Selasa, 23 Oktober 2012 | 05:03 WIB
TEMPO.CO , Jakarta--Pengamatan pada otak menunjukkan bahwa melewatkan sarapan akan membuat tubuh seseorang lebih gemuk. Hasil pengamatan atas 21 orang ini menunjukkan otak lebih tertarik pada makanan berkalori tinggi pada siang karena tidak sarapan. Orang merasa kehilangan sesuatu sehingga mengkonsumsi banyak makanan saat makan siang.
Para ilmuwan mengatakan kondisi tersebut menyebabkan upaya penurunan berat badan menjadi lebih sulit karena "kehilangan makanan" membuat makanan berkalori menjadi lebih menarik. Ahli gizi mengatakan bahwa sarapan dikenal sebagai penahan nafsu makan. Namun, para ilmuwan juga ingin tahu mengenai sesuatu yang terjadi di dalam otak untuk mengubah pilihan jenis makanan seseorang untuk dikonsumsi.
Karena itu para ilmuwan dari Imperial College London melakukan pengamatan terhadap otak dari 20 orang yang berat badannya normal sembari menunjukkan sepaket makanan berkalori.
Pada satu hari penelitian, mereka tidak diberi sarapan sebelum diamati otaknya dan pada hari yang lain mereka diberi sarapan berat, sekitar 1,5 jam sebelum otaknya diamati. Hasilnya, seperti yang dipresentasikan di konferensi Neuroscience 2012 menunjukkan bahwa otak berubah ketika merespon makanan berkalori tinggi tetapi tidak berubah saat melihat makanan rendah kalori.
"Melalui kedua hasil pengamatan otak partisipan dan mengobservasi jumlah makan siang mereka, kami menemukan bukti yang cukup bahwa berpuasa membuat orang lebih lapar dan meningkatkan keinginan untuk mengkonsumsi makanan tinggi kalori dan jumlah yang dimakan," ujar Dr. Tony Goldstone dari Imperial College London seperti dikutip BBC 17 Oktober 2012.
"Salah satu alasan sulitnya menurunkan berat badan adalah karena tingginya keinginan untuk mengkonsumsi makanan berkalori tinggi," ujar Goldstone menambahkan.
Dr Catherine Hankey, seorang pengajar senior di bidang nutrisi di University of Glasgow, mengatakan bahwa hasil riset ini menunjukkan bahwa sarapan pagi mengurangi nafsu makan dan hasil riset terbaru ini dinilainya sangat menarik. Ia menambahkan bahwa sarapan pagi ada hubungannya dengan level kadar gula darah stabil yang "membuat Anda tetap semangat dan fokus".
BBC I ARBA''IYAH SATRIANI
Baca juga:
Biar Osteoporosis Tak Gampang Mampir
Ancaman Tulang Keropos Kian Nyata
Mau Hindari Penyakit? Cuci Tanganlah
Katarak, Penyebab Kebutaan Terbesar
Beratnya Murid Menanggung Beban Sekolah
Olahraga Bikin Remaja Obesitas Lebih Pede
Anda sedang membaca artikel tentang
Begini Dampak Jika Sarapan Pagi Dilewatkan
Dengan url
https://metropolitstyl.blogspot.com/2012/10/begini-dampak-jika-sarapan-pagi.html
Anda boleh menyebar luaskannya atau mengcopy paste-nya
Begini Dampak Jika Sarapan Pagi Dilewatkan
namun jangan lupa untuk meletakkan link
Begini Dampak Jika Sarapan Pagi Dilewatkan
sebagai sumbernya
0 komentar:
Posting Komentar