Webseries Indonesia, Bersuka-cita di Video Online  

Written By Unknown on Minggu, 13 Januari 2013 | 10.19

Minggu, 13 Januari 2013 | 07:45 WIB

TEMPO.CO, Jakarta-Di depan Monumen Nasional pada Oktober tahun lalu, Dennis Adhiswara menjadi host untuk program sulap menghilangkan tugu kebanggaan Indonesia itu. Tontonan sepanjang lima menitan itu kemudian diunggah ke YouTube melalui channel Layaria miliknya. Sejak diunggah sampai kini, tontonan menghibur itu sudah dilihat 10 ribuan pengunjung.

Tontonan serupa juga dilakukan oleh Diwantara Anugerah Putra melalui channel TaraArtsMovie. Ia mengunggah di YouTube sebuah program beragam tutorial membuat efek visual film dengan bahasa Inggris amat fasih. "Penontonnya sudah global. Dia rajanya webseries Indonesia dan dapat uang banyak dari situ," kata Dennis.

Sebagai contoh, untuk tutorial membuat efek tiga dimensi v-ray yang diunggah Tara di YouTube pada November 2011, pengunjungnya sudah 200 ribuan. Mereka mengapresiasi tayangan itu termasuk memuji cara dia mengajarnya yang disebut lebih bagus dari pengguna asli bahasa Inggris.

Webseries, atau tayangan video di internet kini menjadi ajang para kreator video untuk menunjukkan kemampuan mereka. Jika selama ini ide mereka harus terkalahkan oleh selera pasar seperti ketika membuat sinetron, maka melalui media sosial seperti YouTube atau Vlog (video blog), mereka bebas menuangkan seluruh pikiran mereka. Apalagi, dengan biaya produksi yang murah lantaran durasi juga tak lama, karya mereka bisa dilihat di seluruh dunia.

Menurut Dennis, tayangan hiburan melalui internet itu untuk memberikan hiburan alternatif setelah televisi banyak dikepung oleh sinetron yang isinya didominasi dengan adegan saling memaki dan marah-marah. "Kami ingin memberikan tontonan yang menyenangkan melalui video online dan video makernya sendiri bisa bersenang-senang," ujarnya.

Di Indonesia, para pembuat webseries ini baru memiliki satu komunitas yang bernama Komunitas Webseries Indonesia. Sejak dibentuk pada April tahun lalu, anggotanya tercatat sebanyak 453 orang, dengan komposisi 70 persennya berisi para pembuat video. "Mereka sudah terbiasa membuat webseries atau video blog. Sisanya ya para penonton," Dennis menjelaskan.

Komunitas Webseries Indonesia didirikan oleh Dennis, Bonni Rambatan, dan Camelia Jonathan. "Sebelumnya pernah ada komunitas webseries tapi mati," katanya. Menurut dia, keberadaan komunitas sebagai wadah para kreator video online iamat diperlukan.

Sebab, dengan adanya wadah ini, anggota bisa saling bertukar informasi dan mendapatkan dana sebagai ongkos produksi tayangan mereka. "Di YouTube ada program partnership yang membagi keuntungan iklan mereka pada setiap tayangan yang dikunjungi banyak orang," katanya. Komunitas bertindak sebagai mediator antara webseries dan YouTube.

Dennis melalui program Tantang Rasa yang meminta orang lain membuat tantangan untuk ia kerjakan, sudah mendapatkan iklan. "Untungnya bikin tayangan video online biayanya bisa sepersepuluhnya bikin satu jam tayangan di televisi," katanya. "Saya sekali produksi bisa bikin 10 episode dengan biaya Rp 10 juta saja," kata Bonni menimpali. Sarjana Sastra Inggris Universitas Negeri Malang ini sudah membuat 30-an video di channel Cosplaytheseries miliknya.

Pada saat temu darat yang rutin berlangsung dua bulan sekali ini, kerap dimanfaatkan untuk berdiskusi meningkatkan kualitas produksi. "Biasanya dibuka dengan nonton bareng empat sampai enam karya anggota,"kata Camelia yang memiliki channel cjcamjoe untuk menayangkan musik karyanya itu.

Selain berbagi informasi cara mendapatkan iklan dan mempromosikan kreasi para pembuat video, komunitas juga menjadi ajang belajar bereksperimen para seniman visual ini. "Terkadang, kalau kami bertemu, antaranggota saling berbagi proyek membuat program," ujarnya.

Dion Widhiputra, 21 tahun, sudah merasakan manfaat bergabung di komunitas. Sebelum bergabung di komunitas, ia sudah kerap membuat webseries tentang tutorial membuat film. "Tapi kerap terbentur pendanaan," kata sarjana komunikasi ini. Komunitas membantunya mendapatkan akses iklan baru. "Kadang  membuat project bersama teman komunitas lain," kata pemilik channel Exkulfilm ini. Selain itu, menjadi anggota komunitas membantunya mempromosikan tayangan terbaru di channelnya. "Kalau tayangan kita populer kan rasanya senang juga."

Abdul Kohar Zulkarnaen juga merasakan banyak manfaat bergabung di komunitas. Pria 29 tahun yang kerap memvideokan beragam adegan tari di channel Koharotv ini kini lebih percaya diri berada di jalur program berbeda.

ISTIQOMATUL HAYATI


Anda sedang membaca artikel tentang

Webseries Indonesia, Bersuka-cita di Video Online  

Dengan url

https://metropolitstyl.blogspot.com/2013/01/webseries-indonesia-bersuka-cita-di.html

Anda boleh menyebar luaskannya atau mengcopy paste-nya

Webseries Indonesia, Bersuka-cita di Video Online  

namun jangan lupa untuk meletakkan link

Webseries Indonesia, Bersuka-cita di Video Online  

sebagai sumbernya

0 komentar:

Posting Komentar

techieblogger.com Techie Blogger Techie Blogger