Ratusan masyarakat mengantri di stan-stan yang menyediakan bermacam-macam jenis jenang di Kawasan Koridor Ngarsopuro, Solo, Jumat (17/2). Para pengunjung bebas memilih aneka jenang yang disukai secara cuma-cuma dalam rangka untuk memeriahkan peringatan HUT Ke- 267 Kota Solo ini. Tempo/Andry Prasetyo
Senin, 18 Februari 2013 | 08:18 WIB
TEMPO.CO, Surakarta - Jenang sudah menjadi bagian dari keseharian masyarakat Solo. Ada jenang yang hanya hadir di berbagai tradisi masyarakat atau jenang yang muncul setiap hari untuk mengganjal perut di pagi hari.
Wali Kota Surakarta, Hadi Rudyatmo, menilai jenang sudah mulai tergusur oleh berbagai makanan modern. Karena itu, jenang harus dilestarikan dan dijaga agar tidak sampai hilang dari budaya masyarakat Solo.
Hadi mengusulkan jenang bisa masuk ke hotel-hotel berbintang di Solo. "Jenang lemu, jenang tumpang, jenang sumsum, bisa dijual di hotel berbintang," katanya, Ahad, 17 Februari 2013. Menurut dia, jenang tidak kalah lezat dibanding makanan modern.
Dia mengatakan sebagai makanan khas Solo, jenang harus diberi kesempatan untuk disajikan kepada para tamu hotel dan wisatawan yang menginap. "Kalau tidak didorong dan dikenalkan ke masyarakat, jenang bisa hilang," ujarnya.
Masuknya jenang ke hotel-hotel berbintang juga memberi peluang memberdayakan ekonomi masyarakat. Sebab, jenang jadi punya nilai tambah dan pembuatnya mendapat keuntungan lebih banyak.
Tak sekadar disajikan, ada sedikit penjelasan tentang jenang. Misalnya, bahan baku jenang dan kegunaan jenang. Informasi ini akan memberi tambahan pengalaman kepada tamu hotel. Penyajiannya diupayakan memakai alat-alat tradisional. Misalnya, tempatnya memakai takir, yaitu wadah segi empat yang dibuat dari daun. Sendoknya juga memakai irisan daun bernama suru.
Hadi meyakini dengan model penyajian tradisional dan informasi yang cukup soal jenang yang disajikan akan menarik minat tamu hotel mencicipi jenang khas Solo.
Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Surakarta, Abdullah Soewarno, mendukung usulan jenang masuk hotel berbintang, khususnya bintang 3 ke atas. Sebab, bisa mengenalkan makanan tradisional Solo ke tamu hotel. "Berarti jenang bisa dikenal secara nasional dan internasional," katanya.
UKKY PRIMARTANTYO
Berita terpopuler lainnya:
Edsus Ayam Kampus
Ahok: Calo Rusun Marunda Bakal Dipidana
Wiranto Ajak Rekan Harry Tanoe Gabung ke Hanura
Publik Mau Presiden Berikut Tak Urusi Partai
Survei: Publik Makin Ragu dengan Komitmen SBY
65 Persen Pemilih SBY Khawatir Presiden Tak Fokus
Anda sedang membaca artikel tentang
Jenang Diusulkan Masuk Hotel Berbintang
Dengan url
https://metropolitstyl.blogspot.com/2013/02/jenang-diusulkan-masuk-hotel-berbintang.html
Anda boleh menyebar luaskannya atau mengcopy paste-nya
Jenang Diusulkan Masuk Hotel Berbintang
namun jangan lupa untuk meletakkan link
Jenang Diusulkan Masuk Hotel Berbintang
sebagai sumbernya
0 komentar:
Posting Komentar