering bayi dan anak dengan nama Mamma Kanin. Usaha ini semula berangkat dari bisnis membuat kue kering dan biskuit untuk anak ketika Inta ketitipan keponakan yang masih balita.

Pelanggan Mamma Kanin adalah ibu-ibu dari bayi mulai enam bulan hingga di atas 12 bulan. Inta mengaku tidak menyediakan ahli gizi untuk menakar kadar gizi dalam menu-menunya. Katering ini juga tidak melayani pemesanan untuk anak-anak berkebutuhan khusus. Kepada pelanggan mereka menginformasikan bumbu dan bahan-bahan untuk menu yang akan dipesan. 

"Kalau ada pesan untuk kebutuhan anak autis atau ada penyakit lain, biasanya saya rekomendasikan ke tempat lain," ujar perempuan lulusan sekolah kewirausahaan di Swedia ini.

Baik Bebitang atau Mamma Kanin, dalam membuat makanan bayi menggunakan mentega tanpa rasa (unsalted butter). Mereka juga tidak menambahkan gula dan glutten. Rasa asin, gurih, manis diperoleh dari bahan alamiah. Untuk mempromosikan produknya, keduanya mengandalkan jejaring sosial seperti Facebook atau Twitter dan situs mereka. 

DIAN YULIASTUTI

Baca pula Menu Sehat Berbilang Rupiah


10.19 | 0 komentar | Read More

Musik dan Bisnis "Clothing" Miliki Korelasi

Selasa, 01 Januari 2013 | 20:05 WIB

TEMPO.CO, Jakarta - Salah satu personel band Superman Is Dead (SID), I Gede Ari Astina menyatakan sudah lama ingin miliki usaha "clothing". "Kalau saya pribadi sejak dulu ingin memiliki usaha "clothing" untuk memperkuat "movement" yang saya lakukan," kata "drummer" SID yang biasa disapa Jerinx itu, saat dihubungi Tempo, Selasa, 1 Januari 2013.

Saat ini ia telah memiliki bisnis "clothing" yang diberi nama Rumble Clothing. Menurut dia, "clothing" tidak berfungsi sebagai pakaian semata, melainkan kontributor sebuah perlawanan. Ia pun menuturkan, "brand" Rumble pun lebih dikenal karena nama besar SID.

Namun, kata dia, terjadi pula hal sebaliknya. Jerinx mengungkapkan, ada yang menyukai SID setelah jatuh cinta kepada clothing terlebih dahulu. "Yang jelas, selalu ada korelasi antara "clothing", musik, dan perlawanan," ujar personel band yang berbasis di Bali tersebut. Ia mengatakan berusaha merealisasikan hal itu dengan Rumble melalui celah yang bisa ditembus media "clothing".

Lebih lanjut, ia mengungkapkan, industri ekonomi kreatif di Bali cukup berkembang. Sebagai indikasi, kata dia, banyak anak muda yang memiliki usaha sandang. Namun tak semua usaha tersebut serius.

Menurut Jerinx, masih ada usaha yang dikelola asal-asalan. Ia pun menyayangkan masih banyaknya pengusaha yang terlalu sibuk bermain dengan simbol dan kurang berkontribusi terhadap perubahan sosial di Bali. Ia menilai para pengusaha itu masih menerapkan pola bisnis konservatif.

"Esensi kreatifnya lebih kepada desain, bukan pola bisnis," kata Jerinx. Selain sandang, industri ekonomi yang juga berkembang di bali adalah tato dan bengkel kustom motor. Bahkan, kata dia, studio tato kini sudah sampai di pelosok desa Bali.

MARIA YUNIAR


10.19 | 0 komentar | Read More

30 Detik Kunyah Makanan Atasi Perut Buncit  

Written By Unknown on Selasa, 01 Januari 2013 | 10.19

Senin, 31 Desember 2012 | 08:25 WIB

TEMPO.CO, London - Hasil penelitian terkini menunjukkan bahwa keberhasilan upaya mengatasi perut buncit tidak tergantung pada jenis makanan yang dimakan, tapi pada bagaimana mengkonsumsi makanan, seberapa lama makanan dikunyah.

Dalam hasil riset yang dipublikasikan jurnal Appetite, para peneliti menyatakan bahwa mengunyah makanan selama 30 detik sebelum menelannya bisa mengatasi masalah perut buncit.

Penelitian terbaru menunjukkan bahwa lamanya mengunyah makanan sangat mempengaruhi selera makan pada waktu selanjutnya, termasuk keinginan untuk mengkonsumsi kudapan yang bisa menambah berat badan selama liburan.

Meskipun penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa mengunyah lebih lama dapat menekan asupan kalori saat makan, namun penelitian baru menunjukkan bahwa kebiasaan itu bisa mengekang keinginan untuk makan camilan.

Para peneliti menyimpulkan bahwa orang yang tidak menikmati makan siangnya akan membalas dendam dengan makan lebih banyak kudapan setelahnya.

Kepala Bagian Nutrisi di St George Hospital, London, Catherine Collins, mengatakan mengunyah makanan lebih lama merupakan salah satu pendekatan untuk menurunkan berat badan.

"Yakni bagaimana Anda memikirkan lagi dengan hati-hati makanan terakhir yang dikonsumsi dan seluruh prosesnya. Hasilnya Anda akan lebih sedikit mengudap karena otak memberitahu tubuh bahwa dia tidak butuh lebih banyak makanan," ujar Collins seperti dikutip laman DailyMail.

ANT | ALIA


10.19 | 0 komentar | Read More

5 Risiko Minuman Bersoda pada Kesehatan

Selasa, 01 Januari 2013 | 05:16 WIB

TEMPO.CO , Jakarta - Apakah minuman berkarbonasi atau bersoda membahayakan kesehatan? Apakah minuman ini bisa memicu obesitas yang berujung pada datangnya sejumlah penyakit?

Di sejumlah negara, diskusi dan penelitian soal minuman yang menggelitik mulut ini sudah lama terjadi. Di Indonesia, perdebatan serunya baru dimulai akhir tahun ini.

Berdasarkan U.S. Department of Agriculture, 20 ounce (setengah liter lebih) minuman soda biasa mengandung 227 kalori. Kalori sebanyak ini menyumbang 10 persen dari kebutuhan kalori seorang perempuan dewasa yang ingin menjaga berat badan.

Karena itu, ada yang menganggap minuman bersoda sebagai musuh nomor satu usaha memerangi kegemukan. Mengutip laporan Majalah Tempo edisi Senin 31 Desember 2012, ada lima dampak minuman bersoda pada kesehatan:

1. Mengikis email gigi
Gula dan asam pada minuman ringan dapat dengan mudah mengikis email gigi.

2. Asma
Sodium benzoat yang ditemukan dalam soda dapat mengurangi persediaan potasium, bisa memicu urtikaria, asma, dan eksem.

3. Penyakit hati
Banyak minuman ringan yang mengandung sirup jagung fruktosa dan diasosiasikan dengan meningkatnya risiko sindrom metabolisme, seperti diabetes dan gangguan hati.

4. Gangguan ginjal
Cola mengandung asam fosfor tinggi yang dihubungkan dengan batu ginjal dan masalah ginjal lainnya.

5. Gangguan reproduksi
Kaleng minuman ringan telah tercemar resin yang dikandungnya. Ini mirip seperti virus penyebab kanker yang membawa malapetaka bagi kelenjar endokrin.

DWI WIYANA | AYU PRIMA SANDI | MARIA YUNIAR

Berita terpopuler lainnya:
Cicit Pendiri Las Vegas Jadi Gelandangan
Mourinho Pergi, Madrid Incar Conte
UGM: Jokowi Bisa Adopsi Chicago Mengatasi Banjir


10.19 | 0 komentar | Read More
techieblogger.com Techie Blogger Techie Blogger