Diberdayakan oleh Blogger.

Popular Posts Today

Delapan Fakta Virus Mematikan Ebola

Written By Unknown on Minggu, 06 April 2014 | 10.19

TEMPO.CO, Conakry - Wabah penyakit yang disebabkan oleh virus Ebola, saat ini hanya disebut dengan nama Ebola virus disease (EVD), di Guinea, Afrika Barat, telah menewaskan 78 orang. Kasus baru dikonfirmasikan terjadi di beberapa lokasi di Guinea, termasuk Ibu Kota Conakry, dan menyebar ke Liberia dan Mali.

Berbeda dengan wabah sebelumnya, EVD kali ini menyebar dengan sangat cepat. Beberapa negara tetangga Guinea mulai khawatir virus ini akan sampai ke wilayah mereka. Kekhawatiran ini membuat beberapa negara menutup perbatasan dengan Guinea.

Sebelumnya, EVD dikenal sebagai Ebola haemorrhagic fever. Wabah pertama muncul di desa terpencil di Afrika Tengah dan Barat, yang berbatasan dengan hutan hujan tropis. Virus menjangkiti manusia dengan perantaraan hewan liar, dan dengan cepat ditularkan antarmanusia.

Kelelawar pemakan buah dari famili Pteropodidae dianggap sebagai penyebar virus ini. Pada manusia, tingkat kefatalan EVD mencapai 90 persen.

Ebola pertama menyebar pada 1976 dengan dua wabah di Nzara, Sudan, dan Yambuku di Republik Demokratik Kongo. Daerah yang terjangkit berada di aliran Sunga Ebola, yang kemudian dijadikan nama penyakit ini.

Berikut delapan fakta yang perlu diketahui tentang virus ini:

1. Organisasi Kesehatan Dunia ( WHO ) menyebutnya sebagai "salah satu penyakit yang paling mematikan yang dikenal manusia".

2. Penyakit ini dapat membunuh hingga 90 persen orang yang terinfeksi. Di antara lebih dari 1.800 kasus Ebola yang pernah ditemukan, hampir 1.300 pasiennya meninggal.

3. Wabah terjadi terutama di desa-desa terpencil di Afrika Barat dan Tengah, dekat hutan hujan tropis.

4. Ebola bisa menyerang baik manusia maupun hewan. Ebola ditularkan melalui darah, sekresi, atau cairan tubuh lainnya. Kelelawar buah dianggap sebagai inang virus Ebola.

5. Ebola menyebar dengan cepat melalui penularan dari manusia ke manusia. Pekerja perawatan kesehatan sering terinfeksi saat merawat pasien Ebola. Diagnosis pertama penyakit ini kerap sama dengan penyakit malaria.

6. Gejala sering kali baru muncul dua sampai 21 hari setelah orang terpapar. Gejala awal seperti ruam dan mata merah sangat umum sehingga sulit untuk mendiagnosis penyakit ini pada tahap awal.

7. Virus ini menyebar dalam darah dan melumpuhkan sistem kekebalan tubuh. Ebola sering ditandai oleh demam mendadak, kelemahan yang intens, nyeri otot, sakit kepala, dan sakit tenggorokan. Gejala ini diikuti dengan muntah, diare, ruam, gangguan fungsi ginjal serta hati, dan dalam beberapa kasus, terjadi perdarahan internal ataupun eksternal seperti dari hidung atau melalui urine.

8. Hingga saat ini belum ditemukan pengobatan ataupun vaksin untuk penyakit ini.

TST | WHO | REUTERS | TRIP B
 


10.19 | 0 komentar | Read More

Khasiat Obat Herbal Tergantung Cara Tanamnya  

TEMPO.CO, Jakarta - Tidak semua obat herbal yang berasal dari satu tanaman berjenis sama memiliki khasiat yang sama pula. Menurut dokter spesialis penyakit dalam yang juga Ketua Perkumpulan Dokter Herbal Medik Indonesia, Arijanto Jonosewojo, khasiat obat herbal dipengaruhi oleh cara menanam, memanen, dan mengolah serta lahan tanaman tersebut.

"Misalnya temulawak, yang mengandung zat curcumin, yang ditanam di Jakarta akan berbeda khasiatnya dengan yang ditanam di lahan Jawa," kata Arijanto dalam konferensi pers yang digelar di Hotel Ritz-Carlton Jakarta, Sabtu, 5 April 2014.

Arijanto mengatakan ada cara tersendiri untuk mengekstrak zat aktif tumbuhan herbal. Misalnya dengan alkohol atau air. Ada beberapa tumbuhan herbal yang zat aktifnya menjadi lebih bekerja dan mengenai sasaran bila diekstrak dengan menggunakan air.

"Karena itu, dulu nenek moyang kita sering merebus tumbuh-tumbuhan herbal dengan air, rupanya itu salah satu cara konvensional yang terbukti secara ilmiah sangat baik untuk mengekstraks tumbuhan," ujar Arijanto.

Arijanto juga mengungkapkan obat herbal yang baik adah yang berasal dari ramuan tradisional nenek moyang. "Sebab, ramuan tradisional dari nenek moyang sudah melewati jangka pembuktian yang cukup lama. Ini lebih bisa dipercaya dibandingkan herbal-herbal yang baru muncul," ujarnya.

CHETA NILAWATY

Terpopuler:

Inspirasi Gaya Modern Wanita Liberal Tahun 1970-an
Ragam Tenun dengan Proses Batik dari Alleira
Gejala Autisme Muncul Sebelum Bayi Dilahirkan  


10.19 | 0 komentar | Read More

Inspirasi Gaya Modern Wanita Liberal Tahun 1970-an

Written By Unknown on Sabtu, 05 April 2014 | 10.19

TEMPO.CO, Jakarta - Dalam Fashion Nation 2014 yang digelar di Senayan City pada Rabu, 2 April 2014, label busana ready-to-wear, May&June, menyajikan kecantikan floral print khas dan orisinal. Dengan tema "Sunset Boulevard", koleksi kali ini terilhami oleh gaya 1970-an.


Koleksi kali ini menampilkan busana musim semi dan panas 2014 dan preview koleksi Ramadan, tema Marrakesh Express. Koleksi Ramadan ini menampilan corak bunga warna-warna permen dengan motif retro.

Dekade 1970-an diyakini memiliki keindahan yang merangkum modernitas wanita yang berkepribadian liberal, kreatif, dan bebas berekspresi. Dengan mengamati keindahan mode secara luas, "Kebebasan berekspresi terlihat dalam panduan floral print berkesan klasik dipadu dengan tampilan monokrom hitam, putih, dan pastel cerah," kata Ivana Tanujaya dari label May&June.

Adapun pilihan bahannya mengutamakan sisi kenyamanan melalui crepe silk, light weight, cotton silk, stretch cotton silk, dan chiffon, sehingga menjadi panduan karakter berani dan ekspresif yang tetap klasik. Koleksi May&June ini juga menyajikan  wide leg pants yang bermotif cetak serta dress berwarna neon andalan. 

HADRIANI P

Berita Terpopuler
Ukuran Bahagia: Pelesir dengan Anak atau Beli Mobil
Efek Minuman Berkarbonasi dan Kanker Kerongkongan
Berkemih di Kolam Renang Bahayakan Kesehatan
Cokelat Justru Bikin Langsing


10.19 | 0 komentar | Read More

Delapan Fakta Virus Mematikan Ebola

TEMPO.CO, Conakry - Wabah penyakit yang disebabkan oleh virus Ebola, saat ini hanya disebut dengan nama Ebola virus disease (EVD), di Guinea, Afrika Barat, telah menewaskan 78 orang. Kasus baru dikonfirmasikan terjadi di beberapa lokasi di Guinea, termasuk Ibu Kota Conakry, dan menyebar ke Liberia dan Mali.

Berbeda dengan wabah sebelumnya, EVD kali ini menyebar dengan sangat cepat. Beberapa negara tetangga Guinea mulai khawatir virus ini akan sampai ke wilayah mereka. Kekhawatiran ini membuat beberapa negara menutup perbatasan dengan Guinea.

Sebelumnya, EVD dikenal sebagai Ebola haemorrhagic fever. Wabah pertama muncul di desa terpencil di Afrika Tengah dan Barat, yang berbatasan dengan hutan hujan tropis. Virus menjangkiti manusia dengan perantaraan hewan liar, dan dengan cepat ditularkan antarmanusia.

Kelelawar pemakan buah dari famili Pteropodidae dianggap sebagai penyebar virus ini. Pada manusia, tingkat kefatalan EVD mencapai 90 persen.

Ebola pertama menyebar pada 1976 dengan dua wabah di Nzara, Sudan, dan Yambuku di Republik Demokratik Kongo. Daerah yang terjangkit berada di aliran Sunga Ebola, yang kemudian dijadikan nama penyakit ini.

Berikut delapan fakta yang perlu diketahui tentang virus ini:

1. Organisasi Kesehatan Dunia ( WHO ) menyebutnya sebagai "salah satu penyakit yang paling mematikan yang dikenal manusia".

2. Penyakit ini dapat membunuh hingga 90 persen orang yang terinfeksi. Di antara lebih dari 1.800 kasus Ebola yang pernah ditemukan, hampir 1.300 pasiennya meninggal.

3. Wabah terjadi terutama di desa-desa terpencil di Afrika Barat dan Tengah, dekat hutan hujan tropis.

4. Ebola bisa menyerang baik manusia maupun hewan. Ebola ditularkan melalui darah, sekresi, atau cairan tubuh lainnya. Kelelawar buah dianggap sebagai inang virus Ebola.

5. Ebola menyebar dengan cepat melalui penularan dari manusia ke manusia. Pekerja perawatan kesehatan sering terinfeksi saat merawat pasien Ebola. Diagnosis pertama penyakit ini kerap sama dengan penyakit malaria.

6. Gejala sering kali baru muncul dua sampai 21 hari setelah orang terpapar. Gejala awal seperti ruam dan mata merah sangat umum sehingga sulit untuk mendiagnosis penyakit ini pada tahap awal.

7. Virus ini menyebar dalam darah dan melumpuhkan sistem kekebalan tubuh. Ebola sering ditandai oleh demam mendadak, kelemahan yang intens, nyeri otot, sakit kepala, dan sakit tenggorokan. Gejala ini diikuti dengan muntah, diare, ruam, gangguan fungsi ginjal serta hati, dan dalam beberapa kasus, terjadi perdarahan internal ataupun eksternal seperti dari hidung atau melalui urine.

8. Hingga saat ini belum ditemukan pengobatan ataupun vaksin untuk penyakit ini.

TST | WHO | REUTERS | TRIP B
 


10.19 | 0 komentar | Read More

Efek Minuman Berkarbonasi dan Kanker Kerongkongan

Written By Unknown on Jumat, 04 April 2014 | 10.19

TEMPO.CO, Jakarta - Studi literatur yang dilakukan oleh SEAFAST Center mengerucutkan fokusnya pada tiga jenis penyakit yang sering salah dipersepsikan oleh masyarakat sebagai dampak dari mengkonsumsi minuman ringan berkarbonasi, yakni kesehatan gigi, refluks gastroesofagus, serta kanker esofagus (kerongkongan).

Karbonasi dan kesehatan mulut, berdasarkan hasil riset, tidak dapat dijadikan penyebab tunggal kerusakan gigi yang terjadi. Studi klinis menunjukkan rusaknya enamel gigi lebih disebabkan faktor lainnya yang memudahkan keasaman air liur meningkat dengan cepat, seperti penderita karies atau gigi berlubang.

Dengan demikian, tingkat keasaman tinggi yang juga terdapat pada produk makanan dan minuman lain yang tidak berkarbonasi perlu diperhatikan. Menjaga kesehatan gigi merupakan faktor penting terhadap kesehatan gigi.

Temuan terakhir hasil penelusuran literatur pada beberapa artikel medis memusatkan perhatian pada dampak lanjut dari penyakit GERD (Gastroesophageal Reflux Disease), yaitu meningkatnya risiko timbulnya kanker esofagus atau kerongkongan.

Kanker kerongkongan atau esophageal cancer menduduki peringkat kedelapan yang umum dijumpai di seluruh dunia. Menurut Dr Puspo Edi Giriwono, peneliti dari SEAFAST Center, hasil studi menegaskan bahwa tidak ada keterkaitan konsumsi minuman berkarbonasi dengan kanker esofagus.

"Faktor risiko dominan lainnya, merokok, konsumsi minuman beralkohol, kurang olahraga, obesitas, dan obat tertentu," kata Puspo. Berdasarkan hasil penelusuran berbagai artikel ilmiah tentang dampak karbonasi terhadap kesehatan saluran pencernaan, tidak ditemukan adanya korelasi antara karbonasi dalam minuman dan kesehatan saluran pencernaan.

Faktor yang menyebabkan penyakit pada saluran cerna sangat kompleks sehingga tidak bisa disimpulkan minuman ringan berkarbonasi menyebabkan terjadinya penyakit-penyakit tersebut. (Baca: Ini yang Terjadi pada Tubuh Saat Minum Soda)

Mengenai efek karbonasi dalam minuman terhadap kesehatan lambung, Dr dr Ari Fahrial Syam, SpPD-KGEH, MMB, pakar gastroenterologi dari Universitas Indonesia, menambahkan, "Secara penelitian klinis juga memperlihatkan bahwa konsumsi minuman berkarbonasi oleh seseorang dalam kondisi yang sehat, dalam jumlah yang wajar, tidak akan menimbulkan gangguan terhadap kesehatan lambung," kata dia.

Hasil studi literatur SEAFAST Center akan mulai dipublikasikan pada April 2014 mendatang agar dapat menjadi informasi bagi masyarakat luas.

EVIETA FADJAR

Berita Terpopuler
Penggunaan Alat Handsfree Tetap Berbahaya bagi Pengemudi
Anak Populer Bisa Jadi Target Bullying 
Pencernaan Sehat, Dukung Pertumbuhan Otak Optimal
Inspirasi Ranah Minang Karya Stephanus Hamy


10.19 | 0 komentar | Read More

Ukuran Bahagia: Plesir dengan Anak atau Beli Mobil

Ribuan pengunjung memanfaatkan liburan akhir tahun dengan berekreasi bersama keluarga di Monas, Jakarta, (1/1). TEMPO/Aditia Noviansyah

TEMPO.CO , Jakarta: Tinggalkan pekerjaan, ajaklah anak dan istri berjalan-jalan di akhir pekan. Bagi yang masih jomblo, berplesiranlah dengan kerabat atau teman keliling kota atau lakukan outdoor activity.

Praktek-praktek semacam itu ternyata membuat orang lebih berbahagia, ketimbang membeli barang seperti mobil, sepeda motor atau kapal pesiar. Ini merupakan kesimpulan  riset dengan responden warga Amerika. (Baca: PBB: Kebahagiaan Lebih Penting dari Kekayaan)

"Orang sebenarnya tahu dan memprediksi secara akurat bahwa pengalaman-pengalaman hidup akan membuat mereka menjadi lebih bahagia," kata penulis hasil riset, Ryan Howell, associate professor of psychology di San Fransisco State University. (Baca: PBB Rayakan Hari Kebahagiaan Internasional)

Ringkasan studi ini dimuat dalam situs Health Day edisi 2 April 2014. Tim peneliti mewawancarai responden, sebelum dan sesudah mereka membeli barang. Responden tidak memperkirakan berapa nilai uang yang diperoleh di luar pengalaman hidup.

Memang, mereka tahu bahwa pengalaman bisa membuatnya lebih bahagia tetapi mereka masih mempersepsikan bahwa barang-barang yang sifatnya materi lebih bernilai.
Salah satu alasannya, pengalaman hidup hanya menawarkan kenangan, sementara orang tahu nilai sebenarnya dari barang-barang material mereka. (Baca: 10 Hal Sederhana Rayakan Hari Kebahagiaan Dunia)

Kita secara alami mengasosiasikan nilai ekonomis dengan barang yang akan dibeli. Contohnya membeli mobil dengan harga bervariasi sesuai merek, jenis dan spesifikasi. Namun kita mengalami kesulitan mengestimasikan nilai ekonomi yang akan kita peroleh dari kenangan kita.  "Kebahagiaan bukanlah sesuatu yang fana, emosi positif yang kita alami atas momen tertentu,"  kata Howell.

HEALTHDAY | ARBA'IYAH SATRIANI


10.19 | 0 komentar | Read More

Artis Ini Punya Cara Dongkrak Pamornya yang Redup

Written By Unknown on Kamis, 03 April 2014 | 10.19

TEMPO.CO, Jakarta - Dunia artis memang cepat sekali berputar. Artis yang tadinya berada di puncak kejayaan tiba-tiba turun pamor karena tersandung masalah. Contohnya Luna Maya, presenter dan pelakon, yang terbelit skandal video porno. Atau perputaran waktu, munculnya artis yang baru tentunya lebih segar.

Menurut pengamat mode Sonny Muchlison, banyak artis turun pamor saat ini mencoba mencari sensasi dengan penampilan berbeda. Mengganti gaya merupakan hal yang biasa bagi sebagian artis yang pamornya sudah meredup. Sony menunjuk salah satu pedangdut yang sempat fenomenal tapi kini hanya sebagai salah satu juri dalam ajang pencarian bakat.

"Kalau menurut saya, dia masuk kategori artis tak lagi laku. Namun, biar masih dibilang eksis, bikin sensasi baru. Caranya dengan perubahan atau gonta-ganti gaya," kata Sonny tanpa menjelaskan siapa biduan dangdut yang dia maksud kepada Tempo, Jumat malam, 28 Maret 2014, di Taman Ismail Marzuki, Jakarta.

Pengamat gaya hidup, kecantikan, dan mode ini mengatakan tak hanya pesohor lokal, pesohor dunia pun melakukan hal yang sama. Dia mencontohkan Cher, yang usianya bertambah dan kariernya tak lagi moncer, tetap melakukan sensasi baru supaya orang masih mengingat dan menganggapnya penting.

"Cher melakukan operasi dengan laser yang sangat bagus pada bagian perutnya sehingga selalu tampak rata meski usianya melebihi setengah baya. Hal begini banyak dilakukan para artis, termasuk Indonesia yang ikut melakukan hal serupa," kata Sonny.

Menurut Sonny, meski pamor pedangdut itu sudah meredup, dia diselamatkan oleh bisnisnya yang semakin sukses. "Kebetulan dia punya bisnis bagus yang masih bisa digunakan demi menunjang dan mengembalikan eksistensinya. Caranya dengan melakukan perubahan gaya dan penampilan baru. Sah-sah saja, namanya juga usaha, ya, kan," kata Sonny.

HADRIANI PUJIASTUTI

Berita Lain:
Agnes Monica Artis Terpopuler di MTV 
Video Musik Coke Bottle, Agnez Mo Tayang Hari Ini 
The Raid Dilarang Tayang di Malaysia 


10.19 | 0 komentar | Read More

Indonesia Dinilai Berperan Besar Menjaga Kesehatan  

Sejumlah siswa melihat rekannya yang disuntik imunisasi Difteri Tenanus (DT) dan Tetanus difteri (Td) di SDN Torongrejo II, Temas, Batu, Jawa Timur, (14/11). Imunisasi ini merupakan salah satu upaya untuk memutus mata rantai penularan penyakit. TEMPO/Aris Novia Hidayat

TEMPO.CO, Jakarta - Badan Kesehatan Dunia atau WHO pekan lalu memberikan sertifikat bebas polio serta penghargaan kepada Indonesia yang dinilai mampu mengeliminasi tetanus pada ibu dan bayi hingga akhir tahun ini.

Dengan pencapaian prestasi tersebut, menurut Direktur Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) kantor Kementerian Kesehatan, Tjandra Yoga Aditama, Indonesia tercatat di WHO sebagai negara yang mengimplementasikan penuh International Health Regulation (IHR).

Menurut Tjandra, IHR mulai diperkenalkan di Indonesia pada 2007. Kesempatan itu juga diberikan kepada seluruh negara untuk mempersiapkan core capacities (kapasitas inti) agar mampu memenuhi standar IHR. (Baca juga: WHO Menyatakan Indonesia Bebas Polio).

Menurut dia, dalam lima tahun terakhir ini, hanya Indonesia dan Thailand yang mampu mengimplementasi penuh IHR. "International Health Regulation (IHR) adalah aturan dunia bagaimana mencegah penyakit dan masalah kesehatan. Pengakuan bahwa Indonesia mampu, menunjukkan peran besar dalam menjaga kesehatan internasional di dunia," katanya.

Dalam pelaksanaannya, kata Tjandra, tentu melibatkan dinas kesehatan, rumah sakit, puskesmas, dan masyarakat setempat yang bertujuan mendeteksi dan menanggulangi kesehatan publik yang menjadi keprihatinan internasional.

HADRIANI P

Berita terpopuler lainnya:
3 Insiden Ini Bikin Heboh Saat SBY Berkampanye
PPATK Kritik Cara KPK Tangani Adik Ratu Atut
Telat Ngantor, Jokowi: Pemimpin Kok Diabsen
Kata Ahok Soal Sumbangan Rp 60 M Prabowo di Pilgub


10.19 | 0 komentar | Read More

Habiskan Waktu Nonton Televisi, Picu Masalah Anak

Written By Unknown on Rabu, 02 April 2014 | 10.19

TEMPO.CO, New York - Cara orangtua memantau kebiasaan anak-anak mereka menonton televisi dan video game ternyata ada hubungannya dengan prestasi anak-anak tersebut di sekolah. Hubungan anak-anak tersebut dengan teman sebaya bisa mempengaruhi berat tubuhnya, demikian sebuah studi mengungkapkan.

"Ini memang efek yang kecil, tetapi yang paling menarik dari hasil studi ini adalah kami melacak anak-anak tersebut dari waktu ke waktu dan efek ini terbangun," kata ketua penulis hasil riset dan psikolog di Iowa State University, Douglas Gentile, seperti dikutip Reuters edisi 31 Maret 2014.

Menurut Gentile, para ilmuwan tidak bisa mengatakan bahwa anak-anak akan mengalami kenaikan berat badan setiap kali menonton televisi atas izin orang tuanya. Tetapi ada perubahan yang bisa diukur yang kemungkinan para orang tua tidak memperhatikannya. "Ini memang kecil tetapi perubahan kecil ini terakumulasi sepanjang waktu," cetus dia.

Gentile dan rekan-rekannya yang menulis di JAMA Pediatrics mengungkapkan bahwa penelitian sebelumnya menemukan bahwa anak-anak menghabiskan lebih banyak waktu untuk menonton televisi, film, dan bermain video game dibandingkan aktivitas lainnya selain tidur. Peningkatan waktu terpapar layar (screen time) ada hubungannya dengan sejumlah masalah pada anak-anak, termasuk kurangnya waktu tidur dan prestasi sekolah serta kelebihan berat badan.

American Academy of Pediatrics merekomendasikan bahwa anak-anak yang berusia lebih dari dua tahun paling banyak terpapar screen time antara satu hingga dua jam. Para ilmuwan mencatat bahwa banyak anak yang melebihi rekomendasi tersebut. Studi ini melibatkan 1.323 anak-anak dari Iowa dan Minnesota. Data dikumpulkan dari mereka, orang tua mereka dan sekolah mereka.

Secara keseluruhan, para ilmuwan menemukan bahwa orang tua yang bertindak keras pada screen time anak-anaknya, membatasi waktu mereka menonton dan membicarakan pertunjukan di televisi, ternyata anak-anaknya lebih berprestasi di sekolah, lebih cukup waktu tidurnya dan tidak seagresif temannya yang lain.

Tidur cukup juga ada kaitannya dengan skor body massa index (BMI) yang lebih rendah di antara anak-anak  yang merupakan pengukur berat tubuh dikaitkan dengan tinggi badan.

REUTERS I ARBA'IYAH SATRIANI

Berita Lain:
Konser yang Paling Diingat GIGI: Yogya
Filosofi Jawa Kuno Tujuh Bulanan Arumi Bachsin
Video Musik Coke Bottle, Agnez Mo Tayang Hari Ini 
Mimpi GIGI di Ultah ke-20, Tampil di Kecamatan

 


10.19 | 0 komentar | Read More

Buah dan Sayuran Dapat Kurangi Risiko Kematian  

TEMPO.CO, London - Makan banyak buah-buahan dan sayuran dapat secara substansial mengurangi risiko kematian. Dalam sebuah studi, peneliti menganalisis kebiasaan makan lebih dari 65 ribu orang di Inggris antara 2001 dan 2013. Mereka menemukan bahwa orang yang makan tujuh porsi atau lebih buah-buahan dan sayuran segar setiap hari memiliki risiko kematian pada usia berapa pun 42 persen lebih rendah dibanding mereka yang makan kurang dari satu porsi per hari.

Risiko kematian berkurang hingga 36 persen pada mereka yang mengonsumsi 5-7 porsi, 29 persen dengan 3-5 porsi, dan 14 persen dengan 1-3 porsi, menurut temuan yang dipublikasi di Journal of Epidemiology and Community Health ini.

"Kita semua tahu bahwa makan buah dan sayuran sehat, tetapi ukuran efeknya sungguh mengejutkan," kata seorang peneliti, Oyinlola Oyebode, di Departemen Epidemiologi dan Kesehatan Masyarakat dari University College London. "Jika Anda senang untuk camilan wortel atau sayuran lain, maka itu adalah pilihan yang besar. Tetapi jika Anda suka sesuatu yang manis, pisang atau buah apa pun juga bagus."

Para peneliti mengatakan temuan mereka menunjukkan bahwa makan tujuh porsi atau lebih buah dan sayuran mengurangi risiko kematian akibat penyakit jantung sebesar 31 persen dan risiko kematian akibat kanker sebesar 25 persen.

Secara keseluruhan, sayuran memiliki manfaat kesehatan yang lebih kuat dari buah. Setiap porsi harian sayuran segar mengurangi risiko kematian secara keseluruhan sebesar 16 persen, dibandingkan dengan 13 persen per porsi salad dan 4 persen per porsi buah segar, kata para peneliti.

Namun, penelitian ini tidak menemukan manfaat kesehatan yang signifikan dari jus buah, buah kalengan, atau buah beku. Mereka bahkan merekomendasikan untuk tak mengkonsumsinya. "Hampir semua buah kalengan mengandung kadar gula tinggi dan varietas yang lebih murah yang dikemas dalam sirup," kata Oyebode. "Dampak kesehatan negatif dari gula mungkin lebih besar daripada manfaatnya."

BBC | TRIP B

Topik terhangat:
MH370 | Kampanye 2014 | Jokowi | Prabowo| Lumpur Lapindo

Berita terpopuler lainnya:
3 Insiden Ini Bikin Heboh Saat SBY Berkampanye
PPATK Kritik Cara KPK Tangani Adik Ratu Atut
Telat Ngantor, Jokowi: Pemimpin Kok Diabsen
Kata Ahok Soal Sumbangan Rp 60 M Prabowo di Pilgub


10.19 | 0 komentar | Read More
techieblogger.com Techie Blogger Techie Blogger