Diberdayakan oleh Blogger.

Popular Posts Today

Mencari Sepatu Enak Dipakai dan Perlu

Written By Unknown on Senin, 29 April 2013 | 10.19

TEMPO.CO , Jakarta - Sepatu merupakan salah satu perlengkapan yang sangat penting saat kita berolahraga. Alas kaki ini menjaga kinerja tubuh agar tetap baik selama beraktivitas fisik. "Menunjang kemampuan melakukan gerakan-gerakan olahraga," kata pengajar di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Rachmad Wishnu Hidayat, Kamis lalu.

Selain itu, pemilihan sepatu yang sesuai akan mencegah terjadinya cedera, terutama pada sistem tungkai, pergelangan kaki, lutut, panggul, dan tulang belakang. "Jika salah memilih sepatu, efeknya bisa sampai ke tulang belakang," kata spesialis kedokteran olahraga ini.

Karena itu, perhatikan beberapa hal saat kita membeli sepatu. Salah satunya, sesuaikan dengan olahraga yang kita lakukan. Sepatu untuk berlari berbeda dengan sepatu untuk olahraga bola basket atau sepak bola.

Hal lain yang juga sangat penting diperhatikan, sesuaikan dengan bentuk telapak kaki kita. Dalam kedokteran olahraga, dikenal tiga bentuk telapak kaki, yakni flat (rata), high arc (ada cekungan di tengah telapak), dan kaki normal.  Ini penting untuk pemilihan jenis sol sepatu.

Juga perhatikan waktu untuk membeli sepatu. Sore hari adalah waktu yang disarankan untuk berbelanja sepatu karena saat itu, ukuran kaki lebih besar dibanding pada pagi hari. "Karena aktivitas dari pagi menyebabkan adanya akumulasi cairan di kaki yang membuat ukurannya sedikit lebih besar," kata Rachmad.

Ukuran sepatu juga sebaiknya jangan terlalu pas dengan ukuran kaki, sehingga jari-jari kaki masih bisa bebas bergerak. "Jangan ragu untuk berinvestasi dengan membeli sepatu yang relatif mahal," kata Rachmad. Harga sepatu dengan standar yang baik umumnya memang tidak murah, yakni di atas Rp 600 ribu.

Selain itu, dianjurkan untuk mengganti sepatu setiap enam bulan. "Namun ini bergantung pada pemakaian dan berat-ringan olahraga yang dijalankan," kata Rakmad. Semakin sering digunakan, fungsi sol sebagai peredam gaya akan semakin berkurang. Sol yang semula lunak akan menjadi lebih keras

IQBAL MUHTAROM


Topik Terhangat:

Edsus Sosialita | Ustad Jefry | Caleg | Ujian Nasional | Bom Boston

Baca juga:
Pria Tampan Diusir dari Arab Angkat Bicara
Twit Terakhir, Ustad Uje Baca Doa Mau Tidur
Ini Spesifikasi Motor Gede yang Ditunggangi Uje
Pose 'Ajaib' Para Sosialita di Depan Kamera


10.19 | 0 komentar | Read More

Sesuaikan Sepatu dengan Jenis Olahraga

TEMPO.CO , Jakarta - Sepatu berguna menjaga kinerja tubuh agar tetap baik selama beraktivitas fisik.  Pemilihan sepatu yang sesuai akan mencegah terjadinya cedera, terutama pada sistem tungkai, pergelangan kaki, lutut, panggul, dan tulang belakang.

"Jika salah memilih sepatu, efeknya bisa sampai ke tulang belakang," kata kata pengajar di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Rachmad Wishnu Hidayat, Kamis lalu. 

Karena itu, perhatikan beberapa hal saat kita membeli sepatu. Salah satunya, sesuaikan dengan olahraga yang kita lakukan. Sepatu untuk berlari berbeda dengan sepatu untuk olahraga bola basket atau sepak bola.

Ini Beragam Sepatu Olahraga, yang membutuhkan sepatu khusus:

Lari

- Karakterisitiknya ringan karena digunakan untuk olahraga berdurasi lama. Bahan dari nilon yang ringan, mudah menyerap keringat, dan cepat kering. Juga terdapat pori-pori sehingga kaki tidak lembab dan mencegah munculnya masalah kulit.

- Sol lunak yang berfungsi sebagai peredam gaya saat berlari, yang memungkinkan persendian kaki, pergelangan kaki, dan lutut mampu menumpu 3-5 kali lipat berat badan.

- Bagian tumit cukup kuat menjaga kestabilan kaki. Bagian depan lentur sehingga mudah mengikuti gerakan jari kaki.

Basket

- Mempunyai tingkat kestabilan yang tinggi karena basket banyak melibatkan berbagai gerakan, misalnya ke depan-belakang, ke kiri-kanan, lompat dan loncat, serta berputar.

- Bahan lebih berat dibanding sepatu lari. Lebih kaku, agar kaki tidak selip.

- Sol lebih keras dan bentuknya lebih lebar. Ini berfungsi menjaga kestabilan.

- Leher sepatu tinggi, di atas pergelangan kaki, untuk menjaga kestabilan.

Sepak Bola

- Memiliki paku-paku tumpul di sol agar kaki tidak selip saat berlari di rumput yang licin.

- Sol lebih tipis dari sepatu lari dan basket, dan bentuknya juga lebih ramping, sehingga pemain bisa menendang dengan presisi lebih tepat.

- Bahan dari kulit untuk mengurangi gesekan antara kulit sepatu dan kulit bola, baik saat menendang maupun menggiring bola.

Tenis, Bulu Tangkis, dan Bola Voli

- Mempunyai kesamaan dengan sepatu basket, hanya berbeda pada ketinggian. Sepatu tenis setinggi pergelangan kaki karena risiko cedera pergelangan kaki lebih rendah dibanding pada bola basket.

- Solnya lebih keras dibanding sepatu basket karena tenis tidak melibatkan banyak gerakan lompat.

Sepatu Sepeda

- Lapisan sol agak tebal karena tidak membutuhkan fungsi peredam gaya.

IQBAL MUHTAROM


10.19 | 0 komentar | Read More

Mau Ikut Arisan Sosialita, Perhatikan Busana Anda  

Written By Unknown on Minggu, 28 April 2013 | 10.19

TEMPO.CO, Jakarta - Setiap menghadiri arisan beberapa kelompok sosialita, Amy Atmanto mengaku harus memperhatikan note undangan. "Note-nya sebagai pesan dan petunjuk tentang busana, tempat, dan makanan yang akan disajikan di arisan," kata dia. (Baca juga: Begini Kegiatan Arisan Sosialita Amy Atmanto)

Pernah dia menghadiri acara arisan dan kumpul santai di Rumah Maroko. Karena temanya Timur Tengah, dia dengan senang hati meminjamkan busana rancangannya untuk dikenakan teman-temannya. "Semua senang. Kalau tertarik mau beli, ya boleh ambil dan dibayarnya dengan harga yang sesuai, meski ada juga beberapa yang mendapat potongan harga," kata Amy.

Pemilik Butik Royal Sulam dan Royal Kaftan ini mengatakan, kalau dresscode, tempat kongko, menu, dan busana biasanya hanya sebagai packaging atau kemasan supaya acara menarik dan disesuaikan dengan apa yang hendak disajikan.

"Jadi bukan satu hal yang mutlak," ujarnya. "Untuk harmonisasi supaya kita bisa merasakan kebersamaan meski kadang ada juga yang tidak pakai busana perancang yang sama."

Kembali Amy menegaskan, arisan sosialita yang diikutinya bertujuan mensinergikan kebutuhan yang dimiliki oleh anggota satu sama lain. "Itu sisi positif bisa menggunakan peluang dan jaringan yang ada, tapi bukan pemaksaan. Saya sering bersinergi melalui arisan ini."

HADRIANI P

Topik Terhangat:
Edsus Sosialita | Ustad Jefry | Caleg | Ujian Nasional | Bom Boston

Baca juga:
Pria Tampan Diusir dari Arab Angkat Bicara
Twit Terakhir, Ustad Uje Baca Doa Mau Tidur
Ini Spesifikasi Motor Gede yang Ditunggangi Uje
Pose 'Ajaib' Para Sosialita di Depan Kamera


10.19 | 0 komentar | Read More

Kurang Tidur Bikin Testis Jadi Kecil

TEMPO.CO , Jakarta: Sudah banyak studi mengupas soal dampak buruk kesehatan dari kebiasaan kurang tidur. Tapi kali ini, studi yang dilakukan peneliti dari University of Southern Denmark menemukan bahaya kurang tidur yang dikaitkan dengan kesuburan pria.

Peneliti menemukan bahwa kurang tidur bisa menurunkan kadar testosteron dan jumlah sperma pria. Studi tersebut dipublikasikan dalam jurnal American Journal of Epidemiology, sebagaimana dilansir situs Medical Daily, Jumat, 26 April 2013.

Dalam studinya, peneliti mensurvei hampir seribu pria yang mengalami kurang tidur di akhir usia belasan dan di awal usia 20-an tahun. Masalah yang dialami itu meliputi jadwal tidur, gangguan  tidur, dan kebiasaan tidur partisipan. Selain itu, peneliti juga menghitung ukuran testis dan jumlah sel sperma dari semua partisipan.

Hasilnya, pada pria yang mempunyai masalah tidur, seperti insomnia, terjaga hingga larut malam, atau kerap terbangun dari tidur, ditemukan bahwa jumlah sel sperma mereka merosot hingga 29 persen dari jumlah normal. Selain itu, sperma juga mengalami kecacatan hingga 1,6 persen dan ukuran testis mereka lebih kecil dibanding mereka yang tidur normal.

Sebagaimana teori tentang gaya hidup tidak sehat, para peneliti mengakui bahwa pria yang mempunyai kualitas tidur yang buruk umumnya juga punya gaya hidup yang tidak sehat. Mereka mengalami kelebihan berat badan, merokok atau mengkonsumsi alkohol lebih banyak dibanding orang yang cukup tidur.

Apakah kualitas tidur yang buruk merusak kadar testosteron ataukah faktor gaya hidup tidak sehat, seperti merokok dan mengkonsumsi alkohol, yang mempengaruhi tidur, testosteron, dan kadar sperma? Terhadap pertanyaan ini, peneliti mengakui diperlukan studi lebih lanjut untuk mengetahui apa menyebabkan apa.

MEDICAL DAILY I AMIRULLAH

Topik Terhangat:
Edsus Sosialita | Ustad Jefry | Caleg | Ujian Nasional | Bom Boston

Baca juga:
Pria Tampan Diusir dari Arab Angkat Bicara
Twit Terakhir, Ustad Uje Baca Doa Mau Tidur
Ini Spesifikasi Motor Gede yang Ditunggangi Uje
Pose 'Ajaib' Para Sosialita di Depan Kamera


10.19 | 0 komentar | Read More

Arisan Sosialita, Ajang Promosi dan Peragaan Busana

Written By Unknown on Sabtu, 27 April 2013 | 10.19

TEMPO.CO, Jakarta - Sebuah arisan sosialita digelar di sebuah restoran di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, sepekan lalu. Restoran yang terletak di sebuah gedung ini terlihat apik dan nyaman. Jauh dari kebisingan jalan raya, untuk mencapainya lebih dulu naik ke lantai dua setelah memasuki lobi gedung.

Siang itu, restoran terlihat ramai karena memang bersamaan makan siang. Terlihat ada dua meja kecil di pintu masuk. Meja itu menjadi stand produk yang akan dipromosikan dalam arisan. Memang ada kerjasama dengan sang penyelenggara arisan.

Di meja-meja restoran terlihat ada beberapa wanita sekitar berusia di atas 30 tahun hingga 45 tahun yang menjadi anggota arisan. Dresscode arisan di undangan adalah: Be Sophiscicated and glamour. Nyaris anggotanya mengenakan gaun dengan bahan tile yang biasa digunakan untuk kebaya.

Arisan siang itu sekaligus perayaan ulang tahun salah satu anggota dan pagelaran fashion show dengan tema kebaya dan ballgown. "Saya melakukan persiapan untuk membuat kebaya ini satu bulan," kata sang desainer yang juga pemain sinetron yang turut serta dalam arisan. Dia membuat gaun tersebut sebanyak 18 buah.

Siang itu terlihat sekitar 20 anggota arisan menyebar di berbagai meja. Dia dua meja sebelah kanan pintu masuk, terlihat beberapa pria yang menenteng kamera, ternyata mereka fotografer pribadi untuk arisan.

Terhitung ada sekitar enam fotografer yang sabar menghadapi para ibu-ibu yang gemar difoto itu. "Enggak semua fotografer disewa oleh ketua geng arisan, ada juga yang dibawa secara pribadi," kata seorang fotografer.

Sebelum arisan dimulai, beberapa sosialita sudah narsis minta di foto dengan berbagai pose dengan latar berbeda. Anggota arisan dibebaskan untuk memasan makanan di restoran, tapi di atas meja sudah disuguhkan boto-botol air mineral dan sebuah majalah gaya hidup. Arisan sosialita pun siap dimulai.

ALIA FATHIYAH

Topik Terhangat:
Edsus Sosialita | Ustad Jefry | Caleg | Ujian Nasional | Bom Boston

Baca juga:
Pria Tampan Diusir dari Arab Angkat Bicara
Twit Terakhir, Ustad Uje Baca Doa Mau Tidur
Ini Spesifikasi Motor Gede yang Ditunggangi Uje
Pose 'Ajaib' Para Sosialita di Depan Kamera


10.19 | 0 komentar | Read More

Sosialita 'Wajib' Membawa Barang Bermerek  

TEMPO.CO, Jakarta - Bagi sosialita, tampil cemerlang dengan barang-barang bermerek merupakan sebuah kewajiban. Tentu gengsi, jika barang yang dikenakannya kalah 'mentereng' dibanding dengan teman satu geng arisannya.

Di sebuah arisan yang didatangi Tempo, nyaris semua anggota yang datang mengenakan tas Hermes, entah asli atau KW. Yang pasti, di depannya terteran tulisan Hermes dengan tinta emas.

Gaya menentengnya pun sama, dicanteng di pergelangan tangan dan berjalan anggun. Jika di foto, tas tersebut tidak lupa ikut mejeng. Wajar, tas asli Hermes seharga ratusan juta rupiah.  Selain tas, tentu sepatu yang dikenakan juga bermerek. Biasanya, sepatu kesukaan mereka bermerk Louboutin, Paris.

Ketika para sosialita berfoto, tiba-tiba datang seorang wanita yang terlambat datang. Dia langsung diajak foto bersama dan sepatu yang dikenakan mirip dengan ketua geng arisan sekaligus MC. Sang MC dengan canda nyeletuk.

"Ayo foto dulu sepatu kita sama, terang aja kemarin kita belinya barengan," katanya tertawa sambil menyodorkan kaki ke depan yang diikuti wanita yang baru datang itu. Lalu merekapun kompak di foto.

Sebagai MC, tentu dia harus memberikan suasana yang santai dan penuh gurau. Masih menggenggam mike di tangan yang disorongkan ke mulut, si MC nyeletuk. "Ayo sepatunya sama, installments (mencicil) berapa kali," kata MC mengenai sepatu bermerk Louboutin yang harganya puluhan juta itu.

Ternyata wanita tersebut terlihat tidak terima dibilang mencicil sepatu yang dikenakannya. Usai di foto dia menghampiri salah satu temannya dan curhat. "Dia bilang gue installments, padahal gue bayar cash dia yang installments," katanya seperti sewot. Tapi itu semua gurauan semata. Sang MC dan anggota arisan tadi kembali bergaul dan berbaur seperti biasa.

ALIA FATHIYAH

Topik Terhangat:
Edsus Sosialita | Ustad Jefry | Caleg | Ujian Nasional | Bom Boston

Baca juga:
Pria Tampan Diusir dari Arab Angkat Bicara
Twit Terakhir, Ustad Uje Baca Doa Mau Tidur
Ini Spesifikasi Motor Gede yang Ditunggangi Uje
Pose 'Ajaib' Para Sosialita di Depan Kamera


10.19 | 0 komentar | Read More

Film Biru Tak Dorong Pola Seksual Remaja  

Written By Unknown on Jumat, 26 April 2013 | 10.19

TEMPO.CO, Copenhagen - Berbeda dengan persepsi umum selama ini, banyak menonton film biru, acara TV, atau konten online yang berbau seksual ternyata tidak terlalu mempengaruhi bagaimana remaja berhubungan seks. Studi baru ini telah diterbitkan dalam Journal of Sexual Medicine, Kamis, 25 April 2013.

"Data kami menunjukkan bahwa ada faktor-faktor lain seperti disposisi pribadi yang suka mencari sensasi, misalnya, yang memainkan peran lebih penting dalam berbagai perilaku seksual remaja maupun dewasa muda," kata Gert Martin Held, peneliti sekaligus psikolog di University of Copenhagen, yang melakukan riset.

Hald dan rekan-rekannya menyurvei 4.600 orang berusia 15 hingga 25 tahun tentang aktivitas seksual mereka dan jenis media porno yang mereka konsumsi. Tim peneliti menemukan bahwa 88 persen pria dan 45 persen wanita telah melihat beberapa jenis media seksual secara eksplisit, seperti televisi, majalah, film, atau laman Internet, dalam satu tahun terakhir. Tapi perilaku mereka cenderung tak terpengaruh.

Kesimpulan penelitian ini membuktikan tidak ada relasi khusus antara media berbau seksual dan dorongan perilaku seksual. Para remaja dan orang dewasa muda yang menonton lebih banyak film biru terbukti memang cenderung ingin mencoba lebih banyak variasi seks. Tapi, sekali lagi, konsumsi media seksual bukan satu-satunya faktor.

Di Amerika Serikat, setidaknya sepertiga remaja melaporkan aktivitas seksual pada usia 16 tahun, dan 71 persen memiliki pengalaman seksual pada umur 18 tahun. Remaja yang lebih tua cenderung menggunakan kontrasepsi ketika berhubungan seks. Faktor ini menjelaskan penurunan tingkat kehamilan remaja.

Studi baru ini menunjukkan bahwa berbagai faktor, termasuk kepribadian, dapat menentukan kapan dan bagaimana remaja berhubungan seks.

LIVE SCIENCE | ISMI WAHID

Berita Terpopuler:
Ustad Jefry Al Buchori Tutup Usia di Pondok Indah
Alasan Atlet Risa Suseanty Tolak Santunan Lion Air
Susno Keluar dari Markas Polda Tengah Malam
Disebut Sesat, Eyang Subur Dituding Tebar Ancaman
Rusia Sudah Peringatkan CIA Soal Tamerlan Tsarnaev


10.19 | 0 komentar | Read More

Studi Baru, Bakteri Usus Pengaruhi Sakit Jantung  

TEMPO.CO, Cleveland - Bakteri usus mungkin memainkan peran dalam perkembangan penyakit jantung. Sebuah studi baru menunjukkan, ketika bakteri usus memakan makanan tertentu, seperti telur dan daging sapi, mereka menghasilkan senyawa yang dapat meningkatkan risiko penyakit jantung.

Responden studi dengan tingkat senyawa trietilamin oksida-N (TMAO) tinggi dalam darah mereka ternyata 2,5 kali lebih mungkin mengalami serangan stroke maupun jantung atau meninggal selama periode tiga tahun dibandingkan dengan mereka yang memiliki tingkat senyawa rendah.

Kadar TMAO bisa berfungsi sebagai penanda untuk memprediksi risiko penyakit jantung. "Meskipun studi selanjutnya diperlukan untuk mengkonfirmasi ini," kata Dr Stanley Hazen, ahli jantung di Cleveland Clinic.

Hasil studi juga memperkuat rekomendasi diet untuk menurunkan risiko penyakit jantung. Rekomendasi ini menyarankan untuk mengurangi konsumsi makanan tinggi lemak dan kolesterol, seperti daging sapi dan telur. "Jika pada masa mendatang peneliti bisa mengembangkan obat yang menghambat produksi TMAO, ini bisa menjadi jalur baru untuk mengatasi penyakit jantung," kata Hazen.

Studi sebelumnya memperlihatkan hubungan antara tingginya kadar TMAO dan riwayat penyakit jantung. Diperkirakan bakteri usus tersebut mengubah nutrisi letisin menjadi TMAO.

Dalam studi terbaru, para peneliti mengambil sampel darah dari 40 orang dewasa saat sebelum dan sesudah mereka makan dua telur rebus--sumber lesitin yang umum. Setelah makan telur itu, tingkat TMAO dalam darah mereka naik. Tetapi, jika responden minum antibiotik sebelum makan telur, tingkat TMAO bisa ditekan.

Dalam studi kedua, peneliti melibatkan 4.000 responden untuk mengevaluasi kondisi jantung mereka. Sekitar tiga perempatnya memiliki tekanan darah tinggi dan 42 persen telah mengalami serangan jantung sebelumnya.

Peserta yang mengalami serangan stroke maupun jantung atau meninggal selama periode penelitian ternyata memiliki tingkat TMAO lebih tinggi daripada mereka yang tidak mengalami peristiwa kardiovaskular.

LIVE SCIENCE | ISMI WAHID

Topik Terhangat:
#Ujian Nasional | #Bom Boston | #Lion Air Jatuh | #Preman Yogya

Baca juga:
Ustad Jefry Al Buchori Tutup Usia di Pondok Indah
Ustad Jefry Alami Kecelakaan Tunggal
Eyang Subur Dilaporkan atas Penodaan Agama
Eyang Subur, Konspirasi dan Pasal Santet
Gagal Temui Adi, Pengacara: Eyang Subur Niat Baik
Adi Bing Slamet Tantang Eyang Subur Ketemu di DPR


10.19 | 0 komentar | Read More

Polusi Udara Tingkatkan Risiko Stroke

Written By Unknown on Kamis, 25 April 2013 | 10.19

TEMPO.CO, Michigan - Hasil penelitian ini patut diperhatikan bagi orang yang tinggal di kota-kota besar dengan tingkat polusi udara yang tinggi. Sebuah penelitian menunjukan terpapar polusi udara dalam jangka waktu lama dikaitkan dengan munculnya risiko serangan jantung dan stroke.

Tim peneliti dari Universitas Michigan dan Universitas Washington, Amerika, menemukan bahwa konsentrasi yang tinggi dari partikel polusi udara (PM2.5) bisa mempercepat penebalan dua lapis bagian dalam arteri karotis. Ini adalah pembuluh darah yang mengalirkan darah ke kepala, leher, dan otak.

"Temuan kami membantu untuk memahami bagaimana paparan polusi udara bisa menyebabkan meningkatnya serangan jantung dan stroke yang telah diobservasi oleh studi-studi lain," kata Sara Adar, kepala peneliti yang juga guru besar epidemiologi Universitas Michigan, sebagaimana dilansir situs Medicalxpress, Selasa, 23 April 2013.

Peneliti juga menemukan bahwa pengurangan partikel debu polusi udara punya kaitan dengan pelambatan penebalan pembuluh darah. Penebalan ini adalah sebuah indikator dari seberapa banyak aterosklerosis (radang pembuluh darah) terjadi pada arteri, bahkan pada orang-orang tanpa gejala penyakit jantung yang jelas.

Dalam penelitiannya, peneliti melibatkan 5.362 orang berusia antara 45-84 tahun dari enam kota metropolitan di Amerika. Peneliti bisa menghitung kadar polusi udara pada rumah setiap partisipan dengan dua alat ultrasound pada pembuluh darah.

Semua partisipan dalam studi ini adalah yang tidak punya penyakit jantung. Setelah diadjust dengan faktor-faktor lain seperti merokok, peneliti menemukan bahwa secara rata-rata penebalan pembuluh darah karotis meningkat hingga 14 mikronmeter setiap tahun.

MEDICALXPRESS | AMIRULLAH

Topik terhangat:
Caleg | Ujian Nasional | Bom Boston | Lion Air Jatuh | Preman Yogya

Berita lainnya:
Lewat Twitter, SBY Umumkan Kenaikan BBM
Jokowi: MRT Seperti Mencabut Kumis Harimau
Begini Cara Jenderal Djoko Cuci Uang
Bayern Hancurkan Barcelona 4-0
Rumah Susno Duadji di Bandung Dikepung


10.19 | 0 komentar | Read More

Jakarta Fashion Week Siap Digelar

Sejumlah Model memperagakan busana koleksi Nico Nico dalam acara Kemang Fashion Week Diva Glam di Lippo Mall Kemang, Jakarta Selatan, Kamis (11/4). TEMPO/Seto Wardhana

TEMPO.CO , Jakarta: Pameran fashion berskala internasional, Jakarta Fashion Week, akan kembali digelar di Senayan City, Jakarta pada 19-25 Oktober 2013. "Kami berharap para desainer Indonesia akan semakin terbuka wawasannya dan dapat memberikan inspirasi untuk meningkatkan inovasi dan kualitas produk Indonesia," kata Plh. Direktur Pengembangan Produk Ekspor Ditjen Pengembangan Ekspor Nasional Kementerian Perdagangan, Indrasari Wisnu Wardhana, di kantornya, Rabu, 24 April 2013.

Beberapa gerai fashion internasional akan dihadirkan dalam Jakarta Fashion Week. Beberapa di antaranya department store Isetan asal Jepang, Harvey Nichols dari Inggris, dan Shinsegae dan Lotte dari Korea Selatan. Gerai-gerai lokal seperti Metro Department Store,  Matahari, dan Centro juga siap menampilkan koleksi terbaik mereka.

Direktur Jakarta Fashion Week, Lenni Tedja, mengatakan pelaku fashion lokal harus tetap update dengan perkembangan selera konsumen global sekarang ini. "Karakter konsumen baru di era digital harus bisa dimanfaatkan oleh pelaku bisnis lokal agar dapat menguasai pasar lokal dan internasional, " katanya.

Kementerian Perdagangan menilai sektor fashion merupakan sektor yang terus berkembang pesat dan tidak terpengaruh oleh krisis. Berkembangnya kelas menengah di Indonesia juga semakin mendorong pertumbuhan industri fashion tanah air. "Kami terus mempromosikan industri fashion, kelas menengah makin tumbuh, maka prospek ke depannya akan tetap menjanjikan," katanya.

ANANDA TERESIA

Topik Terhangat
Caleg | Ujian Nasional | Bom Boston | Lion Air Jatuh |Preman Yogya 

Berita Lainnya:
Bayern Hancurkan Barcelona 4-0
Klasemen dan Top Skor Sementara Liga Inggris
Heynckes Jengkel Terhadap Guardiola  
Mantan Pelatih Timnas Sindir Sepak Indonesia


10.19 | 0 komentar | Read More
techieblogger.com Techie Blogger Techie Blogger