Diberdayakan oleh Blogger.

Popular Posts Today

Begini Cara Terapi Kanker dengan Avatar  

Written By Unknown on Senin, 10 Maret 2014 | 10.19

TEMPO.CO, Jakarta - Yaron Panov semula merasa tak menyangka, penyakit Sarkoma yang dideritanya bakal minggat. Dokter yang merawatnya di Israel, dua tahun lalu memvonis umurnya tak sampai enam bulan. Semua berubah saat istrinya yang dokter, Rochelle Schwartz, memboyong Panov ke pusat penyembuhan kanker tersohor di Amerika Serikat, Champions Oncology, agar menjalani terapi Tumorgraft.‬

‪Setelah menjalani tahapan pengobatan Tumorgraft selama beberapa bulan, kondisi kesehatan Panov membaik. Tenggat waktu usia yang pernah dikatakan dokter lamanya pun tak berlaku. "Tubuh suami saya memang sedikit melemah, dan rambutnya perlahan rontok. Tapi bagaimana pun, Tumorgraft berjalan baik menyembuhkan kankernya," kata Schwartz sebagaimana dikutip dari laman situs cjnews.com, pekan lalu.‬

‪Tumorgraft adalah prosedur penyembuhan kanker gagasan bos Champions Oncology, David Sidransky. Menurut dokter yang disebut majalah TIME sebagai salah satu peneliti paling berpengaruh berkat penelitiannya di bidang deteksi dini kanker itu, kunci metode Tumorgraft ada pada pendekatan penyembuhannya yang personal.

"Dengan Tumorgraft kita akan tahu pengobatan apa yang paling tepat untuk si pasien," ujar Sidransky saat ditemui Tempo usai acara peluncuran Tumorgraft di Parkway Cancer Center, Singapura, medio Februari lalu.‬

‪Pengobatan secara personal memperbesar peluang pasien untuk sembuh, karena memungkinkan dokter memberi penanganan sesuai spesifikasi kanker dan gen penderita. Sebab, kata Direktur Medis dan Konsultan Senior Onkologi Medis PCC, Ang Peng Tiam, ketika ditemui usai acara yang sama, efek sebuah metode penyembuhan berbeda, meski pasien mengidap jenis kanker yang sama. "Perjuangan melawan kanker memang tak mudah, tapi ada harapan melalui metode ini."‬

Proses bertahap yang disebut Champions Tumorgraft rata-rata memerlukan waktu enam bulan. Tahap pertama adalah mengambil jaringan tumor hidup pada si pasien melalui operasi atau biopsi. Tumor itu kemudian ditanamkan dalam tubuh beberapa tikus percobaan yang memiliki defisiensi imun sebagai sampel hidup. Tiap tikus kemudian diberi pengobatan berbeda. Tujuannya, untuk mengukur respon dari jaringan tumor hidup terhadap setiap rejimen obat.‬ ‬

‪Menurut Sidransky, tahap implantasi biasanya memakan waktu dua bulan atau lebih lama. Selama menunggu pertumbuhan tumor pada "avatar"-nya, para pasien terus menerima terapi kanker dari para onkologis. "Efektivitas dari setiap pengobatan yang diujikan ke tikus selalu dilaporkan ke onkologis, sehingga bisa digunakan sebagai referensi pengobatan pasien," ujarnya. Namun, karena memakan waktu lama, metode ini tidak disarankan bagi pasien kanker yang sudah masuk stadium 4.‬

ISMA SAVITRI‬

Baca juga:
Sel Punca Mempercepat Pengembangan Sel KankerRekayasa Sel T Dapat Sembuhkan Pasien Kanker
Perkembangan Terapi Sel Punca di Indonesia
Peneliti: Kol Tangkal Radiasi dari Terapi Kanker
Jalan Kaki Turunkan Risiko Kanker Payudara


10.19 | 0 komentar | Read More

Pakai Tikus, Keberhasilan Terapi Avatar 70 persen  

TEMPO.CO, Jakarta - Tumorgraft atau terapi kanker avatar adalah prosedur penyembuhan kanker gagasan bos Champions Oncology, David Sidransky. Menurut dokter yang disebut majalah TIME sebagai salah satu peneliti paling berpengaruh berkat penelitiannya di bidang deteksi dini kanker itu, kunci metode Tumorgraft ada pada pendekatan penyembuhannya yang personal.

"Dengan Tumorgraft, kita akan tahu pengobatan apa yang paling tepat untuk si pasien," ujar Sidransky saat ditemui Tempo usai acara peluncuran Tumorgraft di Parkway Cancer Center, Singapura, medio Februari lalu.

Pengobatan secara personal ini memperbesar peluang pasien untuk sembuh karena memungkinkan dokter memberi penanganan sesuai spesifikasi kanker dan gen penderita.

Sebab, kata Direktur Medis dan Konsultan Senior Onkologi Medis PCC, Ang Peng Tiam, ketika ditemui usai acara yang sama, efek sebuah metode penyembuhan berbeda, meskipun pasien mengidap jenis kanker yang sama. "Perjuangan melawan kanker memang tak mudah, tapi ada harapan melalui metode ini."

Teknik implantasi Tumorgraft diklaim Ang lebih baik dari model Xenograft tradisional yang hanya punya korelasi 20 persen dengan tumor asli. Sebabnya, tumor yang diekstraksi dan diimplementasikan melalui Tumorgraft bisa mempertahankan genotip dan heterogenitas dasarnya sehingga bisa jadi alat prediktif untuk uji klinis. "Korelasi genetis lewat proses tumour grafting mencapai 94 persen dibanding tumor asli," ujar Ang.

Proses bertahap yang disebut Champions Tumorgraft rata-rata memerlukan waktu enam bulan. Tahap pertama adalah mengambil jaringan tumor hidup pada si pasien melalui operasi atau biopsi. Tumor itu kemudian ditanamkan dalam tubuh beberapa tikus percobaan yang memiliki defisiensi imun sebagai sampel hidup. Tiap tikus kemudian diberi pengobatan berbeda. Tujuannya, untuk mengukur respon dari jaringan tumor hidup terhadap setiap resimen obat.

Tahap implantasi biasanya memakan waktu dua bulan atau lebih lama. Selama menunggu pertumbuhan tumor pada "avatar"-nya, para pasien terus menerima terapi kanker dari para onkologis.

Rampung tahap implantasi, cangkok tumor tak langsung dibuang. Jaringan tumor si pasien akan diawetkan sebagai sampel hidup untuk digunakan di masa depan jika terjadi progresi atau kanker muncul kembali di tubuh pasien. Sel-sel kanker itu dibikin abadi melalui proses cyrobanking atau mengawetkan sel dalam nitrogen cair.

Tingkat keberhasilan Champions Tumorgraft diklaim sekitar 70 persen, tergantung pada beberapa faktor, seperti tingkat keagresifan tumor. Juga pada tingkat keberhasilan tikus karena kadang hewan tersebut tak bisa mengembangkan tumor si pasien. "Yang terjadi pada tikus adalah cerminan pasien, kami tidak bisa memaksakan," kata Wakil Presiden Bagian Pemasaran Champions Oncology Jordon Rubinson.

Lalu, berapa biaya pengobatan ini? Untuk di Singapura, kisaran biayanya Sin$ 15 ribu atau sekitar Rp 140 juta. Namun, duit itu hanya untuk membayar tahap Champions Graft, di luar ongkos kemoterapi sebelum program.

ISMA SAVITRI

Baca juga:
Begini Cara Terapi Kanker dengan Avatar
Sel Punca Mempercepat Pengembangan Sel Kanker
Rekayasa Sel T Dapat Sembuhkan Pasien Kanker
Perkembangan Terapi Sel Punca di Indonesia
Peneliti: Kol Tangkal Radiasi dari Terapi Kanker
Jalan Kaki Turunkan Risiko Kanker Payudara


10.19 | 0 komentar | Read More

Sel Punca Mempercepat Pengembangan Sel Kanker

Written By Unknown on Minggu, 09 Maret 2014 | 10.19

TEMPO.CO, Jakarta - Tidak semua pasien dapat menerima terapi sel punca untuk penyembuhan penyakitnya. Khususnya penyakit kanker. "Pemberian sel punca malah dapat mempercepat pengembangan sel kanker," ujar Kepala Penelitian dari Laboratorium PT Bifarma Adiluhung, Yuyus dalam peluncuran laboratorium sel punca Regenic, di Novotel, Bogor, Sabtu 8 Maret 2014.

Ia menjelaskan saat sel punca disuntikkan ke dalam tubuh manusia maka akan mengeluarkan zat sekresi yang berguna bagi perbaikan dan pertumbuhan sel. Bila sekresi ini diberikan pada penderita kanker, maka sel kankernya dapat memakan zat sekresi yang sudah dihasilkan. Sebab, tubuh pasien kanker memiliki anti supressan atau zat yang dapat memakan sel normal. "Kondisinya malah seperti memberikan makan pada sel kanker, dan sel kanker menjadi semakin besar," kata Yuyus.

Karena itu, menurut Yuyus, penting bagi masyarakat mengetahui bahwa penderita kanker tidak tepat diberikan terapi sel punca melainkan imunoterapi, atau terapi imun.

CHETA NILAWATY

Baca juga:

Hanya 11 Rumah Sakit Boleh Terapkan Sel Punca
Terapi Sel Punca untuk Jantung di RSCM
Kisah Sel Punca dari Waktu ke Waktu
Sel Punca untuk Terapi Stroke
Kapsul Sel Punca untuk Terapi Penyakit Jantung


10.19 | 0 komentar | Read More

Gadget Penyebab Stroke Pada Remaja

Seorang wanita penyakit stroke memegang pundak patung Buddha di kuil Asasuka Sensoji di Tokyo, Jepang, (4/3). Warga percaya, dengan memegang patung tersebut dapat menyumbuhkan penyakit stroke. (AP Photo/Eugene Hoshiko)

TEMPO.CO, Jakarta - Kuliah umum " Terapi pada Stroke" digelar di gedung Vokasi, Universitas Indonesia, Program Studi Vokasi UI , pada Sabtu 8 Maret 2014. Di hadapan 100 peserta kuliah umum, Ketua Umum Ikatan Okupasi Terapis Indonesia, Bambang Kuncoro mengatakan, stroke penyakit kardiovaskuler yang terjadi akibat gagalnya suplai oksigen ke sel-sel otak yang beresiko terhadap kerusakan iskemik dan dapat menyebabkan kematian
 
Penyakit stroke, penyebab kematian ketiga setelah kardiovaskuler dan kanker. Diperkirakan 550.000 kasus baru setiap tahun, dimana penyakit ini juga berdampak terhadap ekonomi secara langsung (kesehatan) maupun tidak langsung.

Staf Pengajar Program Okupasi Terapi Vokasi, Hermito Gideon mengatakan, faktor resiko penyebab stroke yang mudah dan sangat penting untuk dikendalikan adalah hipertensi. Sebanyak 40% kasus Stroke, seseorang dengan sistole lebih dari 140 mm Hg. Kejadian stroke semakin meningkat sejalan dengan bertambahnya usia. Walaupun demikian, karena perubahan gaya hidup, pada remaja juga sudah ditemukan beberapa kasus stroke yang diakibatkan oleh gaya hidup sedentary, seperti aktivitas penggunaan gadget. (Baca : Video Game Untuk Terapi Stroke)

"Remaja yang sangat aktif menggunakan jari-jarinya untuk bermain hape atau gadget berpotensi mengalami penyumbatan dan pecahnya pembuluh darah, karena kurangnya aktivitas produktif," kata dia. Untuk itu Gideon menyampaikan, okupasi terapi merupakan sebuah metode rehabilitasi baru yang bekerja secara komprehensif mengembalikan kehidupan penderita stroke hampir 80 %. " Dengan okupasi terapi, pasien bukan hanya dibantu untuk melakukan gross motoric seperti pada fisioterapi (aktifitas berjalan). Tapi, pasien bisa kembali mandiri seperti semula, sesuai dengan latar belakang profesi atau hobinya." katanya.

Gideon mencontohkan, seorang pelajar SMA kelas 1, setelah terserang stroke karena pecahnya pembuluh darah, dengan okupasi terapi, sudah kembali mampu bermain piano dan menjalani kehidupan normal seperti sebelum terserang stroke.

Okupasi terapi merupakan profesi kesehatan yang menggunakan pendekatan (terapi) dengan tujuan mendorong pasien yang dependent(tergantung) menjadi independent (mandiri) seperti kembali menyetir dan sebagainya.

EVIETA FADJAR

Berita Terpopuler
Dahlan Iskan Sempatkan Baca Novel Sebulan Sekali
Kisah Ronggeng Dukuh Paruk Dibuat Versi Audio
Butet Kerta Radjasa Bawakan Ronggeng Dukuh Paruk
Hanya 11 Rumah Sakit Boleh Terapkan Sel Punca
Sel Punca Mempercepat Pengembangan Sel Kanker


10.19 | 0 komentar | Read More

Facebook-an Bisa Picu Gangguan Makan

Written By Unknown on Sabtu, 08 Maret 2014 | 10.19

TEMPO.CO, Florida- Tak banyak yang menyadari bahwa media sosial bisa mempengaruhi gaya hidup seseorang. Media sosial Facebook pun diklaim bisa menjadi salah satu penyebabnya. Sebuah studi yang dilakukan seorang profesor psikologi di Florida State University, Pamela K. Keel, menemukan  bahwa Facebook-an mampu memicu masalah gangguan makan.

Temuan ini dilakukan Keel lewat survei yang dilakukan pada 960 wanita yang berusia 17 hingga 24 tahun. Keel membagi wanita itu menjadi dua kelompok. Kelompok pertama diminta menghabiskan waktu selama 20 menit di Facebook, sementara kelompok kedua mengakses Wikipedia, menonton video alam di YouTube, dan memberikan komentar pada situs yang mereka buka.

"Wanita yang menghabiskan 20 menit di Facebook malaporkan cemas dengan bentuk badan mereka. Mereka pun memutuskan untuk mengurangi porsi makan, bahkan muncul gangguan makan," kata Keel.Mereka cenderung membandingkan dirinya dengan tubuh ideal di foto Facebook.  

Penelitian Keel ini masuk ke dalam Jurnal Internasional Gangguan Makan dengan judul "Do You 'Like' My Photo? Facebook Use Maintains Eating Disorder Risk."

Pengaruh buruk yang diberikan media sosial ini bukanlah yang pertama ditemukan. Tahun lalu, peneliti asal Jerman menemukan bawah media sosial, terutama yang memuat foto, akan memicu kecemburuan dan ketidakpuasan pada hidup yang dijalani.

RINDU P HESTYA | CNET

Berita Lain:
Jahe Hawaii Bisa Melembapkan Rambut
Insomnia Membuat Otak Lebih Fleksibel 
Kematian Akibat Alzheimer Terus Meningkat 
Buku High Hijab Fashion,The Black Side Errin Ugaru
Ini Cara Menata Rambut Keriting


10.19 | 0 komentar | Read More

Ada Mc Donalds dan Spongebob di Moschino

Seorang model memperagakan busana rumah mode Moschino untuk koleksi musim dingin 2014, dalam ajang Milan Fashion Week, Kamis (20/2), di Milan, Italia. Jacopo Raule/Getty Images

TEMPO.CO, Milan - Desainer Jeremy Scott membuat heboh jagat fesyen dengan koleksi musim gugur dan musim dingin 2014 bagi merk Moschino. Scott, dikenal dengan desain nyentrik, mengambil inspirasi dari kebudayaan pop, mulai dari Mc Donalds hingga Spongebob. Koleksi Scott bagi Moschino—yang juga merk lawas Italia-kontan mengundang kontroversi usai diluncurkan di Milan Fashion Week beberapa waktu lalu.

"Sejujurnya, aku bukan penggemar Jeremy Scott terutama saat dia terlihat jelas menjiplak," ujar kolumnis situs gaya hidup The Gloss, Elizabeth Licata, seperti yang diakses Tempo pada Jumat, 7 Maret 2014. Menurut Elizabeth, meskipun karya-karya nyentriknya digemari oleh banyak artis seperti Rita Ora dan juga Rihanna, tapi karya Scott bagi Moschino bisa disebut sebagai 'bencana yang menghancurkan dunia fashion selamanya'.

Elizabeth menyebut, desain Scott atas sejumlah blus wanita berwarna merah tomat dengan sentuhan garis kuning, membuat pemakainya tampak seperti ibu dari Ronald Mc Donalds—maskot jaringan makanan siap saji itu. Namun, dia juga memuji beberapa blus karya Scott yang berpotongan klasik dan pas di tubuh—seperti blus klasik karya rumah mode Chanel itu sebagai baju yang elegan.


Scott tidak berhenti pada Mc Donalds, dia juga melakukan eksplorasi pada sosok kartun Spongebob Squarepants. Dia membuat sweater berwarna kuning ngejreng lengkap dengan wajah lucu Spongebob. Begitu pula dengan sejumlah aksesori yang dirancangnya. Sebagian merupakan tas tangan yang tampak seperti kotak makan Happy Meal dari Mc Donalds, dan untuk melengkapi baju Spongebob tadi, Scott juga merancang aksesori sejenis dengan muka Spongebob yang muncul dimana-mana. Produk Spongebob ini tampak terlihat seperti produk serupa yang muncul di pusat perbelanjaan Jakarta, tentu dengan harga yang lebih mahal pada rumah mode Moschino.

Imajinasi liar Scott tidak berhenti sampai itu. Dia juga mengeksplorasi motif kemasan bungkus-bungkus coklat, snack rasa keju, dan juga sereal yang di cetak besar pada gaun-gaun staples berbahan sutra dengan aksen kerut. Baju-baju itu membuat seperti melihat para model dibungkus oleh sampah kemasan makanan yang sudah diremas-remas.

Scott juga melakukan eksplorasi pada pakaian penikmat musik hiphop dan R&B. Dia membikin baju kasual yang seakan dibuat dari puluhan ikat pinggang. Pun dia juga bandel dengan menampilkan cawat dan bra dengan pinggiran karet bertuliskan Moschino besar-besar.

Seluruh citra merek dagang yang dia adopsi, diganti dengan merk rumah mode Moschino. Begitu juga dengan logo 'M' yang menempel pada baju dengan tema Mc Donalds. Scott hanya sedikit membuat lengkung pada logo 'M' berwarna kuning untuk menghindari bentrok hak cipta dengan McD.

Elle melansir, sebagian besar aksesoris dan pakaian dengan logo McDonalds laris manis, bahkan sebelum dijual secara bebas. Para pesohor pun berebut menggunakan gaun buatan Scott. Selain penyanyi Inggris Rita Ora, yang memakai gaun pendek dengan motif snack keju, Katy Perry juga menggunakan kaos besar dengan tulisan M kuning berwarna besar dan tagline: "More Than 20 Million Serving" lengkap dengan tas tangan ngejreng bernuansa merah dan kuning yang mengingatkan kita pada Mc Donalds.

SUBKHAN


10.19 | 0 komentar | Read More

Ini Cara Menata Rambut Keriting

Written By Unknown on Jumat, 07 Maret 2014 | 10.19

TEMPO.CO , Jakarta:Lima puluh lima persen manusia terlahir berambut keriting, kribo, bergelombang. Rambut jenis ini kerap bermasalah, yaitu kering. Kelembaban udara cukup tinggi di Indonesia membuat rambut jenis itu menjadi buruk meski sudah ditata.

"Rambut keriting itu sebagian besar sangat kering dan mudah kusut," ujar penata rambut dari John Paul Mitchell System, Jennifer Hazen, Kamis, 6 Maret 2014. John Paul Mitchell merupakan merk perawatan rambut yang telah berdiri 30 tahun lalu di Amerika Serikat. 

Jennifer berbagi sedikit tip menangani rambut keriting agar tidak menjadi mimpi buruk.

"Pastikan Anda mengoleskan kondisioner yang cukup untuk membuatnya lembab, namun tidak lepek," kata Jennifer. Menurut dia, kondisi cuaca dengan kelembaban tinggi di Indonesia memang membuat rambut cepat kering, apalagi untuk mereka yang berambut keriting. 

Gaya rambut keriting yang sengaja dilakukan lewat perawatan salon, kata Jennifer, bisa saja punah akibat kondisi cuaca ini. Untuk mempertahankan keritingan rambut Anda—yang tentunya menelan biaya cukup mahal, Jennifer menganjurkan agar Anda menyemprotkan atau mengoleskan spray atau gel khusus.

Paul Mitchell kini juga meluncurkan rangkaian seri produk untuk rambut keriting ataupun bergelombang. "Kami menyadari ada banyak klien kami yang membutuhkan perawatan khusus karena berambut gelombang atau keriting," ujar ahli pewarnaan rambut Heather Kaanoi yang mengajar di Paul Mitchell School.

Kebanyakan wanita dengan rambut curly, seringkali menggunakan beragam merk dagang perawatan rambut. "Namun tidak ada yang pernah memuaskan bagi mereka. Saya pernah memergoki kamar mandi beberapa pelanggan saya, dan mereka menggunakan banyak sekali produk perawatan rambut."

Produk Paul, kata Heather, diklaim bisa mempertahankan volume keriting rambut dengan spray-nya. "Dan tidak membuat rambut terlihat keras seperti produk pada umumnya," ujar dia.

SUBKHAN 


10.19 | 0 komentar | Read More

Facebook-an Bisa Picu Gangguan Makan

TEMPO.CO, Florida- Tak banyak yang menyadari bahwa media sosial bisa mempengaruhi gaya hidup seseorang. Media sosial Facebook pun diklaim bisa menjadi salah satu penyebabnya. Sebuah studi yang dilakukan seorang profesor psikologi di Florida State University, Pamela K. Keel, menemukan  bahwa Facebook-an mampu memicu masalah gangguan makan.

Temuan ini dilakukan Keel lewat survei yang dilakukan pada 960 wanita yang berusia 17 hingga 24 tahun. Keel membagi wanita itu menjadi dua kelompok. Kelompok pertama diminta menghabiskan waktu selama 20 menit di Facebook, sementara kelompok kedua mengakses Wikipedia, menonton video alam di YouTube, dan memberikan komentar pada situs yang mereka buka.

"Wanita yang menghabiskan 20 menit di Facebook malaporkan cemas dengan bentuk badan mereka. Mereka pun memutuskan untuk mengurangi porsi makan, bahkan muncul gangguan makan," kata Keel.Mereka cenderung membandingkan dirinya dengan tubuh ideal di foto Facebook.  

Penelitian Keel ini masuk ke dalam Jurnal Internasional Gangguan Makan dengan judul "Do You 'Like' My Photo? Facebook Use Maintains Eating Disorder Risk."

Pengaruh buruk yang diberikan media sosial ini bukanlah yang pertama ditemukan. Tahun lalu, peneliti asal Jerman menemukan bawah media sosial, terutama yang memuat foto, akan memicu kecemburuan dan ketidakpuasan pada hidup yang dijalani.

RINDU P HESTYA | CNET

Berita Lain:
Jahe Hawaii Bisa Melembapkan Rambut
Insomnia Membuat Otak Lebih Fleksibel 
Kematian Akibat Alzheimer Terus Meningkat 
Buku High Hijab Fashion,The Black Side Errin Ugaru
Ini Cara Menata Rambut Keriting


10.19 | 0 komentar | Read More

Masalah Kehamilan Hantui Perokok Pasif

Written By Unknown on Kamis, 06 Maret 2014 | 10.19

TEMPO.CO, Jakarta - Merokok dapat menyebabkan kanker, serangan jantung, impotensi, serta gangguan kehamilan dan janin. Begitulah peringatan yang tertulis di bungkus rokok sebelum akhirnya diganti dengan tulisan "Merokok Membunuhmu."

Bahaya rokok yang tertulis dalam bungkus rokok tidak hanya mengintai para perokok aktif tetapi juga mengintai para perokok pasif.  Perokok pasif, terutama wanita, berisiko tinggi mengalami keguguran, lahir mati, dan kehamilan ektopik (kehamilan di luar rahim).

Dikutip dari laman Daily Mail, Senin, 3 Maret 2014, studi yang dipublikasikan dalam British Medical Journal ini telah menganalisis data historis dari lebih dari 80 ribu wanita yang telah menopause.

Dari 80 ribu wanita tersebut, lebih dari 5000 di antaranya (5,3%) merupakan perokok saat ini, sedangkan 35 ribu (43%) di antaranya adalah mantan perokok. Sementara itu sekitar 41 ribu  (50,6%) di antaranya adalah non-perokok. Kesemua wanita ini pernah hamil, setidaknya satu kali kehamilan.

Hasilnya, 1 di antara 3 orang tersebut (32,6%) mengatakan, mereka pernah mengalami keguguran setidaknya satu kali. Sementara itu, sebanyak 3.552 orang (4,4 %) mengatakan pernah mengalami kelahiran dengan janin yang sudah meninggal sedangkan 2.033 wanita (2,5%) telah mengalami kehamilan ektopik.

Studi kemudian berlanjut. Peneliti wanita non-perokok kemudian dikategorikan menurut tingkat perokok pasif selama masa kanak-kanak, sebagai orang dewasa di rumah, dan sebagai orang dewasa di tempat kerja.

Dari sini diketahui, risiko gangguan kehamilan tersebut lebih tinggi pada wanita non-perokok yang menjadi perokok pasif dibandingkan dengan wanita non-perorok yang tidak pernah terpapar asap rokok sama sekali. Semakin lama periode paparan, semakin besar pula risiko gangguan kehamilan untuk non-perokok.

Mereka yang mengalami tingkat tertinggi paparan seumur hidup (10 tahun sebagai seorang anak, lebih dari 20 tahun sebagai orang dewasa di rumah, dan lebih dari 10 tahun di tempat kerja)  memiliki risiko keguguguran 17 persen, risiko melahirkan janin yang meninggal  55 persen, dan risiko kehamilan ektopik 61 persen lebih tinggi dari non-perokok pasif.

ANINGTIAS JATMIKA | DAILY MAIL

Berita Lainnya
Kelebihan Protein Berbahaya Bagi Manula
Gaya Mini dan Boots Hitam Trie Utami 
Miss Indonesia Dukung Pengadaan Bus Pariwisata 
Pahami Kesuksesan Dalam The Lost Secret of Success


10.19 | 0 komentar | Read More

'Implan Orgasme', Ketika Klimaks di Ujung Tombol  

TEMPO.CO, Montreal - Sementara beberapa wanita dapat menikmati orgasme ganda dalam satu kali hubungan intim, wanita lain mungkin harus berjuang ekstra keras untuk meraihnya. Alasan inilah yang membuat ilmuwan di  Concordia University di Montreal, Kanada, merancang sebuah alat yang akan membantu wanita meraih orgasme, mereka menyebutnya Implan Orgasme.  

Alat ini diklaim mampu memberikan orgasme hanya dengan menekan sebuah tombol. Walau telah dipatenkan di Amerika Serikat, mereka belum berencana memproduksinya secara massal.

Mesin orgasme ini berupa implan kecil yang ditanam melalui operasi di tulang belakang wanita. Secara teknis, alat ini menggunakan elektroda untuk memicu orgasme.

Alat ini dilengkapi sebuah remote control yang  dapat digunakan oleh seorang individu untuk mengirim sinyal ke implan. Langkah ini akan merangsang saraf dengan pulsa listrik untuk memicu orgasme.

Penciptanya berharap alat ini dapat membantu mengobati wanita yang mengalami disfungsi orgasme. Jim Pfaus, pakar neurobiologi perilaku seksual di Concordia University di Montreal mengatakan kepada New Scientist menyatakan beberapa wanita bingung apa yang disebut gairah simpatik, seperti peningkatan denyut jantung, tangan berkeringat,  dan seterusnya, dengan rasa takut. "Mereka ingin keluar dari situasi ini," katanya.

Ia menyatakan seorang pasien akan tetap sadar selama operasi. Ahli bedah akan menentukan saraf yang benar yang sesuai dengan elektroda di sumsum tulang belakang pasien.

Implan ini nantinya terhubung ke generator sinyal yang bisa ditanam di bawah kulit bokong pasien. Orgasme, katanya, akan didapat semudah mereka menekan tombol remote control dan bahkan bisa diprogram untuk memberikan sejumlah orgasme per minggu atau per hari.

Disfungsi orgasme adalah kondisi ketika seorang wanita sehat tidak dapat mencapai orgasme, atau memiliki kesulitan mencapai orgasme ketika dia terangsang. Sekitar 10 sampai 15 persen wanita belum pernah merasakan orgasme selama hidupnya (baca pula: Ada 2 Reaksi Seksual Tak Normal di Tubuh Perempuan).

Survei Medline Plus menunjukkan bahwa antara 33 persen dan 50 persen wanita tidak puas dengan orgasme yang mereka capai (baca pula: Hanya Mitos: Wanita Paruh Baya Tak Butuh Bercinta).

NEW SCIENTIST | TRIP B

Terpopuler
Anas Urbaningrum Jadi Tersangka Pencucian Uang  
Diusir Mahasiswa Bandung, Prabowo Kecewa Berat
KPK Thailand Dibom
Inilah Perusahaan Paling Dikagumi 2014


10.19 | 0 komentar | Read More
techieblogger.com Techie Blogger Techie Blogger