Diberdayakan oleh Blogger.

Popular Posts Today

Awas, Bahaya Berkirim SMS sambil Jalan Kaki

Written By Unknown on Jumat, 31 Januari 2014 | 10.19

TEMPO.CO, New York - Semakin banyak bukti yang menunjukkan bahwa berjalan kaki sambil mengirim teks (pesan pendek di telepon seluler - ponsel) berisiko bagi seseorang. Para ilmuwan menemukan bahwa melakukan kegiatan itu secara bersamaan berpengaruh pada postur dan keseimbangan tubuh, serta bisa menyebabkan tubuh seseorang miring dan berjalan lebih perlahan, demikian hasil temuan yang dipublikasikan di PLoS One edisi 22 Januari 2014.

"Berkirim teks dan juga membaca teks di ponsel Anda mempengaruhi kemampuan Anda untuk berjalan dan menjaga keseimbangan. Hal ini bisa berdampak pada keamanan seseorang yang berkirim teks dan berjalan di saat yang bersamaan," ujar Siobhan Scharbrun, dari University of Queensland seperti dikutip situs Health Day edisi 22 Januari 2014.

Scharbrun dan rekan-rekannya meneliti efek dari berkirim teks ketika berjalan kaki yang dilakukan oleh 26 orang sehat. Masing-masing orang diminta untuk berjalan kaki di jalan lurus selama tiga kali, sekali tanpa ponsel, kedua tanpa membaca teks di ponsel dan ketiga sembari berkirim teks di ponsel.

Berkirim dan membaca teks, mengubah gerakan tubuh seseorang ketika berjalan kaki. Ketika seseorang menuliskan teks, ia akan berjalan kaki lebih lambat, miring lebih sering dan menggerakkan leher lebih sedikit ketimbang saat mereka berjalan kaki tanpa mengirimkan teks atau membaca teks.

Selain itu, ada juga efek dari gerakan kepala saat berkirim teks atau membaca teks yang bisa membuat keseimbangan lebih sulit dilakukan, ungkap para peneliti. Ditambahkan para ilmuwan bahwa mengirimkan teks atau membaca teks pada ponsel bisa meningkatkan risiko bagi para pejalan kaki saat melintasi jalan atau mencoba untuk menghindari rintangan di depannya.

HEALTH DAY I ARBA'IYAH SATRIANI

Berita Lain:
Keith Urban Bangga pada Dua Anaknya 
Hellen Mirren Raih Penghargaan Tertinggi BAFTA 
Justin Bieber Tak Pedulikan Petisi Pengusirannya
Pendukung Justin Bieber Bikin Petisi Tandingan
Petisi Usir Bieber dari AS Diteken 100 Ribu Orang


10.19 | 0 komentar | Read More

Masuk Tahun Kuda Kayu, Waspadai Bencana Api  

Sejumlah warga keturunan Tionghoa melakukan sembahyang di kawasan Klenteng Dharma Bhakti, Petak Sembilan Glodok, Jakarta Barat, Jumat (31/1). Ribuan warga memadati Klenteng tersebut untuk bersembahyang sekaligus untuk merayakan Tahun Baru Imlek ke 2565. TEMPO/Fajar Januarta

TEMPO.COSydney - Tepat hari ini, Kamis, 31 Januari 2014, seluruh dunia merayakan Hari Raya Imlek--atau yang dikenal juga dengan Tahun Baru Cina. Pada 2565, penanggalan lunar memasuki tahun kuda kayu. Seorang astrolog Cina dan ahli feng shui yang kini berdomisili di Sydney, Lok Tin, memperkirakan ada bencana di negara bagian selatan dunia pada tahun ini.

Menurut Lok, seperti dikutip dari laman Sydney Morning Herald, akan ada bencana yang melibatkan api. "Kuda kayu merupakan energi api," katanya.

Ia menuturkan, saat memasuki tahun kuda kayu, beberapa bencana yang berhubungan dengan api benar-benar terjadi. "Kebakaran di kawasan Australia bagian selatan, misalnya," tutur Tin. Menurut dia, pada tahun ini kebakaran bisa melanda di Amerika Selatan dan Selandia Baru bagian selatan.

"Karena energi api begitu kuat, kita akan mendapatkan banyak masalah kebakaran, seperti gunung berapi dan protes tembakan yang akan sangat keras," ujar Tin.

Pada tahun kuda sebelumnya, memang beberapa peristiwa besar yang berhubungan dengan api telah terjadi. Tin mencontohkan, pada 1894 perang Sino-Jepang meletus. "Masalah kebakaran" ini identik dengan api. Kemudian pada 1954, AS dan Uni Soviet melakukan tes bom nuklir.

Meski banyak yang memandang skeptis mengenai astrologi Cina, hal ini sudah mendarah daging dan menjadi budaya yang tak bisa lepas begitu saja. Masalah percaya atau tidak dan benar atau tidak, semuanya dikembalikan kepada pribadi masing-masing.

Intinya perayaan ini (Imlek) merupakan tradisi sebagai ajang kumpul keluarga untuk menyantap hidangan istimewa di hari terakhir tahun 2564.

ANINGTIAS JATMIKA | SMH

Berita Lainnya
Kasus Deddy Corbuzier, Waspada Latihan Beban
Inilah 10 Besar Finalis Puteri Indonesia 2014
Lima Besar Finalis Puteri Indonesia 2014
Makanan Berlemak, Hidung Menjadi Penentunya


10.19 | 0 komentar | Read More

OCD, Diet Tanpa Menghindari Makanan Berlemak

Written By Unknown on Kamis, 30 Januari 2014 | 10.19

TEMPO.CO, Jakarta - Diet OCD yang dicetuskan oleh Master Mentalist, Deddy Corbuzier, begitu hangat diperbincangkan sepanjang tahun lalu. Kala itu, OCD menjadi sangat populer karena menawarkan program diet tanpa larangan memakan makanan berlemak dan berkolestrol tinggi.

Hal ini memang tidak bisa dipungkiri, banyaknya pengakuan yang sudah pernah membuktikan perubahan dari cara diet ini, membuat orang ingin mencoba.

Deddy Corbuzier, salah satu bukti yang bisa dijadikan contoh keberhasilan diet ini. Sebelumnya badan Deddy Corbuzier gemuk, namun sekarang badan sang master terlihat kencang dan berotot.(Baca : Isu Lumpuh Akibat OCD, Deddy Corbuzier: Bodoh )

Dalam diet ala Deddy ini, Anda dibebaskan makan-makanan yang mengandung kolestrol dan karbohidrat tinggi tetapi ada batasan waktu tertentunya (rentan jendela waktu khusus). Maksudnya, selama jeda waktu makan yang dianjurkan oleh sang master maka Anda dapat menyantap aneka macam makanan berkarbohidrat tinggi, maupun makanan yang mengandung kolestrol. Dan pada rentang waktu selanjutnya anda diwajibkan untuk puasa penuh dari memasukan karbohidrat. Namun tetap boleh mengkonsumsi air putih agar tidak terjadi dehidrasi.

RINA ATMASARI | MAJALAH TEMPO

Berita Terpopuler
Kasus Deddy Corbuzier, Waspada Latihan Beban 
Pria Lebih Pelupa Dibanding Wanita 
Inilah 10 Besar Finalis Puteri Indonesia 2014 
Lima Besar Finalis Puteri Indonesia 2014  


10.19 | 0 komentar | Read More

OCD Deddy Corbuzier, Tak Semua Orang Bisa

TEMPO.CO, Jakarta - Obsessive­ Corbuzier's Diet (OCD) yang dicetuskan Deddy Corbuzier banyak memunculkan argumentasi-argumentasi baru. Ada pro dan kontra tentang keberhasilan diet ini.

OCD memang mudah menjadi fenomenal karena diet ini bisa dikatakan sebuah public health leadership, ada public figure yang bisa ditiru yaitu Deddy Corbuzier yang telah berhasil menjalankan OCD dan membentuk badannya menjadi atletis.

Namun, belakangan muncul beberapa pendapat yang menyebutkan tidak semua kondisi fisik tubuh mampu menerima diet ala Deddy ini. Sebab fisik dan kondisi tubuh setiap manusia berbeda, sehingga perlu mengetahui kondisi tubuh sebelum menerapkan pola diet ini.

Beberapa pesohor yang telah mencoba OCD dan berhasil menurunkan berat badan dengan diet ala Biksu Shaolin ini, seperti artis Olla Ramlan, Chicco Jerikho, dan Vicky Zhu, serta Puteri Indonesia 2011 Sabrina Chairunnisa.

Selain pesohor, ada banyak pula masyarakat yang mengikuti jejak Deddy. Christian Ronald Silaban, salah satunya. Christian mengaku telah membuktikan keampuhan puasa ala biksu Shaolin itu. Chris sekarang bebas makan apa saja tapi lemak tubuhnya turun dari 12 persen menjadi 8 persen. Massa otot—yang biasanya kempis pada orang yang berdiet ketat—juga tidak berkurang. Setelah Chris ikut OCD selama sebulan dengan skema puasa 20 jam, berat badannya turun dari 66 kilogram menjadi 60 kilogram.(Baca : Kasus Deddy Corbuzier, Waspada Latihan Beban )

"Kalau dulu makannya mesti rebus-rebusan dan dikukus, pokoknya bersih, sekarang enggak," ujar pebisnis bidang properti yang masuk 10 lulusan terbaik Fakultas Hukum Universitas Trisakti, Jakarta, pada 2010 ini.

Putri Indah, 25 tahun, yang ingin tampak langsing menjelang hari pernikahannya pada pertengahan November mendatang, juga mencoba OCD. Setelah dua pekan menjalaninya, ia mengaku bobotnya turun dari 72 kilogram menjadi 69 kilogram. "Aku coba yang jendela makan empat jam. Jadi puasa 20 jam. Sampai sekarang masih, tapi dicampur puasa sunah biar optimal," Putri memungkasi.

RINA ATMASARI | MAJALAH TEMPO

Terkait:

FOTO Deddy Corbuzier dalam Rekaman Lensa
Saraf Menciut, Deddy Corbuzier Optimistis Sembuh
Deddy Corbuzier Kirim Cuitan Pasca-Isu Lumpuh COD
Farhat Abbas: Deddy Minder Acaranya Diambil Alih


10.19 | 0 komentar | Read More

Ketika Wisatawan Bertanya Kemana Sang Ratu?

Written By Unknown on Rabu, 29 Januari 2014 | 10.19

TEMPO.CO, Cirebon -Bagaimana kalau seorang raja tidak didampingi sang ratu saat menerima tamu? Tentu yang ada protes. Itu pula yang disampaikan turis asing yang hari ini melakukan wisata di Keraton Kasepuhan Cirebon.

"Kemana permaisurinya? Sakit atau tidak ada?" tanya Edward Phillip, 65, seorang turis asal Swedia dengan bahasa Indonesia patah-patah.

Saat abdi dalem Keraton Kasepuhan mengatakan jika sang permaisuri ada di dalam, Edward hanya mengangguk-anggukkan kepalanya. Edward berpendapat tidak pantas jika seorang raja tidak didampingi permaisurinya. Karena hidup itu harus dengan perempuan barulah hidup itu sempurna.

Hari ini, Selasa, 28 Januari 2014 sedikitnya 300 turis yang berasal dari berbagai negara di Eropa dan Amerika yang menumpang kapal pesiar Caledonian Sky Cruises berlabuh di Pelabuhan Cirebon.

Menggunakan sekoci mereka diangkut dengan becak dari Pelabuhan Cirebon menuju Keraton Kasepuhan. Di keraton mereka disambut langsung oleh Sultan Sepuh, PRA Arief Natadiningrat.

Namun pertanyaan turis terhadap keberadaan sang permaisuri akhirnya teralihkan dengan disuguhkannya tarian sintren. Tarian yang identik dengan unsure mistis ini membuat mereka terkaget-kaget.

Terutama saat sang penari tidur di atas sebuah karpet berwarna hijau. Lalu karpet pun digulung menutupi tubuh sang penari. Tak jauh dari penari diletakkan sebuah kurungan ayam. Gamelan yang memperdengarkan lagu-lagu mistis pun diperdengarkan. Sim salabim! Saat kurungan ayam dibuka, sang penari pun sudah berada di dalam kurungan lengkap dengan pakaian tari dan kacamata hitam.

Linnea turis yang berasal dari Swedia pun mengungkapkan keheranannya. Saking penasaran, ia pun sampai memegang karpet yang sebelumnya tergulung. "Kok bisa?" tanya si turis keheranan.

Rasa penasarannya semakin bertambah ketika beberapa orang melempar penari menggunakan uang dan sang penari pun langsung terjatuh. Linnea pun mencoba pula.

"Wah, jatuh juga ya?" tanyanya dengan mimik heran.

Usai disuguhkan tarian, ratusan turis itu pun berkeliling Keraton Kasepuhan untuk melihat bangunan keraton dan peninggalan-peninggalan yang ada di keraton tersebut.

Perjalanan turis pun kemudian dilanjutkan dengan berwisata ke Keraton Kacirebonan yang hanya berjarak sekitar 1 km dari Keraton Kasepuhan.

Sultan Sepuh XIV PRA Arief Natadiningrat mengungkapkan syukurnya karena selama beberapa tahun terakhir ini cukup banyak turis asing yang menggunakan kapal pesiar

berwisata ke Cirebon. "Kami tentu berharap akan semakin banyak lagi turis-turis asing yang berwisata ke Cirebon," katanya.

IVANSYAH
Topik Terhangat
Banjir Jakarta | Cipularang Ambles | Pemilu Serentak | Jokowi Nyapres | Gempa Kebumen|

Berita Terpopuler
10 Fakta tentang Kusta 
Merayakan 'Hoki' Imlek dengan Batik 
Belajar Gerakan Antirokok dari Brasil
Busana Rajutan untuk Musim Hujan
Pelukis Hanafi Protes Sampul Buku 33 Tokoh Sastra


10.19 | 0 komentar | Read More

Gaya Etnik Duo Sabun Colek

TEMPO.CO, Jakarta - Buat Kiki dan Dina, personel Duo Sabun Colek, busana juga menunjang penampilan dan aksi panggung mereka. "Kami mengusung gaya etnik. Dan untuk penampilan di atas panggung, kami mengenakan busana rancangan Lenny Agustin," kata Dina kepada Tempo, Senin, 27 Januari 2014, di studio 1 salah satu televisi swasta yang berlokasi di Kebon Jeruk, Jakarta Barat.

Pemilihan gaya busana etnik bukan tanpa alasan. "Kami mencintai budaya Indonesia. TKW itu khasnya tenaga kerja Indonesia. Nama sabun colek juga terinspirasi dari sabun yang biasa digunakan untuk mencuci berbagai kebutuhan rumah tangga, mulai baju, peralatan, pasti kenal dengan sabun ini. Nah, budaya etnik kita kenakan karena pas kita cinta Indonesia," kata Kiki, personel duet ini, yang diamini Dina.

Di industri mode, sosok Lenny Agustin merupakan salah satu perancang yang memiliki kekhasan rancangan dengan batik, songket, tenun, dan kain Indonesia.

"Kami senang bukan main ketika tim manajemen menyuruh kenakan busana etnik sesuai dengan cita-cita kita," ujar Kiki dan Dina, yang pada malam penganugerahan Dahsyat Award 2014 memakai gaun mini yang terbuat dari batik dan songket.

"Dulu di Hong Kong, kita cuma lihat di televisi para artis pakai busana cantik ini. Alhamdulillah sekarang kita juga bisa kenakan gaun begini," kata Kiki.

HADRIANI P | RINA ATMASARI

Topik Terhangat
Banjir Jakarta | Cipularang Ambles | Pemilu Serentak | Jokowi Nyapres | Gempa Kebumen|

Berita Terpopuler
10 Fakta tentang Kusta
Merayakan 'Hoki' Imlek dengan Batik 
Belajar Gerakan Antirokok dari Brasil
Busana Rajutan untuk Musim Hujan
Pelukis Hanafi Protes Sampul Buku 33 Tokoh Sastra


10.19 | 0 komentar | Read More

Kenali Tiga Masalah Gizi Buruk pada Anak  

Written By Unknown on Senin, 27 Januari 2014 | 10.19

TEMPO.CO, Jakarta - Meski pertumbuhan ekonomi dan aspek lainnya di Indonesia terus meningkat, nyatanya, masalah gizi buruk masih menjadi momok yang menghantui jutaan anak Indonesia. Pada bulan Juli 2013, Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional mencatat lebih dari 8 juta anak Indonesia mengaami kekurangan gizi.

Dikutip dari laman resmi Kementerian Kesehatan, gizi buruk pada anak dapat dikelompokkan ke dalam tiga kategori. Dirjen Bina Gizi dan Kesehatan Ibu dan Anak, dr. Anung Sugihantono, M.Kes, menyampaikan, masalah gizi pada anak meliputi kekurangan vitamin A dan kurang iodium, stunting, serta kelebihan gizi.

Kurangnya vitamin A dan iodium merupakan masalah gizi buruk yang paling umum. Penderita gizi buruk kategori tersebut paling jelas terlihat. Tubuh yang relatif kurus menjadi cirinya. Sementara itu, stunting (anak pendek) adalah kegagalan dalam mencapai berat pertumbuhan optimal yang diukur dengan menghitung tinggi badan sesuai umur.

Masalah gizi yang terakhir adalah kelebihan gizi. Hal inilah yang sering kali diabaikan. Kelebihan gizi cenderung membuat anak menjadi gemuk. Dan, stigma gemuk yang berkembang di masyarakat menandakan anak tersebut sehat.

Pada kenyataannya, kegemukan dapat memincu penyakit tidak menular, seperti diabetes, hipertensi, dan jantung, pada usia yang lebih muda. Menurut Riset Kesehatan Dasar tahun 2010, sebanyak 9,2 persen anak Indonesia mengalami obesitas. Ini terjadi karena asupan makanan yang tidak seimbang dan kurangnya aktivitas fisik.

Untuk menangani masalah gizi buruk, Kementerian Kesehatan sudah mengambil beberapa langkah untuk menanganinya. Pada Peringatan Hari Gizi Nasional 2014 di Jakarta pada Rabu, 22 Januari 2014 kemarin, dr. Anung menyampaikan, langkah-langkah tersebut di antaranya, pemberian vitamin A bagi setiap anak, penyuluhan pemberian makanan tambahan, promosi pemberian ASI eksklusif, penggunaan garam beryodium, pemberian makanan pengganti ASI, serta pemulihan pada balita gizi kurang dan perawatan pada balita gizi buruk.

ANINGTIAS JATMIKA | DEPKES.GO.ID

Terpopuler:
Jenderal Ini Menangis Kunjungi Korban Banjir
Gempa Kebumen, Pantai Selatan Jadi Zona Aktif
Gempa Kebumen, Ada Ular Berjalan di Bawah Tanah
Klaim Ical Soal Pak Harto dan Golkar Berlebihan


10.19 | 0 komentar | Read More

Hari Kusta Dunia, Masih Penyakit Paling Mengerikan  

Pasien penderita kusta di pusat rehabilitasi rumah sakit Sintanala, Tangerang, Banten, Selasa (13/2). Kusta dikenal juga dengan nama lepra atau penyakit Hansen, disebabkan oleh bakteri Mycobacterium leprae yang menyerang menyebabkan kerusakan pada kulit, saraf-saraf, anggota gerak, dan mata penderitanya. TEMPO/Marifka Wahyu Hidayat

TEMPO.CO, Jakarta - Tepat hari ini, 27 Januari 2014, seluruh dunia memperingati Hari Kusta Sedunia. Kusta (juga disebut sebagai penyakit Hansen) merupakan salah satu penyakit yang paling mengerikan di seluruh dunia. Sudah lebih dari tiga dekade sejak terapi obat ganda atau multiple drug therapy (MDT) digunakan, tapi jutaan orang masih saja dibayangi oleh penyakit ini.

Tantangan besar dihadapi dalam memberantas kusta. Laman Health India menyebutkan, deteksi dini merupakan masalah yang paling serius dalam memberantas kusta. Penyakit yang sangat progresif ini baru diketahui pada tahap akhir. Oleh sebab itu, dibutuhkan tes diagnostik yang cepat dan akurat untuk mendeteksi dini penyakit ini.

Kemudian, masalah kedua terjadi dalam pengobatan. Meski beberapa terapi obat bisa diandalkan sejak ditemukannya pada tahun 1980-an, tapi kusta bukanlah penyakit yang mudah sembuh. Dibutuhkan terapi obat jangka panjang. Namun, dalam jangka panjang, tubuh pasien penderita kusta justru akan membentuk resistensi sehingga obat tersebut menjadi kehilangan manfaatnya. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menuturkan saat ini memang dibutuhkan obat-obatan baru yang lebih ampuh dan bisa mengobati kusta dalam waktu singkat.

Masalah terakhir yang menjadi tantangan global dalam menangani kusta adalah modus penularan penyakit yang masih belum diketahui. Meski sudah diusahakan segala pengobatan, tapi jika penyebaran kusta tidak bisa dikendalikan, tentunya kusta tidak akan mudah dikalahkan. Menghancurkan rantai penyebaran kusta tak kalah pentingnya dengan mengobati penderita kusta.

ANINGTIAS JATMIKA | HEALTH INDIA

Terpopuler:
Jenderal Ini Menangis Kunjungi Korban Banjir
Gempa Kebumen, Pantai Selatan Jadi Zona Aktif
Gempa Kebumen, Ada Ular Berjalan di Bawah Tanah
Klaim Ical Soal Pak Harto dan Golkar Berlebihan


10.19 | 0 komentar | Read More

Agar Musang Tak Mogok Makan

Written By Unknown on Minggu, 26 Januari 2014 | 10.19

Seekor hewan musang atau luwak ( Paradoxurus Hemaphroditus ) di PT Perkebunan Nusantara (PTPN) XII, Kebun Kalisat Jampit, Sempol, Bondowoso, Jawa Timur. ANTARA/Seno S.

TEMPO.CO, Jakarta--Musang yang dijual di pasar hewan umumnya berasal dari alam liar. Hewan-hewan tersebut cenderung terlihat tertekan ketika beradaptasi dengan dunia manusia.

Bayu Subarkah, warga Srengseng Sawah menceritakan pengalamannya membeli musang jenis rase. Tapi, beberapa hari kemudian, si musang memperlihatkan gelagat yang aneh dan selera makannya mendadak hilang.

Karena khawatir terhadap kondisi itu, pria 24 tahun ini pun melepaskan hewan tersebut. Otis—nama panggilannya—kini memilih musang bulan sebagai penggantinya. Sejak kejadian itu, ia makin telaten mempelajari teknik perawatan, termasuk pergi ke dokter hewan, jika diperlukan.

"Kalau hewan lagi mogok makan, kita harus sabar meladeni kebutuhan makan mereka. Kadang harus disiasati dengan makanan yang amis, seperti ikan," kata Otis. Untuk membiasakan hewan kesayangannya dengan alam bebas, ia mengajaknya bermain ke taman-taman kota, baik sendiri maupun bersama sesama penggemar musang. "Sekarang kan sudah banyak komunitas penggemar musang."

Perawatan lebih ekstra harus dilakukan untuk bayi musang, termasuk bahan pakan. Berikut bahakn pakan untuk bayi musang:
1. 1 sendok teh bubur bayi.
2. 3-7 tetes susu kental manis.
3. 1-2 tetes minyak ikan.
4. 1-2 tetes multivitamin.
5. Aduk semua bahan dengan air hangat (jangan terlalu pekat).

RIKY FERDIANTO

Baca juga:
Gaya Ngetren Jilbab Angel Lelga
Banyak Orang Tak Punya Teman Curhat Ketika Krisis
11 Alasan Tidak Menggunakan Riasan
Pengidap Kanker pada Anak-anak 2 hingga 4 Persen


10.19 | 0 komentar | Read More

11 Ribu Peserta Warnai Lari 'The Color Run'  

Seorang bocah terlihat menggunakan headband bertuliskan "Color Run" saat ikut memeriahkan ajang Color Run di Brussels, Belgia, (29/9). REUTERS/Yves Herman

TEMPO.CO, Jakarta - 11 Ribu peserta mengikuti acara 'The Color Run'  atau berlari sepanjang 5K di area Senayan, Ahad, 26 Januari 2014. "Kami gembira acara ini dapat dilaksanakan hari ini," kata Arwin Rasyid, Presiden Direktur CIMB Niaga.  

Menurut Arwin, acara ini juga dijadikan salah satu kegiatan pengumpulan dana dan berbagai macam barang untuk disumbangkan kepada korban bencana alam di Indonesia. Lari yang tidak dilombakan ini juga memberikan sumbangan kepada Yayasan Jantung Indonesia.

Cara mengikuti kegiatan ini cukup unik, mereka hanya disyaratkan menggunakan berbagai macam atribut lucu dan heboh, seperti wig warna - warni, rok tutu, kaca mata hitam, dan bando berwarna terang. Meski cuaca agak panas, para peserta dari berbagai kalangan dan usia ini terlihat antusias

Sheryl remaja asal Tangerang mengikuti acara ini bersama tiga temannya. Mereka mengetahui kegiatan ini dari media sosial. "Seru, acaranya fun kalau bisa nanti DJ nya lebih asik lagi." kata Sheryl saat diwawancarai di sela kegiatan yang juga diwarnai dengan acara live musik ini.

AISHA SHAIDRA


10.19 | 0 komentar | Read More
techieblogger.com Techie Blogger Techie Blogger