Diberdayakan oleh Blogger.

Popular Posts Today

Mana yang Bikin Langsing, Jalan Kaki atau Lari?

Written By Unknown on Selasa, 09 April 2013 | 10.19

TEMPO.CO, California - Saat ingin menurunkan berat badan, orang biasanya melakukan olah raga. Olah raga paling mudah adalah jalan kaki atau berlari. Menurut sebuah riset, ternyata berlari lebih bisa menurunkan berat badan dibanding dengan jalan kaki. Dan untuk mempertahankan berat badan, tetaplah berlari.

Ini temuan Paul Williams, staf di Lawrence Berkeley National Laboratory di California. Tapi dia tak sembarang mengklaim temuan ini. Selama enam tahun, Williams membandingkan berat badan dan kontrol berat badan dari ribuan pelari dan pejalan kaki.

Williams mengevaluasi perubahan indeks massa tubuh (IMT) lebih dari 32 ribu pelari dan 15 pejalan kaki. IMT adalah perhitungan lemak tubuh berdasarkan tinggi dan berat badan. Ribuan pelari dan pejalan kaki ini terdaftar antara 1998 dan 2001.

Peserta diukur tinggi dan berat badan mereka. Mereka juga diukur ukuran pinggang mereka dan informasi aktivitas oah raganya mereka, termasuk brapa jauh berlari/berjalan, frekuensi, kecepatan, dan olah raga lainnya yang mereka lakukan.

Williams menemukan beberapa perbedaan antara pelari dan pejalan kaki. Usia para pejalan kaki yang umumnya lebih tua daripada rata-rata pelari, 53 tahun dibandingkan dengan 41 tahun.

Pada awalnya, para pelari juga memiliki IMT lebih rendah. Pelari pria 'rata-rata IMT-nya 24, sednagkan perempuan 22. Pejalan kaki pria, rata-rata IMT-nya 27 dan pada perempuan rata rata 25. IMT 25 adalah batas paling rendah dari ukuran dari obesitas.

Setelah enam tahun mereka diukur kembali. Kedua kelompok sama sama berkurang berat badannya. Tapi pelari pria dan berat pelari perempuan memiliki hasil yang lebih baik.

Dari penelitiannya, Wiliams menemukan, orang dewasa yang memiliki indeks masa tubuh 28 ( termasuk kelebihan berat badan ) yang memilih olah raga lari, penurunan berat badannya 90 persen lebih besar dibandingkan dengan pejalan kaki.

"Berlari lebih efektif daripada berjalan untuk mencegah penambahan berat badan atau mencapai berat badan ideal," katanya. Baik pelari dan pejalan kaki berat badannya sama sama berkurang. "Namun pelari kehilangan lebih banyak," kata Williams.

Kenapa berlari lebih menurunkan berat badan? Karena metabolisme. "Jika Anda berolahraga keras seperti berlari, tingkat metabolisme anda tetap tinggi setelah latihan," kata Williams. "Untuk pejalan kaki, lebih rendah." Temuan ini diterbitkan dalam Jurnal Medicine & Science in Sports & Exercise edisi April,

Temuan ini tidak mengherankan. Bagi Dr Tim Church, direktur riset pengobatan preventif di Pennington Biomedical Research Center di Baton Rouge. Menurutnya orang bisa latihan keras tanpa harus jogging atau lari. Bentuk lain dari olahraga aerobik, seperti berenang atau bersepeda, bisa dilakukan dengan penuh semangat.

Williams sepakat, tidak semua orang ingin lari. Sebagai olahraga ringan, berjalan santai, masih memilih manfaat buat kesehatan. "Lebih baik berolah raga sekecil apapun dari pada tidak sama sekali," katanya.

Namun bukan berarti semua olahraga berat perlu dilakukan untuk menurunkan berat badan. Menurut Williams, olah raga cara bukan selalu cara yang paling efektif. "Kita harus menambahkan diet," katanya. Obesitas atau kelebihan berat badan, membuat mereka orang memiliki risiko penyakit seperti diabetes dan penyakit jantung.

NUR ROCHMI | HEALTHDAYS

Topik terhangat:
Partai Demokrat | Agus Martowardojo | Serangan Penjara Sleman | Harta Djoko Susilo | Nasib Anas

Berita terpopuler lainnya:
3 Fakta Kapolda DIY Kontak Pangdam Sebelum Insiden 
SBY: SMS Saya ke Anas Tidak Dibalas 
Kisah Penjaga Mayat yang Memandikan Nurdin M Top
SBY Sudah Menduga Penyerang Cebongan Kopassus 
SBY: Kami Menyayangi Anas Urbaningrum 
Agustus, SBY Bakal Ganti Kapolri dan Panglima TNI


10.19 | 0 komentar | Read More

Sikap Optimistis Kurangi Risiko Stroke  

TEMPO.CO, Jakarta - Punya tujuan dalam hidup itu penting. Bukan cuma bisa mengarahkan apa yang hendak dicapai, tapi juga baik untuk kesehatan mental seseorang.

Ini dibuktikan oleh peneliti dari University of Michigan, Amerika. Dalam studi yang melibatkan 7.000 orang, mereka yang punya arah dalam hidup punya kecenderungan 70 persen lebih sedikit terkena stroke. Peneliti menghitung faktor-faktor yang memperparah keadaan, seperti tekanan darah tinggi dan penggunaan alkohol.

"Mengelola tujuan hidup bukan cuma meningkatkan kualitas hidup, tapi juga memperbaiki kesehatan mental dan memperpanjang usia," kata psikolog klinis Eric Kim, yang memimpin penelitian ini, sebagaimana dilansir dari Daily Mail, Minggu, 7 April 2013.

Sejauh ini banyak orang berpikir mengejar aktivitas bermakna setelah pensiun merupakan hal penting bagi kesehatan fisik dan mental--keadaan yang kerap menurun secara dramatis setelah masa pensiun.

Penelitian pada masa lalu berfokus pada pengaruh sikap negatif, seperti depresi dan ras keterasingan. Sedangkan penelitian baru-baru ini menginvestigasi bagaimana sikap positif, seperti optimistis, bisa melindungi diri dari penyakit.

Dalam studinya, Kim dan timnya melakukan penelusuran selama empat sampai lima tahun terhadap pria dan wanita berusia 50 tahun atau lebih. Mereka juga diminta melengkapi tes psikologi, sementara peneliti mencatat riwayat stroke mereka.

Hasilnya menunjukkan, semakin tinggi seseorang memiliki tujuan hidup, semakin rendah risiko stroke mereka. Mereka yang punya tujuan hidup punya kecenderungan 73 persen lebih rendah terserang stroke dibanding mereka yang kurang mempunyai tujuan hidup.

Dalam penelitian lain ditemukan, perasaan positif yang dimiliki seseorang bisa menurunkan kadar hormon stres, yang disebut kortisol. Hormon ini punya pengaruh untuk menyebabkan stroke.

DAILY MAIL | AMIRULLAH

Topik terhangat:
Partai Demokrat | Agus Martowardojo | Serangan Penjara Sleman | Harta Djoko Susilo | Nasib Anas

Berita terpopuler lainnya:
3 Fakta Kapolda DIY Kontak Pangdam Sebelum Insiden
SBY: SMS Saya ke Anas Tidak Dibalas
Kisah Penjaga Mayat yang Memandikan Nurdin M Top
SBY Sudah Menduga Penyerang Cebongan Kopassus
SBY: Kami Menyayangi Anas Urbaningrum
Agustus, SBY Bakal Ganti Kapolri dan Panglima TNI


10.19 | 0 komentar | Read More

Hewan Liar di Bandung Dapat Pakan Gratis  

Written By Unknown on Senin, 08 April 2013 | 10.19

Minggu, 07 April 2013 | 18:46 WIB

TEMPO.COBandung - Puluhan pencinta kucing dan anjing di Bandung memperingati Hari Hewan Jalanan Sedunia (World Stray Animals Day), Ahad, 7 April 2013. Mereka menyebar ke pelosok kampung untuk memberi makan dan obat-obatan bagi kucing dan anjing tanpa tuan yang berkeliaran di jalan. Setelah di Bandung, aksi serupa akan berlanjut di Jakarta pekan depan.

Aksi yang dikoordinasi kelompok Garda Satwa itu dimulai Ahad pagi hingga petang. Menurut koordinator aksi Bima Bayusena, sedikitnya ada empat kelompok yang menyebar pakan kucing dan anjing secara cuma-cuma di Bandung hari ini. "Mereka beroperasi di penjuru Bandung, kelompoknya ada yang pencinta anjing serta kucing," katanya saat ditemui Tempo di lokasi, Ahad, 7 April 2013.

Klub pencinta anjing High Five, misalnya, menjelajahi wilayah Bandung Barat. Adapun anggota Perkumpulan Kucing Domestik Bandung, yang dipimpin Bima, menyasar wilayah Bandung Timur. Kelompok itu memulai aksinya di daerah Maleer. 

Sebanyak empat relawan turun dari mobil lalu berpencar masuk ke perkampungan sampai tempat pemakaman. Mereka mencari anjing dan kucing yang berkeliaran untuk diberi makanan kering (dry food). 

Dari pantauan Tempo, yang mengikuti kelompok itu, para relawan juga mengajak anak-anak kecil dan warga untuk ikut memberi makan dan menyayangi kucing atau anjing yang berkeliaran. 

Setelah satu jam, mereka berkumpul lagi dan digantikan relawan baru yang ingin bergabung sambil membawa pakan tulang ayam mentah. Seluruh pakan, kata Bima, dikumpulkan dari para relawan dan donatur. 

Salah seorang relawan dari Perkumpulan Kucing Domestik Bandung, Lia Deciana, 38 tahun, mengatakan pemberian pakan seperti itu sudah jadi rutinitas keseharian. "Tiap kali ke pasar, saya selalu bawa bekal untuk kucing yang saya temui di jalan," ujar ibu rumah tangga itu. 

Kadang ia mengadopsi kucing-kucing telantar itu atau membawa kucing yang sakit ke dokter hewan. "Kami juga menolak jual-beli hewan," ujarnya.

Sekretaris Garda Satwa Dhini Damayanti mengatakan World Stray Animals Day diperingati setiap 4 April. Kegiatan itu tercetus saat 100 organisasi pencinta hewan di Belanda berkumpul pada 2010. "Kami berharap para anjing dan kucing jalanan itu paling tidak punya tempat bernaung kalau tidak ada yang ingin memeliharanya," kata dia. 

Sebelumnya, para relawan di Bandung dan Jakarta telah memberi pakan puluhan kucing di lokasi banjir Baleendah. Menurut Dhini, pemberian pakan anjing dan kucing gratis di sejumlah lokasi di Bandung atau Jakarta dan sekitarnya rutin dilakukan sebulan sekali.

ANWAR SISWADI


10.19 | 0 komentar | Read More

Jangan Jadikan Anak Autis Sebagai Bahan Ejekan

Senin, 08 April 2013 | 03:17 WIB

TEMPO.CO, Surakarta--Ratusan anak dengan semangat mengikuti gerak jalan di area Hari Bebas Kendaraan di Surakarta, Minggu, 7 April 2013. Sekilas anak-anak usia taman kanak-kanak dan sekolah dasar tersebut tidak berbeda dengan anak kebanyakan.

Kecuali terkadang ada anak yang tiba-tiba berontak dan keluar dari barisan atau anak yang ikut gerak jalan tapi pandangannya mengarah ke tempat lain. Anak-anak yang ikut gerak jalan tersebut adalah anak berkebutuhan khusus, yaitu anak autis.

"Kami mengajak 200-an anak-anak untuk ikut gerak jalan di tengah aktivitas masyarakat saat car-free day. Sehingga anak-anak dapat belajar berinteraksi dengan dunia luar," kata ketua panitia acara Syafitri Pusparini di sela acara, Minggu, 7 April 2013. Kegiatan tersebut dalam rangka memperingati hari peduli autis sedunia yang jatuh pada 2 April 2013.

Tak hanya gerak jalan, anak-anak lantas diberi kesempatan menyanyi atau membaca Al Quran di panggung yang disediakan di kawasan Ngarsopuro. Tujuannya agar anak autis lebih percaya diri dan belajar menghadapi banyak orang.

Dia mengatakan selama ini anak autis cenderung dikurung oleh orang tuanya di rumah. Sehingga justru memperparah kondisinya. Karena itu orang tua seharusnya lebih banyak mengenalkan anaknya ke dunia luar. "Meski di masyarakat, keberadaan anak autis kadang menjadi bahan ejekan," katanya.

Dengan diajak gerak jalan dan penampilan di panggung, secara tidak langsung menunjukkan ke masyarakat bahwa anak autis punya prestasi dan kemampuan. "Jangan jadikan anak autis sebagai bahan olokan. Itu menyakiti perasaan si anak dan orang tuanya," ujarnya.

Bagi Asri Kurniawati, mendidik anaknya yang autis harus dengan ketegasan. Tanpa ketegasan, "Nanti akan tidak tahu aturan," katanya. Ridho Arta Rifai yang kini berumur 8 tahun masih menjalani terapi di sebuah yayasan.

Dia belum berencana memasukkan ke sekolah inklusi. Dia khawatir anaknya belum bisa berinteraksi dengan baik atau justru menjadi bahan candaan teman-teman sekolahnya. "Pernah beberapa kali diejek saat bermain di lingkungan rumah. Makanya sekarang saya batasi untuk ke luar rumah," ujar warga Cemani, Grogol, Sukoharjo ini.

UKKY PRIMARTANTYO

Topik Terhangat Tempo:
Penguasa Demokrat || Agus Martowardojo || Serangan Penjara Sleman || Harta Djoko Susilo || Nasib Anas

Baca juga:
Kolektor Pamerkan Ratusan Barang Antik di Bandung
Dua Wajah Sao Paulo
Mayoritas Warga Amerika Ingin Ganja Dilegalkan
Offroader Menguji Jalur Liar Aceh


10.19 | 0 komentar | Read More

7 Profesi yang Dekat dengan Mayat dan Kematian

Written By Unknown on Minggu, 07 April 2013 | 10.19

Minggu, 07 April 2013 | 05:22 WIB

TEMPO.CO , Jakarta:Manusia sebagai makhluk sosial, mungkin akan terlihat jelas pada saat kematian. Ketika manusia hanya tinggal jasad, pada saat itulah ia sesungguhnya benar-benar membutuhkan bantuan orang lain. Ada banyak orang yang terlibat yang mengantarkan jenazahnya, baik itu ke makam maupun dilarung ke laut. Begitu pula saat jasad beristirahat panjang di dalam kubur. Jasadnya membutuhkan perawatan dan penanda lewat sebuah nisan.

1. Perias Jenazah
Perlengkapan kerja
:
kotak kosmetik: bedak, pelembab, lipstik, alas bedak atau foundation, eye shadow atau pemulas kelopak mata, dan blush on atau pewarna pipi. 

Tugas:
Merias mendandani wajah dan badan jenazah. Mendandani jenazah tidak berbeda dengan merias orang yang masih hidup. Yang membedakan adalah penggunaan bedak dan foundationnya yang dipakai pengantin saat resepsi, karena mudah menempel di kulit dan awet

Tantangan:
merias jenazah yang meninggal karena kecelakaan, sakit ginjal, maupun sakit jantung, yang butuh perlakuan khusus.

Lama merias jenazah: 1-2 jam, tergantung kondisi jasadnya.

2. Tukang Kremasi
Perlengkapan kerja:
Oven raksasa

Tugas:
Membakar jenazah dengan memasukkan kerangka jenazah ke mesin oven raksasa. Setelah proses pembakaran selesai, kerangka yang sudah lunak dihancurkan hingga menjadi abu, dan siap dilarung ke laut. Adapun proses pelarungannya ke laut menjadi urusan keluarga.

Lama Pembakaran 1,5 jam dengan oven raksasa

3. Penyedia Peti jenazah:

Tugas:
Membuat dan menyediakan peti jenzah sesuai dengan usia jenazah. Peti bisa diambil bisa diantar ke kamar jenazah di rumah sakit

Kategori peti jenazah: Kelas 1, 2, 3 Peti ukir Jepara, Peti Putih dan Petih cat Deco

Harga: Rp 2,5 – 5,5 juta

4. Pembuat nisan

Tugas:
Membuat nisan, memberi nama, tempat tanggal lahir dan wafat jenazah, bisa dengan menambahkan kutipan ayat suci

Harga: Rp 300 ribu – 9 Juta

5. Penggali kubur
Tugas:

Menggali liang lahat sesuai ukuran jenazah

Penghasilan: Rp 250 per bulan

6. Pemelihara makam
Tugas:
Membersihkan makan dari sampah dan gulma, memotong, menyiram, dan memberi pupuk pada rumput di atas makam.

Imbalan/tarif:  Rp 25 ribu- Rp 100 ribu per tiga bulan

7. Pembaca doa:
Tugas:

Membaca Surat Yasin, Al Fatihah, Ayat Kursi, doa dan dzikir, dengan menyertakan nama jenazah di makam tersebut.

Imbalan/tarif: Rp 5 – 25 ribu. (Baca Lengkap: Topik di Koran Minggu)

IQBAL MUHTAROM

Topik Terhangat
Agus Martowardojo || Serangan Penjara Sleman || Harta Djoko Susilo || Nasib Anas

Baca Tempo
Cincin Penghilang Dengkuran
Bocah 14 Tahun Inggris Sudah Tonton Video Porno
Mei, Ivan Gunawan Tawarkan Busana untuk Si Besar
Tip Pakaian Wanita Besar Ala Ivan Gunawan


10.19 | 0 komentar | Read More

Dua Wajah Sao Paulo

Membaca Seru Novel Terjemahan

Salah satu aktivitas yang enak dikerjakan di akhir pekan ialah membaca novel. Jenis fiksi panjang ini membawa saya menjelajahi banyak sekali hal: kultur, bahasa, watak, nuansa, hingga kehebatan plotnya. Dalam membaca itulah saya merasa memperoleh pengayaa


10.19 | 0 komentar | Read More

Tip Pakaian Wanita Besar Ala Ivan Gunawan

Written By Unknown on Sabtu, 06 April 2013 | 10.19

Sabtu, 06 April 2013 | 04:18 WIB

TEMPO.CO , Jakarta:Orang-orang yang memiliki kelebihan berat badan sering kali susah memilih pakaian yang pas. Selain ukuran yang agak sulit didapat, model pun terkadang tidak sesuai bentuk tubuh orang gemuk.

Perancang busana Ivan Gunawan memberikan beberapa tip bagi wanita-wanita berbadan besar yang akan mengenakan gaun. "Untuk yang gemuk, kalau bisa diperhatikan letak pinggangnya," kata Ivan pada pembukaan Wedding Romance Week East Meets West di Grand Indonesia, Jakarta, Kamis, 4 April 2013.

Ia mengakui para wanita gemuk akan sulit memperlihatkan bagian pinggangnya. Tugasnyalah merancang baju yang membuat siluet pinggang akan lebih terlihat. "Karena pinggulnya besar, untuk memperlihatkan pinggangnya pakai rok A Line," katanya.

Pada bagian dada, Ivan sangat tidak menyarankan menggunakan korset atau kemben. "Itu terlalu ketat dan akan membuat mereka sesek aja," kata Ivan.  Berdasarkan pengalaman membuat gaun, ia memberi pola seperti kantong untuk bagian dada sehingga lebih membuat orang berbadan besar merasa lebih bebas bernapas.

Pada bagian kerah, perancang yang bertubuh besar ini melarang wanita montok menggunakan kerah yang ketat atau tertutup hingga ke leher. Itu akan membuat mereka terlihat lebih sesak. "Kalau bisa, bagian dadanya terbuka saja," kata dia. "Kerahnya bisa pakai model V atau model U atau kerah terbuka lain."

Dalam hal material, Ivan menyarankan selalu memakai bahan-bahan berkualitas tinggi. Pada umumnya, wanita gemuk akan lebih cepat berkeringat. Sehingga kalau keringat itu akan bercampur bahan-bahan kualitas rendah, si pemakai akan langsung merasa gatal dan tidak nyaman. "Jadi kalau mau pakai brokat, pakai brokat Perancis halus. Atau kalau pakai sutera, sutra kualitas baik juga," katanya.

Kebanyakan wanita gemuk lebih sering memilih warna hitam agar terlihat lebih menguruskan bentuk tubuhnya. Tapi Ivan mengatakan, semua warna sebenarnya cocok saja untuk wanita bertubuh besar. "Hitam memang menguruskan sedikit, tapi kalau hitam terus kan bosan," kata dia. "Padahal semua warna cocok kok untuk yang gemuk."

Ia menyarankan pola yang menutupi beberapa bagian tubuh kurang proporsional. "Misal bagian lengannya itu terlalu besar, ya, coba disembunyikan kekurangan itu," katanya.

Desainer yang cukup sering menangani wanita-wanita gemuk ini mengaku sebenarnya kasian dengan para klien bertubuh gemuk yang mengeluh tentang kondisi badannya. Dengan tip itu, ia berharap para wanita gemuk lebih percaya diri memilih berbagai model baju sesuai keinginannya.

MITRA TARIGAN

Baca Gaya di Tempo
Ada Wedding Sirkus di Grand Indonesia Selama 4 Hari
Stres Kala Macet Picu Gangguan Mental
Pembuatan Vaksin Demam Berdarah Masih Terkendala

Topik terhangat:
Partai Demokrat | Agus Martowardojo | Harta Djoko Susilo  |Nasib Anas |
Edisi Khusus Tempo


10.19 | 0 komentar | Read More

Cincin Penghilang Dengkuran

Sabtu, 06 April 2013 | 05:04 WIB

TEMPO.CO , London: Sekitar satu dari empat perempuan di dunia berdengkur kala tidur. Sedangkan empat dari sepuluh lelaki tidur sambil mendengkur. Sekilas, mengorok tidak menimbulkan efek samping. Kecuali menggangu kenyenyakan teman tidur.

Namun berdasarkan penelitian di Amerika Serikat, pendengkur bisa mendapatkan serangan jantung. "Bahkan kemungkinan serangan jantung pendengkur lebih besar ketimbang perokok atau obesitas," tulis Mail Online, Jumat, 5 April 2013. "Sebab kondisi yang dialami pendengkur dapat menyumbat arteri hingga menyebabkan pendarahan otak, stroke, hingga jantung."

Tidur bersama pendengkur pun dialami mantan wartawan BBC, Rosie Millard. Pendengkur itu tak lain adalah suami Millard, Pip Clothier. "Dulu dia tidak sering mengorok," kata Millard. "tapi sekarang, dengkurannya membuat saya tak bisa tidur."

Untuk menghilangkan bunyi dengkur sang suami, Millard memiliki pilihan dengan obat atau semprotan mulut. Tapi Millard tak ingin suaminya mengalami efek samping. Karena itu, ibu dua anak ini membeli cincin The Good Night Snoring. Cincin perak seharga 30 pounsterling, sertaa Rp 445 ribu, ini, dipercaya bisa menghilangkan suara dengkuran.

"Cincin dipakai 30 menit sebelum tidur, pada jari kelingking," kata Millard. "Hasilnya, suami saya tidak mengorok lagi."

Agar dengkurannya hilang, si pendengkur tak harus mengenakan cincin sepanjang 24 jam. Cukup kala tidur malam saja. Bentuk perhiasan ini tidak melingkar penuh. Namun ada celah pada lingkaran luar. Sementara di lapisan dalam cincin, ada empat tonjolan. Fungsinya untuk memijat titik pada kelingking.

"Waktu akan tidur, telapak tangan harus telentang, sehingga celah cincin menghadap ke atas."

Kata Millard, suaminya tak cuma mengusir dengkuran dengan The Good Night Snoring Ring saja. Ia juga mulai rutin berolahraga dengan bersepeda, untuk menurunkan berat badan.

MAIL ONLINE | CORNILA

Baca Gaya di Tempo
Pria Botak di Ubun-ubun Berisiko Sakit Jantung 
5 'Dosa' karena Ngemil 
Remaja Amerika Sekarang Tunda Hubungan Seks

Topik terhangat:
Partai Demokrat | Agus Martowardojo | Harta Djoko Susilo  |Nasib Anas |
Edisi Khusus Tempo


10.19 | 0 komentar | Read More

Stres Kala Macet Picu Gangguan Mental

Written By Unknown on Jumat, 05 April 2013 | 10.19

Jum'at, 05 April 2013 | 04:47 WIB

TEMPO.CO , Washington: Sering terjebak kemacetan hingga membuat stres ternyata dapat berdampak fatal pada kesehatan mental. Berdasarkan penelitian profesor psikologi dan perilaku sosial, Susan Charles, ketegangan yang dialami tiap hari karena macet bisa membuat iritasi kejiwaan hingga akhirnya menimbulkan gangguan mental yang parah.

Dalam penelitiannya, Charles menemukan stres akibat kemacetan dapat memicu perseteruan dengan pasangan; konflik di tempat kerja; tekanan psikologi, kecemasan, serta gangguan suasana hati. "Gangguan ini dapat timbul 10 tahun kemudian," kata Charles, seperti yang dikutip Mail Online, Kamis, 4 April 2013.

Berdasarkan data Midlife Development dan National Study of Daily Experiences di Amerika Serikat, banyak pria serta perempuan berusia 25-74 tahun yang menunjukkan gangguan mental. Dan penyebabnya bukan hanya karena peristiwa atau masalah besar saja. Tapi gangguan emosional kecil, seperti waktu terjebak macet.

Untuk mengantisipasi dampak negatif itu, Charles menyarankan masyarakat dapat mengelola emosi kala menghadapi kemacetan. Kata dia, menjaga kepala tetap dingin dalam menghadapi situasi stres sehari-hari sama pentingnya dengan diet sehat dan olahraga rutin. (Baca juga: Makanan Ini Terlarang Kala Stres)

"Dengan begitu, masalah lalu lintas tak akan merusak momen Anda, yang seharusnya berjalan menyenangkan." (Baca juga: 7 Cara Hilangkan Stres)

MAIL ONLINE | CORNILA

Baca Seleb!
Film Cinta tapi Beda Menang di AIFFA 
24 Film Berlaga di Malang Film Festival 
'Finding Srimulat' Diputar Perdana di Layar Tancap 
Penjualan Tiket Palestine Orchestra Masih Seret

Topik terhangat:
Badai Partai Demokrat | Agus Martowardojo | Serangan Penjara Sleman |Harta Djoko Susilo | Nasib Anas


10.19 | 0 komentar | Read More

Ada Wedding Sirkus di Grand Indonesia Selama 4 Hari  

Jum'at, 05 April 2013 | 09:01 WIB

TEMPO.CO, Jakarta - Beragamnya model unik dalam merayakan pesta bersatunya dua orang manusia membuat salah satu pusat perbelanjaan Grand Indonesia menggelar pameran pernikahan selama empat hari.

Setelah menghadirkan pameran pernikahan dua tahun lalu berturut-turut, kali ini Grand Indonesia kembali menggandeng Bella Donna Group untuk menggelar pameran Wedding Romance East Meets Week. "Kali ini pameran kami akan memakai konsep wedding sirkus," kata Founder Bella Donna Group, Diany Pranata, pada acara konferensi pers acara itu pada Kamis, 4 April 2013, di Jakarta.

Menurut Diana, tema sirkus diambil karena ia ingin memperlihatkan banyak imajinasi seperti sirkus yang mungkin bisa digunakan pada acara pesta pernikahan. "Agak nyeleneh memang tema itu, tapi kami ingin memberitahu bahwa masih banyak tema-tema fun yang bisa dipilih selain yang tema biasa seperti elegan dan formal," kata Diana. Ia pun mengaku bahwa saat ini memang sedang tren pesta-pesta pernikahan dengan kesan warna-warni mirip sirkus.

Wanita dengan potongan rambut pendek ini mengatakan pameran yang berlangsung pada 4-7 April 2013 ini dapat menjadi inspirasi para calon pengantin untuk merancang pesta-pesta pernikahannya.

"Kami hanya ingin memberikan inspirasi bagi calon pasangan pengantin untuk membuat pesta pernikahan dengan konsep imajinasinya sendiri," lanjutnya. Menurut Diany, pesta pernikahan adalah pesta yang sesuai dengan kemauan para calon pengantin, bukan sesuai tren yang sedang berlangsung. Sehingga ia pun menyarankan untuk membuat pesta sakral itu sesuai gayanya sendiri.

Pameran itu menghadirkan 47 vendor pernikahan dari Jakarta, Bandung dan Bali. Para vendor akan memberikan berbagai informasi untuk berbagai kebutuhan pesta pernikahan serta embel-embelnya. Selain informasi tentang konsep acara pernikahan, ada pula informasi tentang foto pernikahan, gaun pernikahan, katering pernikahan, hingga konsep bulan madu untuk pasangan yang baru mengikat janji suci.

Berbagai pagelaran busana pengantin dari 11 perancang ternama pun akan dilangsungkan pada acara tahunan ini. Beberapa perancang seperti Marga Alam, Ivan Gunawan, Intan Avantie, serta Hengki Kawilarang akan mendemonstrasikan berbagai koleksi pernikahannya.

MITRA TARIGAN

Topik terhangat:
Partai Demokrat | Agus Martowardojo | Serangan Penjara Sleman | Harta Djoko Susilo  |Nasib Anas

Berita terpopuler lainnya:
Penyerang Cebongan Anggota Kopassus 
U, Kopassus Pemberondong Tahanan LP Cebongan 
Anggota Kopassus Buang CCTV Lapas Cebongan ke Kali 
Ini Peralatan Kopassus yang Serbu Lapas Cebongan 
Serbu Cebongan, Tiga Anggota Kopassus Turun Gunung


10.19 | 0 komentar | Read More
techieblogger.com Techie Blogger Techie Blogger