Minggu, 30 Desember 2012 | 05:23 WIB
TEMPO.CO , Jakarta: Aprizal Purnama Aji, 15 tahun, memamerkan boneka legong setinggi 60 sentimeter yang terbuat dari kertas. Boneka itu bisa bergerak-gerak lantaran di dalamnya ada mesin baterai. "Yang membuat ini anak umur 10 tahun, lho," ujarnya saat ditemui ketika menjaga ribuan papercraft dan papertoy milik rekan-rekannya dari Komunitas Perikertas di Kota Kasablanka, pertengahan bulan ini.
Ada ribuan replika yang membentuk orang dengan busana daerah dipajang di tiga rak. Pada sisi kanan rak terdapat meja besar yang memamerkan aneka replika dari kertas ukuran agak besar menyerupai legong, pesawat, robot, astronaut, dan bus. Semakin sore, karya yang datang makin banyak.
Hari itu, mereka bermaksud memecahkan rekor Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI) sebagai papercraft—istilah untuk menyebut karya seni dari kertas—terbanyak yang dihasilkan dari kertas bekas dalam satu kurun waktu. "Tahun lalu, ada perusahaan kertas yang bikin permainan seribuan, kami bikin rekor 4.000-an replika," ujar Rauf Raphanus, admin Komunitas Perikertas.
Menurut Rauf, 25 tahun, papercraft merupakan pengembangan dari origami. Ada dua jenis papercraft, yakni papertoy dan papermodel. Papertoy adalah membuat barang didasari imajinasi sendiri dengan skala bebas. Adapun papermodel harus dibuat sedetail mungkin dan dibuat semirip aslinya mungkin dengan skalatis.
Komunitas Perikertas didirikan pada 3 September 2009 oleh Julius Perdana, Arif Suseno, dan Rauf. Komunitas ini bermula dari forum di Kaskus, Facebook, dan kini sudah memiliki situs sendiri di www.perikertas.com.
Jumlah anggota komunitas ini sudah 3.000-an. "Ini menjadi komunitas papercraft dengan anggota terbesar di dunia," katanya. Meski tidak membatasi umur, kebanyakan anggotanya berusia 18-32 tahun. "Ada juga yang umurnya baru 7 tahun dan sudah membuat karya," kata Rauf.
Syarat untuk menjadi anggota komunitas cukup mudah. "Cukup membikin satu papercraft sederhana, tak perlu yang ribet, difoto, lalu diunggah," katanya. Persyaratan yang gampang ini menyebabkan anggota komunitas makin banyak. "Kami hanya ingin mengembangkan papercraft Indonesia," ujar Rauf. Ia menekankan, komunitasnya tidak membuang kertas. "Kami hanya memanfaatkan kertas bekas menjadi karya seni."
Klaim sebagai komunitas papercratt dengan anggota terbanyak sedunia ini, kata Rauf, dapat dilihat pada mesin pencarian kata. Jika memasukkan kata papercraft, paling banyak yang keluar adalah desain dan unggahan Perikertas. "Posting terbanyak itu Indonesia, kedua baru Jepang," ujarnya.
Rauf mengklaim di luar negeri tidak ada komunitas seperti ini. Perikertas merupakan satu-satunya komunitas papercraft di Indonesia. Jadi, bisa dikatakan Perikertas adalah satu-satunya komunitas papercraft di dunia. Jadi, sebenarnya, berapa pun anggotanya, mereka adalah komunitas papercraft terbesar di dunia.
Perikertas terbagi dalam beberapa regional, yakni Bandung, Surabaya, Jakarta, Jogjakarta, Malang, Makassar, Medan, dan Lhokseumawe. Regional dibentuk dengan tujuan memudahkan antar-anggota bisa bertemu membahas desain dan merakitnya.
Tulisan selengkapnya baca Dunia Kertas di Koran Tempo Minggu Edisi Minggu, 30 Desember 2012.
ISTIQOMATUL HAYATI
Terpopuler:
Komunitas Buleut Ajak Anak Main di Luar
Anak Baik Hati Aman dari Bullying
Kemampuan Berbahasa Bantu Anak Kendalikan Marah
Plus Minus Konsultasi Dokter Online
Anda sedang membaca artikel tentang
Kalau Semua Serba Kertas
Dengan url
https://metropolitstyl.blogspot.com/2012/12/kalau-semua-serba-kertas.html
Anda boleh menyebar luaskannya atau mengcopy paste-nya
Kalau Semua Serba Kertas
namun jangan lupa untuk meletakkan link
sebagai sumbernya
0 komentar:
Posting Komentar