Selasa, 01 Januari 2013 | 18:46 WIB
TEMPO.CO, Jakarta -Andara Dhita, 26 tahun, berpikir keras agar anaknya yang baru berusia 14 bulan itu gampang makan. Semula dia mau memberikan kue kering dan camilan instan buat si kecil, tapi dibatalkan. Dia mencoba mencari di Internet makanan yang cocok untuk putrinya itu. Dia pun menjatuhkan pilihan pada produk rumahan dari sebuah katering khusus bayi dan anak.
"Ternyata dia suka. Buat selingan, biar tidak bosan," ujar perempuan yang berbisnis pakaian anak secara online ini kepada Tempo.
Untuk makanan utama si kecil, Andara tetap masak sendiri. Dia berlangganan camilan seperti kue kering atau makaroni sejak dua bulan lalu. Dalam memilih camilan Andara sangat mempertimbangkan takaran gizi, rasa, dan bentuk yang menggugah selera, serta harga yang sesuai.
Andara dan masih banyak lagi ibu-ibu yang peduli terhadap makanan buah hatinya. Tak hanya ibu pekerja kantoran tapi juga ibu rumah tangga yang memanfaatkan jasa katering khusus ini. Peluang inilah yang disambar kakak adik Neura Azzahra, 35 dan Nandra Janniata, 30. Keduanya mendirikan katering khusus untuk bayi dan anak.
Bisnis ini bermula ketika Nandra kesulitan membuatkan makanan buat buah hatinya. Dia lantas mengajak kakaknya untuk mencoba berbisnis katering yang mereka namai Bebitang. Usaha yang dirintis sejak dua tahun lalu itu kini sudah cukup dikenal pelanggannya. Dari dapur yang berlokasi di Graha Bintaro, Jakarta Selatan, mereka mengirimkan paket makanan hangat untuk balita di hingga wilayah Cinere, Pondok Indah, Ciputat, Bumi Serpong Damai City, dan kawasan Bintaro. Mereka mempekerjakan tiga kurir untuk mengantarkan paket itu.
"Kurir mulai berangkat pukul 10.00, mengejar jam makan siang balita. Tapi untuk makanan beku kami antar mulai pukul 14.00," ujar Neura yang ditemui di Ruko Althia Graha Bintaro, Jumat pekan ini.
Bebitang menyasar bayi usia tujuh bulan hingga bayi di bawah lima tahun (balita). Rata-rata para pelanggan adalah ibu-ibu kantoran yang mempunyai balita dan balita yang susah makan. Tetapi ada juga anak usia delapan tahun yang menjadi pelanggan. Dalam sehari rata-rata ada 20 pelanggan katering makanan hangat dan 12 pelanggan makanan beku.
Makanan Bebintang dibuat tanpa bahan pengawet, pewarna buatan, dan penyedap rasa. Untuk warna, mereka mengandalkan bahan alamiah seperti kunyit untuk warna kuning dan daun suji untuk warna hijau Makanan dimasak pagi dan langsung diantarkan begitu matang. Ada pula beberapa makanan camilan seperti nugget, sosis, hidangan laut batangan,dan risoles beku yang bisa tahan hingga sebulan.
Mantan pramugari ini menjelaskan tidak menerima pesanan untuk diet khusus atau anak berkebutuhan khusus. Tetapi masih menerima permintaan untuk anak yang mempunyai alergi tertentu. Biasanya, sebelum menerima pesanan, Neura dan Nandra akan menanyakan apakah si anak punya alergi makanan, bagaimana kemampuan mengunyahnya, dan kesukaan si anak. "Ini penting buat kami sebelum menyajikan menu pesanan," ujarnya.
Untuk menyusun menu, Neura berpedoman pada kebutuhan gizi berdasar piramida gizi makanan. Ada karbohidrat, vitamin, lemak, dan mineral. Latar belakang pendidikan Kesehatan Masyarakat di Universitas Indonesia menjadi bekal utama Neura. Selain itu tentu dia mencari tambahan pengetahuan melalui Internet.
Usaha katering balita juga dijalankan ibu-anak Ranty Heruwanto, 58 dan Inta Heruwanto-Camil, 30. Berdua mereka mengelola usaha katering bayi dan anak dengan nama Mamma Kanin. Usaha ini semula berangkat dari bisnis membuat kue kering dan biskuit untuk anak ketika Inta ketitipan keponakan yang masih balita.
Pelanggan Mamma Kanin adalah ibu-ibu dari bayi mulai enam bulan hingga di atas 12 bulan. Inta mengaku tidak menyediakan ahli gizi untuk menakar kadar gizi dalam menu-menunya. Katering ini juga tidak melayani pemesanan untuk anak-anak berkebutuhan khusus. Kepada pelanggan mereka menginformasikan bumbu dan bahan-bahan untuk menu yang akan dipesan.
"Kalau ada pesan untuk kebutuhan anak autis atau ada penyakit lain, biasanya saya rekomendasikan ke tempat lain," ujar perempuan lulusan sekolah kewirausahaan di Swedia ini.
Baik Bebitang atau Mamma Kanin, dalam membuat makanan bayi menggunakan mentega tanpa rasa (unsalted butter). Mereka juga tidak menambahkan gula dan glutten. Rasa asin, gurih, manis diperoleh dari bahan alamiah. Untuk mempromosikan produknya, keduanya mengandalkan jejaring sosial seperti Facebook atau Twitter dan situs mereka.
DIAN YULIASTUTI
Baca pula Menu Sehat Berbilang Rupiah
Anda sedang membaca artikel tentang
Ini Dia Rantangan untuk Balita
Dengan url
https://metropolitstyl.blogspot.com/2013/01/ini-dia-rantangan-untuk-balita.html
Anda boleh menyebar luaskannya atau mengcopy paste-nya
Ini Dia Rantangan untuk Balita
namun jangan lupa untuk meletakkan link
Ini Dia Rantangan untuk Balita
sebagai sumbernya
0 komentar:
Posting Komentar