Diberdayakan oleh Blogger.

Popular Posts Today

Kurangi Memakai Gadget Saat Makan Bersama

Written By Unknown on Selasa, 07 Januari 2014 | 10.19

TEMPO.CO, New York - Orang tua yang membiarkan anak remajanya memakai peralatan elektronik atau menonton televisi selama waktu makan bersama keluarga cenderung mengkonsumsi nutrisi makan lebih sedikit. Bahkan, punya komunikasi buruk dengan keluarga.

Hal ini diungkapkan dalam penelitian terbaru. Dulu para ahli menyarankan agar mematikan televisi selama waktu makan keluarga berlangsung. Namun, dengan perkembangan telepon seluler dan peralatan elektronik lain dalam genggaman, anak-anak masa kini membawa semua gadget itu ke meja makan.

Temuan-temuan dari hasil riset terbaru menunjukkan bahwa menggunakan media (elektronik) saat waktu makan sangat umum di antara keluarga-keluarga yang punya remaja. Namun, "Aturan penggunaan media bisa menurunkan penggunaan media di kalangan remaja dan mempunyai efek positif lainnya," ujar penulis hasil riset Jayne A Fulkerson seperti dikutip Reuters edisi 2 Januari 2014.

Fulkerson adalah direktur dari Center for Child and Family Health Promotion Research di University of Minnesota School of Nursing di Minneapolis. "Orang tua bisa menghentikan penggunaan media selama makan bersama sehingga punya waktu yang lebih berkualitas dengan anak-anak mereka," ujar dia. (Baca: Lima Dampak Buruk Gadget)

Fulkerson dan rekan-rekannya mewawancarai lebih dari 1.800 orang tua mengenai seberapa sering mereka mengizinkan anak-anak remaja mereka untuk menonton televisi, berbicara di telepon, mengirimkan SMS, bermain games atau mendengarkan musik dengan headphones selama waktu makan bersama keluarga.

Penelitian menanyakan para orang tua apakah mereka membuat aturan dalam penggunaaan media elektronik. Penelitian juga menyoal apakah mereka merasa waktu makan bersama keluarga adalah hal yang penting. Anak-anak menjawab pertanyaan mengenai seberapa bagus komunikasi keluarga mereka, termasuk berapa sering mereka berbicara mengenai masalah mereka dengan orang tua.

Hasilnya, dua pertiga orang tua melaporkan bahwa anak-anak remaja mereka menonton televisi atau film selama waktu makan bersama keluarga. Sementara seperempatnya mengatakan bahwa menonton televisi merupakan hal yang rutin dilakukan.


10.19 | 0 komentar | Read More

Kenapa Makin Tua Jadi Makin Gemuk?

TEMPO.CO, Jakarta - Usia sering kali bertambah seiring dengan majunya perut. Makin tua, perut makin gendut. Banyak ahli memperkirakan, soal perut bagi kaum paruh baya adalah soal lemak. Para ahli dari Jepang menemukan, pada kaum paruh baya aktivitas thermogenic alias aktivitas yang menghasilkan panas, banyak berkurang. Mereka kurang aktif dan lemak buruk di tubuh kurang tergerus.

Ada dua jenis lemak, yakni lemak baik yang sering disebut lemak cokelat dan lemak buruk yang sering disebut lemak putih. Lemak cokelat membantu meningkatkan metabolisme, menghasilkan panas tubuh. Seiring bertambah umur, lemak cokelat kurang aktif.

"Untuk mendapatkan hasil sepadan dengan kaum muda, orang tua harus beraktivitas dua kali lebih berat," ujar Dr Gerald Weissmann, Editor-in-Chief of The FASEB Journal, yang menerbitkan penelitian itu, Sabtu, 4 Januari 2014. Lemak cokelat banyak terdapat pada pundak bayi. Lemak ini guna memberi kehangatan tubuh bayi usai mereka lahir. Seiring pertumbuhan, jenis lemak ini makin tak banyak diperlukan dan menyusut.

Dalam studi terbaru, para peneliti University of Shizuoka, Jepang juga menemukan sebuah 'saklar' metabolik mungkin bisa mengaktifkan lemak cokelat. Mereka mempelajari dua kelompok tikus .

Kelompok pertama memiliki gen platelet -activating factor reseptor (PAFR) tersingkir, membuat mereka menjadi gemuk . Kelompok kedua adalah normal. Para peneliti menemukan defisiensi PAFR menyebabkan lemak coklat rusak dan menyebabkan obesitas sebagai akibat dari penurunan aktivitas thermogenic .

Lemak di sekitar organ terkait dengan diabetes dan penyakit jantung Tiga atau empat inci di sekitar perut bisa menjadi tanda lemak di pembuluh darah. Ada banyak saran untuk menjaga berat badan. Di antaranya bagi mereka yang usia 45 tahun ke atas porsi makan harus 200 kalori lebih sedikit dibanding kaum muda.

Saran lain adalah makan makanan karbohidrat. Tapi harus karbohidrat berserat tinggi dan bukan olahan. Saran lain adalah olah raga 45 menit sehari selama 5 hari dalam sepekan.

NUR ROCHMI | DAILY MAIL

Baca juga:
KontraS: Lima Hal Janggal di Penggerebekan Ciputat  
Farhat Abbas Ungkap Kekasih Cut Tari
Mega Didorong Restui Jokowi Jadi Capres
Megawati Segera Umumkan Capres PDIP  
SBY Minta Pertamina Tinjau Kenaikan Harga Elpiji
Lembaga Kajian Syiah Tutup Gara-gara Surat MUI Yogya
Kate Winslet Khawatirkan Miley Cyrus
SBY Dianggap Cari Simpati di Harga Elpiji
Godean Sentra Kuliner Belut
Meski Diprotes, Terminal Lebak Bulus Tetap Ditutup


10.19 | 0 komentar | Read More

Senin Pertama Januari, Hari Paling Menyebalkan

Written By Unknown on Senin, 06 Januari 2014 | 10.19

TEMPO.CO, London – Senin, 6 Januari 2014, bakal menjadi hari yang paling tidak menyenangkan sepanjang tahun ini. Kesimpulan ini diperoleh berdasarkan sebuah penelitian baru.

Analisis ekstensif di media sosial mengungkapkan bahwa hari Senin pertama untuk kembali bekerja pada bulan Januari dalam setiap tahun adalah hari yang paling menyedihkan.

Riset ini diambil dari sebuah alat bernama Upbeat Barometer yang menganalisis sampel acak dari kicauan (tweets) warga Inggris setiap hari.

Alat ini mengukur "sentimen dan kebahagiaan" dengan skor harian yang unik antara 0 dan 100 yang akan menunjukkan "indeks kebahagiaan" dari perasaan warga Inggris.

Upbeat Barometer menganalisis lebih dari 2.205.298 kicauan warga Inggris pada bulan Januari selama tiga tahun terakhir dengan mengambil kata-kata atau ungkapan negatif yang mengindikasikan mood mereka pada bulan itu.

Dalam tiga tahun terakhir, hari Senin pertama untuk masuk kerja pada bulan Januari secara konsisten menunjukkan skor terendah pada setiap tahunnya dengan rata-rata 49.

Riset sebelumnya menunjukkan bahwa Blue Monday (Senin Kelabu) tersebut berlaku pada hari Senin ketiga di bulan Januari, tapi hari tersebut mencatatkan angka 67.

Studi baru ini juga mengungkapkan adanya kesulitan yang dialami warga Inggris karena kurang tidur dan kekhawatiran akan ketidakmampuan mewujudkan resolusi Tahun Baru.

Secara rata-rata, kaum perempuan tetap lebih bersemangat karena kicauan dari para perempuan lebih positif sepanjang bulan Januari.

Mereka mencatatkan skor rata-rata 67 dari total 100 pada Upbeat Barometer meski ada variasi yang lebih besar antara hari-hari naik dan turun.

Susie Hignett, brand manager Upbeat, sebuah merek minuman energy berprotein tinggi, mengatakan: "Jelas ada beberapa hari di mana lebih sulit bagi kita untuk merasa bahagia. Penelitian ini menunjukkan bahwa seseorang membutuhkan lebih banyak bantuan untuk mencapai mood yang bagus dalam beberapa pekan pertama di bulan Januari."

5 Hari Paling Menyenangkan bagi Warga Inggris pada 2013

24 dan 25 Desember - Natal - 100

1 Januari – Tahun Baru - 91

14 Februari – Hari Valentine - 81 (penyebutan kata cinta meningkat hingga 187 persen)

20 April – Akhir pekan cerah yang pertama - 72 (penyebutan kata matahari meningkat hingga 12 persen dan makanan barbekyu dan minuman meningkat 13 persen)

7 Juli 7 - Andy Murray memenangi kejuaraan tenis Wimbledon - 72 (penyebutan kata Murray dan tenis masing-masing meningkat hingga 141 persen dan 52 persen).

DAILYMAIL | A. RIJAL


10.19 | 0 komentar | Read More

Pagi Bukan Waktu Terbaik buat Minum Kopi  

Kopi 'Black Ivory' seharga US $ 1.100 (sekitar Rp 10,5 juta per kilogram dituangkan ke sebuah cangkir di sebuah restoran hotel di provinsi Chiang Rai, Thailand, Senin (3/12). AP/Apichart Weerawong

TEMPO.CO, Jakarta- Senin tiba lagi. Ini Senin pertama di 2014. Sebagai pengawal hari, biasanya orang cenderung meminum kopi untuk memompa semangat, terutama buat mereka yang akan menjalani kerja seharian.

Tapi, benarkah pagi adalah waktu yang tepat buat minum kopi? Seorang pecinta kopi asal Jepang yang tinggal di Seattle, Ryoko Iwata, menemukan bahwa pagi bukan waktu yang tepat buat minum kopi. Lewat blognya, Iwata menulis berdasarkan penelitian Steven Miller, kandidat Ph.D. di Uniformed Services University of the Health Sciences, Bethesda, Maryland, US.

Penelitian itu menyangkut irama biologis tubuh yang memprogram jam tubuh. Salah satu yang terprogram adalah pelepasan hormon kortisol, yang membuat manusia melek dan lebih awas. Hormon ini seperti kafein alami dari tubuh.

Dalam kondisi normal, puncak produksi kortisol adalah pukul 8.00-9.00, 12.00-13.00, dan 17.30-18.30. Meminum kopi saat hormon kortisol sedang puncaknya, menurut Iwata, membuat efek kafeinnya tak akan berfungsi, karena tubuh sedang mengeluarkan "kafein" lokalnya. "Justru bisa muncul efek lebih buruk, tubuh Anda akan beradaptasi. Jadi, pengaruh kafein kopi akan berkurang bagi tubuh Anda," ujarnya, Ahad, 5 Januari. Adaptasi baru ini juga akan merusak siklus jam tubuh dan kesehatan.

Meminum kopi, tepatnya, adalah saat jeda-jeda puncak produksi kortisol, yakni pukul 9.30-11.30 dan 13-17. Dengan menyesuaikan waktu produksi kortisol, jam coffebreak, yang jatuh sekitar pukul 10.00 jadi masuk akal.

Nur Rochmi | Forbes


10.19 | 0 komentar | Read More

Penyakit Apa Saja yang Akan Mengancam Tahun Ini?  

Written By Unknown on Minggu, 05 Januari 2014 | 10.19

TEMPO.CO, Jakarta -Direktur Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Kementerian Kesehatan Tjandra Yoga Aditama dalam  mengatakan ada beberapa penyakit di tahun 2013 yang bakal mengancam di tahun ini. Tjandra melalui surat elektronikinya menuturkan penyakit tersebut terbagi tiga kategori. Pertama, penyakit menular langsung yaitu diare, hepatitis (terutama hepatitis A, B, C), AIDS, dan pneumonia.

"Kemudian penyakit yang bersumber pada binatang seperti DBD, chikungunya, leptospirosis, flu burung, rabies, malaria. Lalu pada penyakit tidak menular yaitu hipertensi, asma, PPOK, diabetes melitus, penyakit jantung, stroke, dan kanker.

Kemudian Tjandra juga menjelaskan jenis penyakit baru yang patut di waspadai di tahun ini yaitu, penyakit yang kemunculannya berupa virus atau bakteri baru yang terjangkit di dunia. Virus atau bakteri ini benar-benar baru yang sebelumnya tidak ada.

"Atau bisa juga sumber bakteri atau virus ini tadinya sudah ada tapi lalu bermutasi menjadi bentuk baru. Memang tidak dapat diramalkan bakteri atau virus baru apa yang akan muncul, serta tidak bisa juga diperkirakan secara pasti tentang mutasi mana yang akan timbul. Namun yang utama, dunia kesehatan dari waktu ke waktu terus melakukan surveilans dan pengamatan," ujarnya panjang lebar.
 
Tjandra juga menyoroti tentang potensi penyebaran virus-virus berbahaya seperti H7N9 yang sempat menginfeksi TKI diHongkong beberapa waktu lalu serta virus corona dan ancaman virus-virus lainnya di tahun ini yang patut dipertanyakan, apakah berpotensi meluas atau masih dalam batas aman?

"Sejauh ini, kasus H7N9 pada manusia masih terbatas di daratan utama China. Beberapa kasus di luar daratan utama China seperti di Taiwan dan Hongkong punya riwayat perjalanan ke daratan utama China sebelumnya. Pengendalian penyakit pada sumbernya, yaitu unggas, berhasil menekan angka infeksi pada manusia. Secara umum kasus infeksi virus influenza (H7N9, H9N2, H1N1, dan sebagainya) dipengaruhi musim. Untuk musim dingin, kasus influenza cenderung meningkat," kata dia.

Tjandra juga menjelaskan kasus MERS-CoV yang pertama kali dideteksi di Saudi Arabia pada September 2012, menyebar ke beberapa negara seperti Uni Emirat Arab, Qatar, Jordan, UK, Jerman, Perancis, Italia, Spanyol, Tunisia, dan Kuwait. Beberapa kasus yang terjadi di luar Saudi Arabia punya riwayat perjalanan ke Saudi Arabia sebelumnya, sebagian lainnya diketahui punya riwayat kontak dengan kasus penularan terbatas antar manusia.

"Sangat sedikitnya kasus MERS-CoV yang terjadi sehubungan dengan musim haji. Tercatat hanya 1 kasus konfirmasi pada jamaah haji dari sekitar 2 juta jamaah dari seluruh dunia, menjadi fakta yang menarik dan menunjukkan bahwa potensi penyebaran penyakit ini tidak sebesar yang diduga sebelumnya."

Tjandra juga mengingatkan antisipasi yang perlu dilakukan masyarakat terkait ancaman-ancaman penyakit tersebut sebagai berikut:
1. Selalu menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) seperti makan bergizi, berolahraga teratur, istirahat yang cukup, tidak merokok dan sering cuci tangan pakai sabun (CTPS).

2. Selalu menjaga kebersihan diri, makanan dan lingkungan

3. Cek kesehatan secara berkala. Bila ada gangguan kesehatan yang mengganggu maka konsultasi pada petugas kesehatan

4. selalu ikuti perkembangan masalah kesehatan dengan mengikuti penyuluhan kesehatan, media dan bertanya pada petugas kesehatan

5. Upayakan hidup dengan seimbang, kelola stress, jalankan kaidah2 agama. Hidup yang tenang secara kejiwaan akan amat berpengaruh bagi kesehatan fisik kita

HADRIANI P
Topik Terhangat
Teroris Ciputat | Tahun Baru 2014 | Jaminan Kesehatan| Elpiji Naik| Hakim Artidjo|

Berita Terpopuler
Perancang:Kinerja Jokowi Lebih Penting dari Sepatu
Resolusi Kecantikan di Tahun Kuda
Tren Cantik 2014, Hidung Mancung dan Dagu Lancip
Tampil Cantik Menggairahkan, Setelah Libur Panjang
Penelitian Temukan, Supplemen Tak Selalu Manfaat



10.19 | 0 komentar | Read More

Tampil Cantik Menggairahkan, Setelah Libur Panjang

TEMPO.CO, Jakarta - Libur panjang menyambut tahun baru segera usai. Pada Senin mendatang, pekantoran mulai kembali beraktivitas seperti semula. Setelah menikmati liburan dan beristirahat panjang, saatnya mempersiapkan diri untu kembali ke aktivitas dan rutinitas selanjutnya. Menurut penata rias Shinta Antonia, ada tips kecantikan supaya tampak segar dan bugar, sehingga tampil ke kantor dengan semangat dan gairah baru.

"Sebelum ke kantor, pastikan Anda melakukan treatmen atau perawatan, spa, ke salon yang tujuannya mempercantik diri, mengencangkan kulit, pembuluh darah dan otot-otot sekitar wajah. Dengan demikian saat hari pertama kembali ke kantor orang akan melihat perubahan positif setelah berlibur panjang," kata Shinta.

Penata rias asal Singkawang ini mengingatkan jangan biarkan wajag dan penampilan kusut pada hari pertama ngantor. "Buat sesuatu yang berbeda supaya orang akan terinspirasi dan tertular semangat baru tersebut. Akan jadi perbincangan orang, sudah berlibur panjang ke kantor kok masih kusut, kuyu dan lesu," ujar dia.   

Kemudian ada tips dari Timesofindia, Sabtu, 4 Januari 2014 yang mengatur wanita sebelum berangkat ke kantor tampak bergairah. Untuk para wanita ini perlu memperhatikan berikut ini sebelum berangkat ke tempat kerja, supaya tampak semakin berkilau:

1. Gunakan eye liner untuk mempertajam mata dan biarkan hari pertama Anda begitu terkesan.

2. Menggunakan alas bedan sesuai dengan tingkat warna kulit Anda. Lakukan merata sampai ke leher dan telinga. Hal ini dilakukan agar bedak dapat menempel lebih lama an membuat wajah Anda tampil tidak kusam.

3. Gunakan pelembab untuk kulit baik wajah dan seluruh badan. Kulit yang lembab akan menghadirkan kesan segar.

4. Gunakan make up secukupnya, jangan berlebihan hindari menjadi pusat perhatian yang negatif. Tampil di hari
pertama bekerja dengan kesan naturan akan membuat Anda semakin cantik di mata rekan kerja.

5. Periksa kuku sebelum berangkat kerja. Jangan biarkan ada kotoran yang menempel di sela-sela kuku, untuk mempercantik bisa gunakan pewarna kuku dengan warna yang netral dan tidak mencolok.

HADRIANI P/ TIMESOFINDIA
Topik Terhangat
Teroris Ciputat | Tahun Baru 2014 | Jaminan Kesehatan | Elpiji Naik | Hakim Artidjo |

Berita Terpopuler
Perancang:Kinerja Jokowi Lebih Penting dari Sepatu
Resolusi Kecantikan di Tahun Kuda
Tren Cantik 2014, Hidung Mancung dan Dagu Lancip
Penelitian Temukan, Supplemen Tak Selalu Manfaat
Minuman Dingin Bisa Picu Diabetes  

 


10.19 | 0 komentar | Read More

Hobi ke Kafe, Hati-hati 'Overdosis' Kafein  

Written By Unknown on Sabtu, 04 Januari 2014 | 10.19

TEMPO.CO, London - Dalam penelitian terbaru, satu dari 10 wanita di Inggris mengaku tidak bisa hidup tanpa kopi. Lebih dari sepertiga dari mereka yang disurvei mengatakan bahwa mereka harus memulai hari dengan secangkir kopi.

Satu dari lima orang di negara yang terkenal sebagai "negeri peminum teh" ini mengunjungi sebuah kedai kopi setiap hari, hampir dua kali lebih sering dibanding empat tahun yang lalu. Angka ini turut mendongkrak pendapatan kedai-kedai kopi hingga mencapai 730 juta pound sterling (setara Rp 1,38 triliun) tahun lalu.

"Tidak ada keraguan kafein adalah candu favorit umat manusia," kata Peter Rogers, pakar biological psychology di University of Bristol.

Menurut dia, 80 persen peminum kopi di seluruh dunia biasa meminum beberapa cangkir kopi dalam sehari. Hal ini sebagian besar disebabkan oleh efek psiko-stimulan. "Kopi membantu kita memulai hari dan kemudian menyelamatkan kita ketika energi kita mulai menurun pada siang atau sore hari," katanya.

Namun, ia mengingatkan kelebihan dosis kafein, terutama bagi mereka yang hobi menyeruput kopi di kedai-kedai kopi populer. Ia mencontohkan segelas Americano di Starbucks,  mengandung 300 mg kafein. Hal ini jauh di atas segelas kopi buatan sendiri yang kadarnya antara 100 hingga 150 mg, atau 100 mg jika disaring, 80 mg untuk espresso, dan 65 mg untuk kopi instan.

Dalam jumlah besar, kopi bisa menjadi adiktif. Menurut Profesor Andy Smith dari Pusat Kesehatan Kerja dan Psikologi di Universitas Cardiff, tingkat asupan bahkan bisa dianggap beracun. "Kebanyakan peneliti setuju bahwa 1.000 mg kafein (setara tiga cangkir di kedai kopi) adalah berlebihan," katanya.

Kelebihan dosis kafein bukan tanpa akibat, katanya. Keracunan kafein, katanya, menyebabkan gejala seperti kegelisahan, kegembiraan, wajah merah, otot berkedut, bicara bertele-tele, dan sulit tidur, serta denyut jantung tidak teratur.

Namun, konsumsi normal kopi--sampai dengan 400 mg  atau 4-5 cangkir kopi instan--tak masalah. "Dosis moderat kafein sebagian besar berhubungan dengan efek positif," kata Profesor Smith.

Ada bukti untuk mendukung klaim ini. Studi menunjukkan bahwa risiko untuk diabetes tipe 2 lebih rendah antara peminum kopi biasa daripada mereka yang tidak meminumnya. Kopi juga dapat mengurangi risiko pengembangan batu empedu, mencegah kanker usus, meningkatkan fungsi kognitif, dan mengurangi risiko penyakit Parkinson.

Jadi, kata dia, bijaksanalah saat meminum kopi. Semua yang berlebihan, kata dia, tak bagus akibatnya.

MAIL ONLINE | TRIP B

Baca juga:
Penyakit Dari Virus Piala Dunia dan Proses Pemilu
Bila Tak Perlu, Setop Konsumsi Vitamin dan Mineral
Begadang Bisa Membahayakan Otak
Tahun 2014, Blus Batik Warna Segar Akan Diminati


10.19 | 0 komentar | Read More

Stres Pekerjaan Pengaruhi Kesehatan

TEMPO.CO, New York--Banyaknya tekanan pekerjaan dapat menyebabkan sumber penyakit di masa tua, demikian diungkapkan hasil penelitian terbaru di Finlandia. Studi ini menemukan baik tekanan pekerjaan fisik maupun mental ada kaitannya dengan kemungkinan untuk masuk rumah sakit saat berusia lanjut atau setelah pensiun.

Tekanan pekerjaan secara mental bisa muncul dalam bentuk ketatnya deadline, permintaan yang tinggi dan hanya mampu mengontrol sedikit saja pekerjaan yang dilakukan. Sementara tekanan kerja secara fisik adalah berkeringat, kurang bernapas dan ketegangan otot.

"Tekanan kerja berbeda-beda untuk masing-masing individu, karena itu meskipun bekerja di bidang yang sama atau sejenis seseorang bisa melaporkan tekanan pekerjaan yang berbeda-beda," kata ketua peneliti, Mikaela von Bonsdorff seperti dikutip situs Reuters edisi 26 Desember 2013.

"Ketika membicarakan tekanan pekerjaan, penting untuk diingat bahwa perasaan yang muncul mendadak atas tekanan pekerjaan tidak selalu hal yang buruk, tetapi tekanan pekerjaan yang tinggi dan terjadi terus-menerus bisa disebut sebagai bahaya kesehatan."

Beberapa penelitian yang dilakukan baru-baru ini menghubungkan antara tekanan pekerjaan jangka panjang dengan berkurangnya beberapa fungsi saat seseorang berusia lanjut, ungkap Bonsdorff yang merupakan peneliti bidang gerontologia (ilmu tentang usia lanjut) di University of Jyvskyl di Finlandia.

Sementara hasil riset terbaru merupakan hasil studi atas lebih dari lima ribu orang Finlandia berusia pertengahan yang bekerja sebagai pegawai negeri dan sebelumnya disurvei mengenai stress saat bekerja di tahun 1981. Para peneliti mengkombinasikan kedua informasi tersebut dengan data dari rumah sakit nasional yang mencakup 28 tahun berikutnya. Hasilnya, semakin tinggi tekanan pada usia pertengahan, ternyata semakin sering mereka dirawat di rumah sakit, khususnya untuk mereka yang mengalami tekanan fisik.

"Yang menarik adalah bahwa hubungan tersebut sangat jelas bahkan ketika kita melihat perawatan di rumah sakit setelah seseorang berusia 65 tahun, yang menunjukkan bahwa hubungan ini juga kuat saat lanjut usia," kata Bonsdorff.

Hasil riset juga menunjukkan bahwa masa tinggal di rumah sakit untuk pria dan wanita, sama-sama meningkat sesuai dengan meningkatnya tekanan pekerjaan fisik. Namun untuk tekanan mental hanya terlihat jelas pada pria.

REUTERS I ARBA'IYAH SATRIANI

Baca juga:
Penyakit Dari Virus Piala Dunia dan Proses Pemilu
Bila Tak Perlu, Setop Konsumsi Vitamin dan Mineral
Tip Praktis untuk Memulai Resolusi 2014
Tahun 2014, Blus Batik Warna Segar Akan Diminati


10.19 | 0 komentar | Read More

Hobi ke Kafe, Hati-hati 'Overdosis' Kafein  

Written By Unknown on Jumat, 03 Januari 2014 | 10.19

TEMPO.CO, London - Dalam penelitian terbaru, satu dari 10 wanita di Inggris mengaku tidak bisa hidup tanpa kopi. Lebih dari sepertiga dari mereka yang disurvei mengatakan bahwa mereka harus memulai hari dengan secangkir kopi.

Satu dari lima orang di negara yang terkenal sebagai "negeri peminum teh" ini mengunjungi sebuah kedai kopi setiap hari, hampir dua kali lebih sering dibanding empat tahun yang lalu. Angka ini turut mendongkrak pendapatan kedai-kedai kopi hingga mencapai 730 juta pound sterling (setara Rp 1,38 triliun) tahun lalu.

"Tidak ada keraguan kafein adalah candu favorit umat manusia," kata Peter Rogers, pakar biological psychology di University of Bristol.

Menurut dia, 80 persen peminum kopi di seluruh dunia biasa meminum beberapa cangkir kopi dalam sehari. Hal ini sebagian besar disebabkan oleh efek psiko-stimulan. "Kopi membantu kita memulai hari dan kemudian menyelamatkan kita ketika energi kita mulai menurun pada siang atau sore hari," katanya.

Namun, ia mengingatkan kelebihan dosis kafein, terutama bagi mereka yang hobi menyeruput kopi di kedai-kedai kopi populer. Ia mencontohkan segelas Americano di Starbucks,  mengandung 300 mg kafein. Hal ini jauh di atas segelas kopi buatan sendiri yang kadarnya antara 100 hingga 150 mg, atau 100 mg jika disaring, 80 mg untuk espresso, dan 65 mg untuk kopi instan.

Dalam jumlah besar, kopi bisa menjadi adiktif. Menurut Profesor Andy Smith dari Pusat Kesehatan Kerja dan Psikologi di Universitas Cardiff, tingkat asupan bahkan bisa dianggap beracun. "Kebanyakan peneliti setuju bahwa 1.000 mg kafein (setara tiga cangkir di kedai kopi) adalah berlebihan," katanya.

Kelebihan dosis kafein bukan tanpa akibat, katanya. Keracunan kafein, katanya, menyebabkan gejala seperti kegelisahan, kegembiraan, wajah merah, otot berkedut, bicara bertele-tele, dan sulit tidur, serta denyut jantung tidak teratur.

Namun, konsumsi normal kopi--sampai dengan 400 mg  atau 4-5 cangkir kopi instan--tak masalah. "Dosis moderat kafein sebagian besar berhubungan dengan efek positif," kata Profesor Smith.

Ada bukti untuk mendukung klaim ini. Studi menunjukkan bahwa risiko untuk diabetes tipe 2 lebih rendah antara peminum kopi biasa daripada mereka yang tidak meminumnya. Kopi juga dapat mengurangi risiko pengembangan batu empedu, mencegah kanker usus, meningkatkan fungsi kognitif, dan mengurangi risiko penyakit Parkinson.

Jadi, kata dia, bijaksanalah saat meminum kopi. Semua yang berlebihan, kata dia, tak bagus akibatnya.

MAIL ONLINE | TRIP B

Baca juga:
Penyakit Dari Virus Piala Dunia dan Proses Pemilu
Bila Tak Perlu, Setop Konsumsi Vitamin dan Mineral
Begadang Bisa Membahayakan Otak
Tahun 2014, Blus Batik Warna Segar Akan Diminati


10.19 | 0 komentar | Read More

Stres Pekerjaan Pengaruhi Kesehatan

TEMPO.CO, New York--Banyaknya tekanan pekerjaan dapat menyebabkan sumber penyakit di masa tua, demikian diungkapkan hasil penelitian terbaru di Finlandia. Studi ini menemukan baik tekanan pekerjaan fisik maupun mental ada kaitannya dengan kemungkinan untuk masuk rumah sakit saat berusia lanjut atau setelah pensiun.

Tekanan pekerjaan secara mental bisa muncul dalam bentuk ketatnya deadline, permintaan yang tinggi dan hanya mampu mengontrol sedikit saja pekerjaan yang dilakukan. Sementara tekanan kerja secara fisik adalah berkeringat, kurang bernapas dan ketegangan otot.

"Tekanan kerja berbeda-beda untuk masing-masing individu, karena itu meskipun bekerja di bidang yang sama atau sejenis seseorang bisa melaporkan tekanan pekerjaan yang berbeda-beda," kata ketua peneliti, Mikaela von Bonsdorff seperti dikutip situs Reuters edisi 26 Desember 2013.

"Ketika membicarakan tekanan pekerjaan, penting untuk diingat bahwa perasaan yang muncul mendadak atas tekanan pekerjaan tidak selalu hal yang buruk, tetapi tekanan pekerjaan yang tinggi dan terjadi terus-menerus bisa disebut sebagai bahaya kesehatan."

Beberapa penelitian yang dilakukan baru-baru ini menghubungkan antara tekanan pekerjaan jangka panjang dengan berkurangnya beberapa fungsi saat seseorang berusia lanjut, ungkap Bonsdorff yang merupakan peneliti bidang gerontologia (ilmu tentang usia lanjut) di University of Jyvskyl di Finlandia.

Sementara hasil riset terbaru merupakan hasil studi atas lebih dari lima ribu orang Finlandia berusia pertengahan yang bekerja sebagai pegawai negeri dan sebelumnya disurvei mengenai stress saat bekerja di tahun 1981. Para peneliti mengkombinasikan kedua informasi tersebut dengan data dari rumah sakit nasional yang mencakup 28 tahun berikutnya. Hasilnya, semakin tinggi tekanan pada usia pertengahan, ternyata semakin sering mereka dirawat di rumah sakit, khususnya untuk mereka yang mengalami tekanan fisik.

"Yang menarik adalah bahwa hubungan tersebut sangat jelas bahkan ketika kita melihat perawatan di rumah sakit setelah seseorang berusia 65 tahun, yang menunjukkan bahwa hubungan ini juga kuat saat lanjut usia," kata Bonsdorff.

Hasil riset juga menunjukkan bahwa masa tinggal di rumah sakit untuk pria dan wanita, sama-sama meningkat sesuai dengan meningkatnya tekanan pekerjaan fisik. Namun untuk tekanan mental hanya terlihat jelas pada pria.

REUTERS I ARBA'IYAH SATRIANI

Baca juga:
Penyakit Dari Virus Piala Dunia dan Proses Pemilu
Bila Tak Perlu, Setop Konsumsi Vitamin dan Mineral
Tip Praktis untuk Memulai Resolusi 2014
Tahun 2014, Blus Batik Warna Segar Akan Diminati


10.19 | 0 komentar | Read More
techieblogger.com Techie Blogger Techie Blogger