Diberdayakan oleh Blogger.

Popular Posts Today

Ancaman Kematian Karier

Written By Unknown on Kamis, 07 November 2013 | 10.19

TEMPO.CO, Jakarta - Dalam buku The Geography of Bliss, Erick Weiner memiliki banyak cerita tentang cara orang bisa bahagia. Weiner berkeliling dunia hanya untuk mengetahui patokan kebahagiaan masyarakat di suatu negara. Salah satu bab yang menarik adalah saat ia menceritakan bagaimana orang Islandia—negara yang dinginnya minta ampun tapi makmur itu—dinobatkan sebagai salah satu bangsa paling bahagia di muka bumi.

Judul untuk cerita di Islandia cukup provokatif: Happiness is Failure. Kebahagiaan itu didapat dari kegagalan. Orang Islandia, menurut Weiner, adalah orang yang hampir tidak pernah menyesal. Itu karena mereka tak pernah terjebak—atau menjebak diri mereka—dalam kesalahan. Jika melakukan kekeliruan, mereka akan mengoreksinya dengan mudah. Akibatnya, mereka tidak takut untuk mencoba. Toh, nanti bisa memperbaikinya.

Termasuk soal pekerjaan. Di sana Weiner bertemu seorang produser musik yang dalam hidupnya sudah berganti-ganti pekerjaan melebihi jumlah jari di tangan. Ia lulusan sains, pernah bekerja di sektor keuangan dan legal, tapi terakhir menyadari ternyata minatnya di bidang musik. Di negara dengan penduduk hanya 400 ribu jiwa dan pendapatan per kapita US$ 40 ribu, orang bisa berganti pekerjaan semudah memilih warna celana dalam.

Di Indonesia, berganti-ganti pekerjaan tentu tak bisa dilakukan seperti di Islandia. Menurut klaim pemerintah, tahun ini ada 7,17 juta orang penganggur. Kenyataannya, jumlah orang tanpa pekerjaan jauh lebih banyak. Sudah syukur seseorang bisa memiliki pekerjaan meski tak sesuai minat.

Akibatnya, menurut seorang career coach Rene Suhardono, "Orang bekerja tanpa passion." Kualitas pekerjaan pun pas banderol. Di kantor, kita tersiksa oleh pekerjaan, segera ingin pulang. Pekerjaan tambahan bukan dianggap sebagai tantangan, tapi beban. Kematian karier pun tinggal menunggu waktu.

Untuk orang yang terjebak dalam neraka karier seperti itu, Rene mengusulkan agar segera mencari pekerjaan baru yang sesuai. Tentu tidak mudah, tapi peluang kesuksesan lebih terbuka. Keengganan kita untuk keluar dari pekerjaan yang kita jalani saat ini, meski menyiksa, adalah bayang-bayang kehilangan gaji yang sudah tetap.

QARIS TAJUDIN

Topik Terhangat
Vonis Fathanah | Dinasti Banten | Roy Suryo Marah di Pesawat | Suap Akil Mochtar | Amnesti TKI |

Berita Terpopuler
Pesaing Whulandary dari Honduras dan Nikaragua
Wirausaha Anak Dalam Kidpreneur Award 2013
Rancangan Stella, Peggy, dan Rinda: Magnet Wanita
Ini 10 Merek Parfum Kesukaan Ratu Atut
CardioMind, Konsep Fashion 2014 Susan Budiharjo  

 


10.19 | 0 komentar | Read More

Rabu, Hari Paling Mengantuk di Kantor  

TEMPO.CO, London – Tertidur di tempat kerja tiap hari mungkin merupakan hal yang biasa. Apalagi jika hari sudah menjelang sore dan energi sudah merosot. Namun, dari hasil jajak pendapat yang dilakukan di Inggris, ternyata hari Rabu menjadi hari yang paling mengundang kantuk bagi para pekerja.

Survei yang dilaporkan laman Daily Mail, Rabu, 6 November 2013, mengungkap bahwa sebanyak 22 persen pekerja tertidur di hari Rabu. Mereka tidur antara 10 menit hingga satu jam atau rata-rata 47 menit.

Sebanyak 1 dari 10 pekerja akan tertidur di ruang rapat atau di kamar mandi. Yang paling banyak, tentu saja, tertidur di meja kerja yakni sebanyak 18 persen.

Adam Harris, seorang pekerja yang menjadi responden dalam survei itu mengakui bahwa kantuk berat biasa menyergapnya setelah makan siang di pertengahan minggu. Ia menuturkan, ia sering menyelinap ke sudut untuk "mencuri" waktu dan tidur. "Tapi kalau sudah benar-benar lelah, saya bisa tertidur di meja," katanya.

Oliver Gray, analis kesejahteraan karyawan menyarankan, setiap pekerja harus memperhatikan pola makan, aktivitas fisik, dan gaya hidup mereka untuk menghindari dimarahi bos hanya karena tertidur. "Jangan mengkonsumsi makanan seperti keripik, kue, dan cokelat untuk mengusir kantuk," ujar Gray.

Lebih baik, dia menambahkan, pilih asupan yang mengandung energi untuk melepaskan vitamin B. "Ini akan membantu membuka dan melepaskan energi sehingga menangkal kantuk," katanya.

ANINGTIAS JATMIKA | DAILY MAIL

Berita Lainnya:
Mengundang Jokowi Harus Bayar?  
Kebencian Demokrat ke Jokowi Dinilai Menjadi-jadi  
Kata Hakim Vica soal Isu Selingkuh dan Foto Syur  
Mengundang Jokowi Harus Bayar? Ini Kronologinya  
Disindir SBY Soal Kemacetan, Ahok Pilih Merendah  
Mengundang Jokowi Bayar, Pemprov DKI Minta Maaf


10.19 | 0 komentar | Read More

Ada Kostum American Football di Catwalk Susan  

Written By Unknown on Selasa, 05 November 2013 | 10.20

TEMPO.CO, Jakarta - Ketika kostum American Football diapresiasi lewat sebuah pagelaran busana, maka karya uniklah yang menghiasi pertunjukan tersebut. Itulah tema yang diangkat oleh lulusan terbaik Lembaga Pendidikan Tata Busana (LPTB) Susan Budihardjo tahun 2011, Ddy Pramono Widjaja dalam show CardioMind (LPTB) Susan Budihardjo. Ddy menampilkan 8 busana yang kental dengan nuansa olahraga American Football.

"Yang menjadi pusat penampilan busana yang saya tampilkan yaitu di bagian bahunya. Saya membuat ukuran yang lebih besar ketimbang kostum yang dipakai para atlet American Football," ungkap Ddy Pramono Widjaja saat ditemui di The Hall Mal Senayan City, Jakarta Pusat, Jumat, 1 November 2013.

Untuk mewujudkan bagian bahu yang besar, Ddy memiliki caranya sendiri, yakni menggunakan flat steel boning, lempengan logam yang biasanya dipakai untuk membuat korset, sebagai bahan rangkanya. Gaya sporty dan strong digabungkan dengan siluet feminin sehingga menampilkan gaun panjang, rok, hingga celana ketat yang sangat menimbulkan kesan androgini.

Ddy juga menyajikan corak geometris dengan teknik lukis free-hand yang diaplikasikan langsung di atas busananya sehingga menghasilkan aura elegan di dalamnya. Pria yang merupakan lulusan jurusan komunikasi di sebuah sekolah di Amerika ini juga memberikan warna-warna primer dan sekunder lewat sapuan kuas di atas bahan tafeta setelah bahan menjadi susunan busana yang cantik.

ANINDYA LEGIA PUTRI

Topik Terhangat
Roy Suryo Marah di Pesawat  Suap Bea Cukai | Buruh Mogok Nasional | Suap Akil Mochtar| Adiguna Sutowo |

Berita Terpopuler
Pakar Mode: Ratu Atut Wanita Oniomania
Ini Sensasi Mewah Hermes, Tas yang Disukai Atut
Menenteng Tas Ini, Atut Serasa Wanita Berkelas
Tak Ingin Seperti Atut? Kenali Oniomania
Guruh Optimis Peran Perpustakaan Cerdaskan Bangsa

 


10.20 | 1 komentar | Read More

Sistem Kekebalan Tubuh Pengaruhi Mikroba di Kulit

TEMPO.CO, New York--Sistem kekebalan tubuh mempengaruhi jenis-jenis mikroorganisme yang hidup dalam kulit Anda dan mempengaruhi risiko Anda terkena suatu penyakit. Kulit seseorang mengandung jutaan mikroba yang bermanfaat dan sekaligus yang berpotensi menyebabkan penyakit.

Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa mikroba-mikroba tersebut mempengaruhi sistem kekebalan tubuh tetapi tidak diketahui jika hal sebaliknya juga berlaku. Riset terbaru ini dipublikasikan di jurnal Genome Research secara online pada 29 Oktober 2013.

Para ilmuwan meneliti pasien-pasien dengan penyakit genetis yang jarang yang menyebabkan penurunan fungsi sistem kekebalan tubuh. Mereka juga memiliki kondisi kulit yang seperti terkena eksim. Contoh-contoh yang diambil dari kulit pasien menunjukkan bahwa mereka mempunyai beragam jenis bakteri dan jamur di kulit mereka yang tidak ditemukan pada orang yang sehat.

Hal tersebut menunjukkan bahwa sistem kekebalan tubuh berpengaruh pada jenis mikroba yang hidup di dalam kulit, ungkap peneliti Heidi Kong dari US National Cancer Institute dalam siaran pers yang dikutip situs Health Day edisi 31 Oktober 2013.

Kong dan rekan-rekannya juga menemukan bahwa pasien dan orang sehat mempunyai perbedaan yang signifikan dalam jumlah dan jenis mikroba pada daerah tertentu di kulit yang rentan terhadap penyakit. Contohnya, kulit yang ada di lipatan siku pasien mempunyai lebih sedikit jenis mikroba dibandingkan pada orang sehat di lokasi yang sama. Sementara kulit di belakang telinga pasien mempunyai lebih banyak mikroba.

Menurut para peneliti, hal ini menunjukkan bahwa ketidakseimbangan dalam keragaman jenis mikroba di suatu lokasi di kulit mungkin saja berkontribusi pada risiko suatu penyakit. Para ilmuwan juga menemukan bahwa pasien cenderung untuk mempunayi komunitas mikroba yang sama di seluruh permukaan kulit mereka dibandingkan dengan orang sehat yang jenis mikrobanya beragam di berbagai tempat. Hal tersebut, kata para ilmuwan, menunjukkan bahwa memperbaiki keragaman mikroba di kulit bukan sekadar menyasar tipe mikroba penyebab penyakit bisa membantu menyembuhkan penyakit.

HEALTH DAY I ARBA'IYAH SATRIANI

Baca juga:

Hacker Anonymous Indonesia Serang Australia
Gerhana Matahari Total Payungi Afrika
Menguji Hacker dalam Menjaga Keamanan
Kekurangan Kami Adalah Keunggulan Kami


10.20 | 0 komentar | Read More

Buku, Sahabat Keluarga Indonesia

Written By Unknown on Senin, 04 November 2013 | 10.19

TEMPO.CO, Jakarta - Anak-anak merupakan generasi yang menentukan nasib bangsa pada masa depan. Untuk itu, sebagai generasi penerus, mereka perlu diberikan sebuah pembekalan dalan menghadapi era ke depan. Diperlukan pembentukan karakter bagi generasi penerus ini dengan memberikan pembelajaran bagi mereka.

Karakter anak-anak akan terbentuk dengan baik jika dalam proses tumbuh kembang mereka mendapatkan cukup ruang untuk mengekspresikan diri secara leluasa. Ada tiga aspek yang  harus mampu kita persiapkan bagi generasi Indonesia yang kuat, melalui mengasuh, membimbing serta menyediakan perlindungan, mengasah emosi, dan membangun kecerdasan intelektual serta spiritual, dan buku merupakan salah satu fasilitas yang dapat membantu pembentukan hal tersebut.

Menurut Dra Woro Titi Haryanti, M.A., Deputi Perpustakaan Nasional menyebutkan bahwa minat baca anak-anak Indonesia masih sangat kecil dibandingkan dengan anak-anak lain di wilayah Asean. Persoalannya bukan pada keinginan membaca, tapi pada kondisi perpustakaan yang masih belum memadai, apalagi di wilayah terpencil yang jauh dari jangkauan.

"Bukan karena persoalan pada animo, tetapi kurangnya buku-buku yang ada di perpustakaan umum, terutama di daerah terpencil. Sementara kalau di kota besar, minat baca tersebut sudah tumbuh dengan baik," ujarnya dalam jumpa pers Pengumuman Lomba Bercerita, pekan lalu di Jakarta.

Woro mengatakan, "Buku harus menjadi sahabat bagi keluarga Indonesia. Dengan menjadikannya sahabat keluarga, akan menumbuhkan minat membaca buku," ujarnya. Dan demi menggiatkan serta menumbuhkan minat baca, Woro mengajak semua lapisan berperan dalam hal ini.

"Memang menjadi tanggung jawab pemerintah dengan melakukan berbagai kegiatan yang dicanangkan sebagai bentuk ajakan, terutama bagi para pelajar untuk meningkatkan minat membaca," kata Woro.

Dia menyebutkan melalui berbagai cara, mulai dari perpustakaan keliling, perpustakaan kapal, dan perpustakaan motor keliling. Menumbuh kembangkan agar menjadi masyarakat yang gemar membaca di berbagai daerah, serta diskusi buku-buku yang menarik," kata Woro.

Dengan mengajak dan melibatkan berbagai tokoh juga menjadi strategi Perpustakaan Nasional untuk menumbuhkembangkan minat baca bagi siapa saja, terutama keluarga Indonesia. Dalam hal ini, Perpustakaan Nasional juga menghadirkan tokoh masyarakat Guruh Soekarnoputra yang didapuk sebagai Ketua Perpustakaan Nasional Surabaya.

HADRIANI P

Topik Terhangat
Roy Suryo Marah di Pesawat | Suap Bea Cukai | Buruh Mogok Nasional | Suap Akil Mochtar | Adiguna Sutowo |


Berita Terpopuler
Ibu Mendengkur Berisiko Melahirkan Bayi Kecil
Kini Saatnya Cetak Digital Kuku
Ari Kartika Kenalkan Taman Bermain Khas Indonesia
Alergi Parah Tak Mematahkan Semangat Guru Ini 
Anak Sehat Juga Bisa Kena Komplikasi Flu

 


10.19 | 0 komentar | Read More

Guruh Optimis Peran Perpustakaan Cerdaskan Bangsa

TEMPO.CO, Jakarta - Demi menumbuhkan minat baca, Perpustakaan Nasional memiliki strategi untuk mengajak dan melibatkan berbagai tokoh. Dalam hal ini, Perpustakaan Nasional menghadirkan tokoh masyarakat Guruh Soekarnoputra yang menjadi Ketua Perpustakaan Nasional Surabaya. Pria yang biasa disapa Mas Guruh ini selain dikenal luas sebagai budayawan juga memiliki semangat dan cita-cita yang sama dengan Perpustakaan Nasional, yakni ingin mencerdaskan anak-anak Indonesia.

"Saya lahir dan tumbuh dari dunia buku yang dikenalkan Bapak dan Ibu saya," kata Guruh dalam perbincangannya melalui telepon pada Sabtu malam, 2 November 2013.

Guruh menceritakan, pada Sabtu siang, dirinya menghadiri acara Festival Budaya Membaca di Surabaya. "Saya sangat optimis perpustakaan bila perannya dipotimalkan akan mencerdaskan bangsa."

Menurut Guruh, kehadiran dan peran Perpustakaan Nasional sangat penting dan perlu dikembangkan. "Di sini (perpustakaan) tak hanya menyediakan buku, tetapi juga aneka informasi, ilmu pengetahuan, dan sebagai sarana penelitian." 

Guruh menilai adanya upaya demi mengembangkan perpustakaan yang ada melalui digitalisasi beberapa buku langka, lalu mengumpulkan buku dan data penting dengan harapan nantinya dapat dimanfaatkan oleh publik." 

Guruh menyebutkan, data UNESCO pada 2012 mencatat indeks minat membaca Indonesia baru mencapai 0,001. Artinya, dalam setiap 1000 orang Indonesia, hanya ada satu orang yang punya minat baca. Dia juga mengutip data UNDP yang merilis angka melek huruf orang dewasa Indonesia hanya 65,5 persen, sedangkan Malaysia sudah mencapai 86,4 persen.

"Ibarat tubuh manusia, perpustakaan adalah organ jantung yang bertugas memompa darah ke seluruh tubuh. Bahkan, karena sangat pentingnya keberadaan perpustakaan di setiap sekolah. Dan rencana pemerintah yang mencanangkan bulan September sebagai bulan gemar membaca dan hari kunjung perpustakaan akan terus mendapat respons postif dari masyarakat," ujarnya.

HADRIANI P


Topik Terhangat
Roy Suryo Marah di Pesawat | Suap Bea Cukai | Buruh Mogok Nasional | Suap Akil Mochtar| Adiguna Sutowo |

Berita Terpopuler
Ibu Mendengkur Berisiko Melahirkan Bayi Kecil
Kini Saatnya Cetak Digital Kuku
Ari Kartika Kenalkan Taman Bermain Khas Indonesia
Alergi Parah Tak Mematahkan Semangat Guru Ini 
Anak Sehat Juga Bisa Kena Komplikasi Flu


10.19 | 0 komentar | Read More

Ibu Mendengkur Berisiko Melahirkan Bayi Kecil

Written By Unknown on Minggu, 03 November 2013 | 10.19

TEMPO.CO , Michigan:Kebiasaan tidur mendengkur pada perempuan hamil bisa membawa pengaruh pada kesehatan bayi. Sebuah studi menunjukan ibu mendengkur meningkatkan peluang melahirkan anak secara sesar dan berat badan bayi rendah.

Dalam studinya, peneliti dari University of Michigan menemukan calon ibu yang mendengkur setidaknya tiga malam dalam sepekan lebih punya risiko dengan bayinya. "Kami menemukan bahwa dengkur kronis punya hubungan dengan berat bayi lebih rendah dan operasi sesar, bahkan setelah kami menghitung faktor-faktor risiko lainnya," kata Louise O'Brien dari University of Michigan's Sleep Disorders Centre, seperti dilansir Daily Mail, Jumat, 1 November 2013.

Penelitian tentang bahaya tidur mendengkur ini melibatkan 1.673 partisipan dan lebih dari sepertiganya adalah perempuan hamil. Menurut peneliti, ibu hamil dengan dengkur kronis, yang mendengkur sebelum dan selama kehamilan, berpeluang dua pertiga mempunyai berat bayi di bawah 10 persen dari berat normal. Mereka juga dua kali lebih berpeluang melahirkan secara sesar.

Peneliti mengatakan, studi ini menunjukan bahwa ada jendela kesempatan untuk melakukan penapisan ibu hamil yang punya masalah napas saat tidur. Tujuannya adalah untuk mengurangi risiko saat mereka melahirkan kelak.

Mendengkur adalah tanda utama terjadinya obstructive sleep apnoea atau sinus pada seseorang. Gangguan ini membuat sebagian jalur pernapasan seseorang jadi terhambat. Akibatnya, kadar oksigen dalam darah bisa menurun di malam hari yang pada gilirannya bisa menyebabkan masalah-masalah kesehatan serius, seperti tekanan darah tinggi dan serangan jantung.

Menurut peneliti, memperbaiki masalah tidur ibu hamil bisa membantu bayi dan memotong biaya perawatan bayi. Sleep apnoea bisa diobati dengan penanganan yang disebut continuous positive airway pressure (CPAP), di mana pasien mengenakan mesin selama tidur untuk menjaga jalur napas tetap terbuka. Hasil penelitian ini dipublikasikan dalam jurnal Sleep.

Studi sebelumnya juga telah menunjukan bahaya tidur mendengkur pada ibu hamil. Disebutkan bahwa perempuan yang mendengkur saat hamil berisiko terkena tekanan darah tinggi dan potensial menyebabkan kondisi pre-eklampsia.

DAILY MAIL | AMIRULLAH

Berita Terkait
Pemilihan Ketua MK, Harjono: Jangan Pilih Saya! 
3 Prinsip Kode Etik Hakim yang Dilanggar Akil 
Akil Mochtar Dipecat, 2 Hakim Lain Tak Terbukti 
Saldi Isra Jadi Panitia Seleksi Dewan Etik MK 
Korban Akil Dipersilakan Mengadu ke Polisi


10.19 | 0 komentar | Read More

Sayuran Ini Sebaiknya Dimasak Atau Dimakan Mentah?  

TEMPO.CO, Jakarta - Apakah Anda selalu bertanya-tanya bagaimana mempersiapkan sayuran untuk memaksimalkan kandungan nutrisinya? Tidak ada jawaban yang mudah karena beberapa kandungan gizi dalam beberapa produk sayuran tetap utuh walau dimasak, sedangkan jenis lain tidak perlu dimasak agar nutrisi di dalamnya tetap terjaga.

Berikut ini cara untuk mendapatkan hasil maksimal dalam menyajikan sayur-mayur, seperti ditulis situs Fitnea.

Bawang
Bawang sebaiknya dikonsumsi mentah. Jika dimasak, kandungan phytonutrisi allicin, bahan penghilang rasa lapar, akan hilang. Namun, di sisi lain, bawang mengandung flavonoid yang dikenal sebagai quercetin yang bersifat anti-inflamasi. Jumlah total flavonoid dapat ditingkatkan dengan memasaknya. Jadi jalan tengahnya, tumis bawang atau panggang selama lima menit. Lebih dari itu, bawang akan mulai kehilangan nutrisinya.

Brokoli
Brokoli sebaiknya dimakan mentah. Pemanasan menonaktifkan myrosinase, enzim yang membantu membersihkan hati Anda dari karsinogen. Brokoli atau sayuran silangan lainnya, seperti kubis, kembang kol, kale, dan kubis Brussel, adalah contoh yang baik dari sayuran yang harus dimakan baik dimasak maupun mentah. Brokoli mentah mengandung enzim yang disebut myrosinase yang terurai menjadi sulforaphane, senyawa yang membantu mencegah kanker dan sakit maag. Memasaknya bisa merusak myrosinase

Bit
Bit sebaiknya dimakan mentah. Bit kehilangan lebih dari 30 persen kandungan gizinya jika dimasak.

Jamur
Adapun jamur sebaiknya dimasak. Baik ditumis, dipanggang, atau direbus, kandungan potassium-nya akan tetap terjaga. 

Cabai merah
Cabai merah sebaiknya dimakan mentah. Cabai merah mengandung banyak vitamin C yang akan rusak saat dimasak, terutama di atas suhu 370 derajat. Seperti diketahui, vitamin C larut dalam air, jadi merebusnya pun tak akan menguntungkan dari sisi menjaga kandungan nutrisi.

Bayam
Bayam sebaiknya dimasak. Kandungan zat besi, kalsium, dan magnesium dalam bayam tetap utuh kendati dimasak. Memasak bayam juga memudahkan tubuh Anda untuk menyerap kalsium yang dikandungnya. Kalsium sangat penting untuk gigi dan kekuatan tulang, jadi pastikan Anda mendapatkan hasil maksimal dari bayam. Minimalisasi hilangnya uap dalam perebusan untuk menghindari kehilangan nutrisi.

Tomat
Yang mengejutkan, tomat sebaiknya dimasak. Ketika Anda makan tomat yang dimasak, tubuh akan menyerap lycopene yang mampu melawan sel-sel kanker. Tomat mengandung antioksidan terkait dengan pencegahan kanker dan penyakit kronis lainnya. Jumlah lycopene dalam tomat lebih tinggi dan lebih baik diserap oleh tubuh setelah memasak dengan sedikit minyak daripada dimakan segar atau mentah.

Wortel
Wortel sebaiknya dikonsumsi mentah. Bahan kimia dengan sifat antioksidan dalam wortel mengurangi risiko kanker dan penyakit jantung. Polifenol dalam wortel akan rusak setelah dimasak, juga vitamin C yang dikandungnya. Wortel juga mengandung beta-karoten yang mampu mengkonversi antioksidan menjadi vitamin A.

Bawang putih
Panas mengurangi jumlah allicin dalam bawang putih, sehingga yang terbaik adalah menambahkan bawang putih saat masakan hendak diangkat dari api.  Bawang putih mengandung bahan kimia yang mampu merelaksasi pembuluh darah dan membantu melindungi Anda dari serangan jantung. Memasak bawang putih mengurangi jumlah bahan kimia penting, maka akan lebih baik menikmati bawang putih mentah.

TRIP B


10.19 | 0 komentar | Read More

Siswa SMPN 4 Hiperseks? Apa Kata Dokter Boyke

Written By Unknown on Sabtu, 02 November 2013 | 10.19

TEMPO.CO, Jakarta - Pelecehan seksual dan video seks anak remaja yang terjadi di SMPN 4 Jakarta menimbulkan beberapa asumsi. Salah satunya muncul persoalan hiperseks atau kecanduan melakukan hubungan seksual yang dialami korban pelecehan.

Dr Boyke Dian Nugraha SpOG MARS mencoba meluruskan asumsi tersebut. Menurut dia, remaja tidak bisa dikategorikan sebagai hiperseks. "Keinginan untuk melakukan seks pada remaja memang tinggi. Keinginan seks yang tinggi belum bisa disebut hiperseks," kata Boyke kepada Tempo, Jumat, 1 November 2013.

Menurut dia, hiperseks dipengaruhi oleh gangguan kepribadian. "Kebanyakan penderita hiperseks itu memiliki kelainan kejiwaan," kata Boyke. Penderita hiperseks cenderung memiliki keinginan seksual yang tinggi dan tidak merasakan kepuasan dari hubungan seks yang dilakukannya beberapa kali. "Penderita hiperseks pada pria disebut satyriasis, sementara perempuan disebut nymphomania," kata Boyke. (Baca: Wanita Ini Masturbasi 47 Kali Sehari)

Pada pria penderita satyriasis, kelainan disebabkan oleh faktor fisik maupun psikis. Dari aspek fisik, salah satunya, akibat peradangan di saluran kemih yang merangsang kerja saluran tersebut sedemikian rupa, sehingga individu bersangkutan terkesan "haus" untuk melakukan hubungan seks. Adapun aspek psikis berupa ketidaknyamanan dalam diri yang membuat kebutuhan akan kedekatan dengan lawan jenis meningkat tajam.

Pada perempuan nymphomania, kelainan disebabkan oleh faktor psikis. Salah satunya berakar pada terjadinya penyimpangan selama masa pertumbuhan dari usia balita sampai remaja, misalnya ketika kecil pernah menyaksikan bagaimana orang tuanya melakukan hubungan seks.

RINA ATMASARI

Berita Terpopuler
Wajah Gadis Ini Berasal dari Kulit Payudaranya
Ari Kartika Kenalkan Taman Bermain Khas Indonesia
Museum Kanker Pertama di Indonesia Resmi Dibuka
Studi: Wortel Juara untuk Kesuburan Sperma


10.19 | 0 komentar | Read More

Ibu Mendengkur Berisiko Melahirkan Bayi Kecil

TEMPO.CO , Michigan:Kebiasaan tidur mendengkur pada perempuan hamil bisa membawa pengaruh pada kesehatan bayi. Sebuah studi menunjukan ibu mendengkur meningkatkan peluang melahirkan anak secara sesar dan berat badan bayi rendah.

Dalam studinya, peneliti dari University of Michigan menemukan calon ibu yang mendengkur setidaknya tiga malam dalam sepekan lebih punya risiko dengan bayinya. "Kami menemukan bahwa dengkur kronis punya hubungan dengan berat bayi lebih rendah dan operasi sesar, bahkan setelah kami menghitung faktor-faktor risiko lainnya," kata Louise O'Brien dari University of Michigan's Sleep Disorders Centre, seperti dilansir Daily Mail, Jumat, 1 November 2013.

Penelitian tentang bahaya tidur mendengkur ini melibatkan 1.673 partisipan dan lebih dari sepertiganya adalah perempuan hamil. Menurut peneliti, ibu hamil dengan dengkur kronis, yang mendengkur sebelum dan selama kehamilan, berpeluang dua pertiga mempunyai berat bayi di bawah 10 persen dari berat normal. Mereka juga dua kali lebih berpeluang melahirkan secara sesar.

Peneliti mengatakan, studi ini menunjukan bahwa ada jendela kesempatan untuk melakukan penapisan ibu hamil yang punya masalah napas saat tidur. Tujuannya adalah untuk mengurangi risiko saat mereka melahirkan kelak.

Mendengkur adalah tanda utama terjadinya obstructive sleep apnoea atau sinus pada seseorang. Gangguan ini membuat sebagian jalur pernapasan seseorang jadi terhambat. Akibatnya, kadar oksigen dalam darah bisa menurun di malam hari yang pada gilirannya bisa menyebabkan masalah-masalah kesehatan serius, seperti tekanan darah tinggi dan serangan jantung.

Menurut peneliti, memperbaiki masalah tidur ibu hamil bisa membantu bayi dan memotong biaya perawatan bayi. Sleep apnoea bisa diobati dengan penanganan yang disebut continuous positive airway pressure (CPAP), di mana pasien mengenakan mesin selama tidur untuk menjaga jalur napas tetap terbuka. Hasil penelitian ini dipublikasikan dalam jurnal Sleep.

Studi sebelumnya juga telah menunjukan bahaya tidur mendengkur pada ibu hamil. Disebutkan bahwa perempuan yang mendengkur saat hamil berisiko terkena tekanan darah tinggi dan potensial menyebabkan kondisi pre-eklampsia.

DAILY MAIL | AMIRULLAH

Berita Terkait
Pemilihan Ketua MK, Harjono: Jangan Pilih Saya! 
3 Prinsip Kode Etik Hakim yang Dilanggar Akil 
Akil Mochtar Dipecat, 2 Hakim Lain Tak Terbukti 
Saldi Isra Jadi Panitia Seleksi Dewan Etik MK 
Korban Akil Dipersilakan Mengadu ke Polisi


10.19 | 0 komentar | Read More
techieblogger.com Techie Blogger Techie Blogger