Diberdayakan oleh Blogger.

Popular Posts Today

Cara Menuju Lokasi Wisata Torean

Written By Unknown on Minggu, 15 Desember 2013 | 10.19

Salah satu pemandangan pendakian Gunung Rinjani melalui jalur Torean, Lombok, (20/10). Tidak banyak pendaki lewat jalur ini karena tidak ada angkutan umum, hanya ojek dan truk yang melintas di sana. TEMPO/Tony Hartawan

TEMPO.CO , Jakarta:Jalur alternatif bagi yang berencana mendaki Gunung Rinjani, Nusa Tenggara Barat, dapat melewati Torean. Sejumlah moda transportasi tersedia untuk menuju jalur pendakian tersebut.

Dari Bandar Udara Internasional Praya, Lombok Tengah, Anda bisa naik taksi atau bus Damri ke Mataram. Tarif taksi sekitar Rp 120 ribu, bus Damri sekitar Rp 25 ribu.

Selanjutnya dari Mataram bisa naik angkutan umum minibus ke Senaru, dengan tariff Rp 25-30 ribu. Sebelum ke Torean, Anda bisa melapor dan mengurus perizina di Pos Pendakian Gunung Rinjani di Senaru.

Dari Senaru, Dusun Torean, Desa Loloan, Lombok Utara, bisa dijangkau dengan menyewa angkutan umum pedesaan dengan tariff sekitar Rp 200 ribu jika Anda datang berombongan. Bisa juga naik ojek dengan tariff Rp 50 ribu. Total biaya mendaki Gunung Rinjani via Torean diperkirakan sekitar Rp 3 juta.

Di Dusun Torean, tak ada penginapan sekelas losmen, apalagi hotel. Para pendaki bisa menginap di rumah Amak Herni tetua adat setempat sekaligus porter dan pemandu senior.

Di rumah itu terdapat tiga beruga sejenis gazebo yang biasa dipakai untuk tidur pendaki. Amak Herni juga membuka warung yang menjual makanan kecil, minuman, dan logistik lain untuk keperluan pendakian.

Dia tak menetapkan tarif resmi. Untuk menginap di rumahnya, plus sekali makan malam dan sarapan, rombongan (lima orang) dikenai biaya Rp 250-300 ribu.

Untuk menyewa jasa porter dan pemandu, tarifnya diperkirakan Rp 150-200 ribu per hari.

Lalu kapan waktu yang tepat untuk melalui jalur pendakian Torean? Pendakian Gunung Rinjani secara resmi ditutup sepanjang Januari-Maret. Waktu yang pas mendaki lewat jalur Torean antara Mei dan Oktober.

Pada bulan-bulan itu, cuaca bagus dan angin tak terlalu kencang. Debit air Sungai (Kokok) Putih yang harus dilewati di jalur itu juga tak terlalu deras.

Pendakian sebaiknya dilakukan sejak pagi hingga sore. Tak disarankan mendaki lewat rute itu pada malam hari karena jalurnya banyak melalui pinggir jurang yang dalam, bisa mencapai 50-100 meter.

TIM TEMPO | SUTJI

Berita Terkait
Tips Pintar Membeli Susu Formula 
Dude Harlino Punya Libido Tinggi Versi Dokter Deby 
Torean, Pendakian Jalur Suci Menuju Rinjani 
Rawa Buaya, Ranca yang Berkarang


10.19 | 0 komentar | Read More

Tiga Serangkai di Pedalaman Luwu

TEMPO.CO , Jakarta:Dalam edisi Danau, Tim Tempo mengupas tentang tiga danau di Sulawesi Selatan: Matano, Mahalona, dan Towuti. Tiga danau yang masih alami ini saling terhubung oleh dua sungai. Salah satunya termasuk yang terluas di Indonesia.

Danau Matano terletak di Kecamatan Nuha, Kabupaten Luwu Timur. Desa Soroako, yang terletak di sisi barat danau, telah berkembang jadi kota modern yang rapi, terutama karena sebagian besar daerah ini dikelola PT Vale Indonesia Tbk (dulu PT Inco), perusahaan tambang nikel yang beroperasi sejak 1968. Rumah peristirahatan milik perusahaan berjejer di sepanjang tepi danau, termasuk lapangan golf.

Dengan kedalaman sekitar 500 meter, Matano menjadi danau terdalam di Asia Tenggara dan terdalam kedelapan di dunia. Danau ini tersambung melalui sungai dengan Danau Mahalona, dan Danau Towuti di bagian selatan. Towuti, yang luasnya, 561 kilometer persegi, merupakan danau terluas kedua di Indonesia. Ketiga danau ini terbentuk akibat kegiatan tektonik jutaan tahun silam.

Soroako dapat ditempuh dengan angkutan udara dan darat dari Makassar. Tim Tempo yang pergi ke sana memilih berangkat melalui jalur udara. Dari Kota Makassar, tim naik pesawat Fokker 50 milik Indonesia Air yang disewa Vale.

Satu jam kemudian, pesawat mendarat di Bandar Udara Soroako, tepat di seberang Terminal Soroako, tempat bus dari Makassar dan kota lain terparkir. Lantaran tak ada angkutan umum, tim pun naik ojek menuju sebuah hotel yang menghadap ke Danau Matano.

Dermaga Soroako menjadi gerbang utang menuju dua desa di seberang danau: Desa Matano dan Desa Nuha, Kecamatan Nuha.

Untuk mengunjungi beberapa lokasi di sekitar danau, Tim Tempo menggunakan sebuah ketinting (perahu bermotor). Ongkosnya sekitar Rp 400 ribu sehari penuh. Di tengah danau, ketinting pun berhenti. Saat merapat ke tebing karang yang dipenuhi semak belukar, terdapat gua di bawah air.

Tinggi lubang ini 10-15 meter. Gua itu kira-kira separuh luas lapangan badminton. Karangnya kebanyakan menonjol ke bawah. Airnya jernih, sehingga baying-bayang baru besar di dasar sana tampak jelas dari permukaan. Kolam itu hijau ditimpa cahaya matahari dari lubang tadi dan lubang kecil yang menghadap ke danau. Ini betul-betul gua rahasia. Kecantikannya hanya bisa dinikmati dengan memasukinya.

Hanya beberapa menit dari gua di bawah air, tim pun sampai di gua lain. Gua itu, seperti gua umumnya, kering dan berbatu. Tak seberapa luas, tapi ada tulang yang berserakan di situ. Penduduk sekitar menyebutnya Gua Tengkorak karena dulu banyak tulang-belulang manusia di sana yang konon sudah ada sejak masa pra-Islam.

Di Desa Mahalona, kurang dari sejam dari dermaga Soroako, kita bisa membasuh muka di Mata Air Bora-bora, yang letaknya hanya beberapa langkah dari tepi danau dan dasarnya sering mengeluarkan gelombang udara.

Desa itu dulu merupakan cikal-bakal Kerajaan Luwu dan penghasil besi terbaik di Nusantara. Hasil penelitian Australian National University menyebutkan desa itu sudah dihuni sekitar 2.000 tahun lalu dan tanahnya mengandung bijih besi. Besi dari desa inilah yang diperkirakan menjadi sumber bagi 'pamor Luwu', kandungan khas pada keris dari Luwu, yang sudah dikenal sejak zaman Majapahit.

Peneliti memperkirakan pengolahan besi besar muncul di Matano pada abad ke-15 dan ke-16. Menurut sesepuh desa dan mantan prajurit Darul Islam pimpinan Kahar Muzakkar, Dewi, di wilayahini dulu ada 40 tempat pandai besi yang membuat senjata dan meriam. Namun ketika Belanda masuk, semua tempat pengolahan besi dan senjata disita. Masyarakat juga dilarang mengolah bijih besi. Penduduk desa itu kemudian hanya berkebun cokelat dan merica. Hingga kini.

TIM TEMPO | SUTJI

Berita Terkait
Plawangan, Pintu Sebenarnya menuju Rinjani
Torean, Pendakian Jalur Suci menuju Rinjani
Pasir Putih dan Air Bening di Pantai Koka
Cubadak, Surga Italia di Selatan Sumatera Barat
Tanjung Tinggi, Bilik-bilik Laskar Pelangi


10.19 | 0 komentar | Read More

Kepulauan Togean, Senja Sunyi di Lidah Sulawesi

Written By Unknown on Sabtu, 14 Desember 2013 | 10.19

TEMPO.CO, Jakarta - Kepulauan yang termasuk dalam Provinsi Sulawesi Tengah ini cocok sekali bagi pasangan muda yang ingin bermulan madu: tak terjangkau sinyal, senja pantainya syahdu, lautnya landai dan tenang, aman untuk berenang dan menyelam.

Ada 66 pulau kecil di perairan Togean. Dari beberapa yang menyediakan penginapan, Kadidiri paling terkenal. Setidaknya ada tiga cottage di sana: Black Marlin, Pondok Lestari, dan Kadidiri Paradise. Keberadaan pulau ini paling dekat dari Wakai, pelabuhan di tengah teluktempat singgah kapal rute Gorontalo-Ampana. Pulau ini juga paling mudah untuk mencapai titik-titik menyelam atau sekada snorkeling.

Meski Kadidiri sudah dikembangkan sebagai daerah wisata sejak 1995, tak banyak orang Indonesia yang tahu tentang pulau ini. "Tamu saya kebanyakan dari Eropa," ujar Yani Tahir, pemilik Black Marlin. Pada pertengahan Oktober lalu yang bukan waktu libur itu, 16 kamarnya penuh oleh pasangan pelancong dari Belanda, Prancis, Jerman, Hungaria, Denmark, dan Inggris.

Keinginan Yani untuk membuka kamar di Kadidiri itu karena banyak para turis bertanya kepada menantunya yang mengelola resor Blue Marlin di Lombok, Nusa Tenggara Barat, tentang laut lain yang bagus untuk diselami tapi masih sepi. Crispin Gibbs, menantu Yani, asal Inggris, lalu menyebarkan informasi tentang Togean yang masih perawan ke para turis yang berkunjung ke Lombok atau Bali.

Tapi cara mencapainya yang ribet membuat pelancong jiper berpelesir ke Togean. Dari Jakarta setidaknya butuh dua hari untuk sampai di Kadidiri. Bandara udara terdekat hanya di Poso. Dari Poso, satu-satunya cara menempuhnya adalah jalan darat yang meliuk-liuk dan rusak selama lima jam ke Ampana, ibu kota Kabupaten Tojo Una-Una.

Dari Ampana, kita masih harus naik feri selama lima jam ke Pelabuhan Wakai, dengan kapal yang tak selalu ada setiap hari. Ditambah lagi tak ada sinyal di pulau seluas Singapura itu. Listrik di penginapan bersumber pada mesin diesel yang bahan bakarnya diangkut dari Wakai. Yani menghabiskan Rp 20 juta sebulan untuk ongkos mengangkut air dan solar.

Maka lengkaplah Kadidiri: pantainya sunyi; lautnya jernih dan kaya biota; tak ada sinyal, juga setrum, dan anasir modern lain. Para turis asing menyebut pulau-pulau di lidah Sulawesi itu sebagai destinasi yang cocok untuk berbulan madu.

TIM TEMPO | SUTJI

Berita Lain:
Leonardo DiCaprio Bakal Jadi Pembalap Formula
Fantastic Fatin, Menengok Keseharian Fatin Shidqia
Selebriti Hollywood Ternyata Dibayar Berlebihan
Bimbim Slank Bicara Tragedi Kereta Bintaro


10.19 | 0 komentar | Read More

Tiga Jalur Mencapai Togean

Situs snorkeling Batu Lemboto, Kepulauan Togean, Sulawesi Tengah. Tempat berenang di laut lepas dan terdapat 3 saung untuk nelayan berteduh jika badai. Tempo/Ratih Purnama

TEMPO.CO, Jakarta--Kepulauan Togean menjadi lokasi menarik di lidah Sulawesi yang menarik untuk dikunjungi. Selain keindahan lautnya, tempatnya yang tenang membuat pulau ini dianggap cocok menjadi pilihan pasangan muda untuk berbulan madu.

Kadidiri menjadi satu dari 66 pulau kecil di perairan Togean yang terkenal. Selain Kadidiri, di Togean terdapat sejumlah resor yang menjadi tempat snorkeling dan menyelam. Di antaranya di Pulau Taipi, Una-Una, Karina, Katupat, Kundurang, dan Malenge.

Perlu dua hari mencapainya dari Jakarta dengan tiga moda transportasi: udara, darat, dan laut. Meski perjalanannya cuku panjang, biaya berlibur ke sana tak terlalu mahal. Dari Ibu Kota minimal Rp 5 juta untuk transportasi, penginapan, akomodasi, dan sewa alat snorkeling selama sepekan.

Lewat Gorontalo
Jakarta-Gorontalo 2 jam
Maskapai: Garuda, Lion, Sriwijaya
Kapal: Gorontalo-Wakai 12 jam. Kapal Tuna Tomini pukul 20.00 Wita dengan tarif Rp 100 ribu
Kapal kecil: dari Wakai-Kediri 15 menit. Dijemput kapal resor

Lewat Palu
Jakarta-Palu 2 jam
Maskapai: Garuda, Lion, Sriwijaya
Taksi: Palu-Ampana 10 jam
Bus: rute Palu-Poso-Ampana berangkat pukul 10.00 dan 17.00 Wita
Travel: Palu-Ampana dengan tarif Rp 110 ribu
Kapal: Ampana-Wakai 5 jam. Kecuali Jumat, kapal ke Wakai berangkat setiap pukul 10.00 Wita dengan tarif Rp 50 ribu
Kapal kecil: Wakai-Kadidiri 15 menit. Dijemput kapal penginapan

Lewat Poso
Jakarta-Makassar 2 jam
Maskapai: semua
Makassar-Poso 1 jam 20 menit
Maskapai: Merpati, Lion Air
Taksi: Poso-Ampana 5 jam. Sewa taksi Rp 500 ribu
Bus: Poso-Ampana berangkat pukul 10.00 Wita dengan tarif Rp 50 ribu
Travel: Poso-Ampana dengan tarif Rp 110 ribu
Kapal: Ampana-Wakai 5 jam
Kapal kecil: Wakai-Kadidiri 15 menit. Dijemput kapal penginapan

Rekomendasi: Dari tiga jalur itu, semua berujung di Pelabuhan Wakai, pelabuhan terbesar di Pulau Batudaka. Paling gampang via Gorontalo. Meski kita mengarungi laut 12 jam, jalur ini lebih sedikit gonta-ganti transportasi. (Cek #Surga Wisata Indonesia lainnya)

TIM TEMPO | SUTJI


10.19 | 0 komentar | Read More

Teriakan Orang Tua Pengaruhi Mental Remaja

Written By Unknown on Kamis, 12 Desember 2013 | 10.19

TEMPO.CO , New York: Anak remaja yang kerap mendengar ancaman atau teriakan dari orang tuanya memiliki risiko lebih besar depresi dan berprilaku menyimpang, seperti melanggar peraturan.

"Pekerjaan rumahnya adalah masalah perilaku verbal," ujar Annette Mahoney, profesor psikologi di Bowling Green State University di Ohio mengenai riset terbarunya kepada Reuters Health edisi 10 Desember 2013.  "Sangat mudah untuk mengabaikan hal tersebut tetapi studi kami menunjukkan bahwa ketidakramahan verbal sangat relevan, khususnya untuk para ibu yang berteriak atau memukul dan para ayah yang melakukan hal yang sama."

Semua anak yang diteliti dalam riset dia, dirujuk ke klinik terdekat akibat penyakit mental atau masalah perilaku. Ibu mereka melakukan kekerasan baik verbal maupun fisik sehingga meningkatkan risiko anak-anak tersebut mengalami depresi dan masalah perilaku lainnya. Tindakan serupa oleh para ayah pun memiliki dampak sama.

Para peneliti menegaskan bahwa orangtua bisa terperangkap dalam lingkaran kekerasan. Kekerasan verbal, kata Mahoney, "mempunyai sebuah siklus alami." Anak-anak dengan perilaku yang bermasalah atau penyakit mental, sambung dia, akan sulit ditangani.

Remaja yang mengalami kekerasan fisik dari orang tua, seperti dipukul, dicekik atau diancam dengan senjata atau benda tajam, berisiko lebih tinggi untuk mengalami penyakit mental dan masalah perilaku. "Agresi verbal orangtua pada remaja sama merusaknya dengan agresi fisik yang parah, khususnya dalam keluarga yang memang selama ini mengalami masalah dengan kesehatan mental," kata Michelle Leroy dari Bowling Green State University yang memimpin riset itu.

Untuk studi yang dipublikasikan di jurnal Child Abuse & Neglect, remaja bermasalah berusia 11 hingga 18 tahun mengisi survei yang menanyakan apakah mereka dipukul, atau mengalami kekerasan lainnya selama satu tahun terakhir. Orang tua dari anak-anak tersebut juga terlibat, melaporkan perilaku mereka dalam frame yang sama.

REUTERS |ARBA'IYAH SATRIANI

Topik Terhangat
Kecelakaan Kereta Bintaro | SEA Games Myanmar | Pelonco Maut ITN | Dinasti Atut | Mandela Wafat

Berita Terpopuler
Kisah Penjaga Palang Kereta 1: Mual Lihat Mayat
Teknisi Beri Isyarat Kereta Akan Menabrak 
Petugas KA Bintaro Korbankan Nyawa Demi Penumpang
Jokowi: DKI Terlambat Bangun Terowongan


10.19 | 0 komentar | Read More

Pria Masa Kini Mulai Menyukai Botox

TEMPO.CO, Jakarta - Kehidupan masa kini mengubah persepsi bahwa pria yang dulu anti dengan dunia kecantikan, saat ini justru sebaliknya. Para pria mulai menyukai perawatan diri dan kecantikan. Mereka juga tak ingin menjadi tampak tua seiring usia. "Mereka mulai melakukan pembenahan dengan perawatan diri, misalnya dengan melakukan prosedur botox atau Botulinum toxin," kata dr. Olivia Ong (baca: Kiat Cantik di Hari Nan Fitri), pakar kecantikan saat ditemui di kliniknya pada Selasa, 10 Desember 2013.

Menurut Olivia, kaum Adam mulai menyukai botox (Baca: Garis Senyuman Penting Demi Maap Lahir Batin) karena cara kerja produk perawatan ini untuk merelaksasi otot. Hasilnya membuat wajah tampak terlihat lebih kencang. "Jangan salah, para pria pun tak mau untuk terlihat kerutan, keriput di sana-sini. Bagi mereka, sebisa mungkin disamar atau dihilangkan problem seperti ini," ujar dokter berkulit putih itu.

Tak hanya botox, produk lain yang juda menjadi pilihan para pria masa kini untuk tampil awet muda dan menarik adalah dengan filler. Cara kerja filler adalah mengisi bagian kosong di wajah karena faktor usia dan gaya hidup.

"Ada banyak pria yang merasa kok hidungnya enggak oke, kurang mancung di bagian atas, atau lubang hidungnya kelewat besar, pipinya terlihat kempot dan kurus, bibirnya mulai turun ingin diisi supaya terlihat penuh. Dan, tentu, mereka pun ingin kulitnya masih elastis dan kenyal dengan pori-pori kulit yang mengecil," kata Olivia.

Kesadaran untuk tampil lebih menarik dan awet muda menjadi pilihan para pria masa kini diakui oleh Demark, pria yang berprofesi sebagai hubungan masyarakat di sebuah perusahaan IT. "Aku bertemu banyak orang. Salah satu yang diperhatikan, selain soal kinerja, tentu penampilan. Bukan hanya busana, tapi wajah. Pada usia yang sudah kepala empat begini, kulit bagian pipiku kendur dan bagian daguku penuh seolah menyatu dengan leher," kata ayah seorang putra ini.

Demark pun berkomunikasi dengan istri dan anaknya, dan mereka menyetujui keputusannya untuk melakukan peremajaan wajah dengan perawatan kecantikan ala dokter Olivia Ong. Walhasil, pria Medan Makassar itupun percaya diri untuk melakukan botox dan filler.

Menurut Olivia, kaum pria masa kini merawat dirinya lantaran ingin menambah rasa percaya diri dalam hal karir dan membahagiakan orang yang dicintainya. "Ini juga berlaku bagi mereka yang belum mendapat pasangan," ujarnya.

Berdasarkan hasil pasien yang datang ke Olivia, perawatan kecantikan memang masih 80 persen dilakukan kaum Hawa, dan 20 persen para pria yang sadar dengan dunia kecantikan (Baca: Survei: 54 Persen Pria Berdandan). Menurut dia, selama satu dekade atau 10 tahun terakhir di seluruh dunia, boleh dibilang angka pria yang melakukan perawatan kecantikan mencapai 700 persen.

Ditegaskan Olivia, kesadaran pria yang menyukai treatmen ini bukan berarti dia 'banci', "Justru, kebanyakan dari mereka benar-benar 'lelaki sekali' yang punya kesadaran dan sangat menjaga penampilannya," kata dia.

Menurut dia, di luar negeri, kegandrungan pria terhadap perawatan kecantikan bukan lagi masalah yang dianggap tabu atau 'banci'. "Jaman dan kulturnya sudah berubah. Jadi, jangan salah, pria yang melakukan perawatan ini bukan berarti dia kehilangan sisi maskulinnya," kata Olivia, "Justru sekarang pria juga mau terlihat menarik tanpa butuh waktu lama dalam proses pengerjaannya." Olivia menyebutkan, pengerjaan botox pada pria butuh waktu sekitar 10 menit.

"Pria enggak suka pekerjaan ribet dan bolak-balik melakukan perawatan. Dengan pengerjaan yang sangat cepat ini membantu mereka untuk bisa tampil leboh percaya diri," kata Olivia, yang menyarankan agar melakukan botox dan filler setiap enam bulan sekali. "Idealnya setiap enam bulan sekali supaya hasil yang diinginkan tampak maksimal," ujarnya.

HADRIANI P
Topik Terhangat
Kecelakaan Kereta Bintaro | SEA Games Myanmar | Pelonco Maut ITN | Dinasti Atut | Mandela Wafat |

Berita Terpopuler
Teriakan Orang Tua Pengaruhi Mental Remaja
Lahir di Tanggal Cantik, Dr. Soetomo Bagi Hadiah 
Mulberry Absen dalam Pekan Mode London 2014 
Belajar Hal Baru Bantu Jaga Kesehatan Otak Lansia  


10.19 | 0 komentar | Read More

Kondom Ini Lebih Tipis dari Rambut

Written By Unknown on Selasa, 10 Desember 2013 | 10.19

TEMPO.COTokyo – Berbagai inovasi di berbagai bidang terus diciptakan untuk umat manusia. Belum lama ini, sebuah produsen kondom dari Jepang, Sagami Rubber membuat kondom yang diklaim sebagai kondom tertipis di dunia.

Dilaporkan laman Daily Mail, Sabtu, 7 Desember 2013, kondom ini memiliki ketebalan 0,01 milimeter. Sebagai perbandingan, sehelai rambut manusia rata-rata memiliki ketebalan 0,06 milimeter. Berarti, kondom ini, 6 kali lebih tipis dari rambut manusia.

Diluncurkan pada dua pekan lalu di Tokyo, kondom ini dijual dengan harga £ 7,30 (Rp 142 ribu). Memang, kondom ini terbilang cukup mahal. Pasalnya, dibutuhkan waktu satu dekade untuk menyelesaikan rancangan kondom ini.

Kondom ini sudah dipasarkan di toko-toko di Jepang. Seorang pengguna menuturkan kepada Medical Daily, selain tipis, alat kontrasepsi kaum pria ini juga tidak berbau seperti kondom lainnya yang berbau seperti lateks.

Meski sudah berhasil membuat kondom yang begitu tipis, Sagami Rubber mengungkapkan, pihaknya akan terus membuat kondom yang jauh lebih tipis demi kenyamanan para penggunannya. Rencananya, mereka akan membuat kondom dengan ketebalan 0,009 milimeter.

"Selama ada kebutuhan untuk kondom yang lebih tipis, kami akan terus berinovasi," ujar juru bicara Sagami Rubber.

ANINGTIAS JATMIKA | DAILY MAIL | MEDICAL DAILY

Berita Lainnya
Ini yang Membuat Mandela Kagum pada Fidel Castro 
Alasan Obama Ogah Pakai iPhone 
Deklarasi Capres di Surabaya, Yusril Jadi Gus Yim
Kronologi Kerusuhan di Little India, Singapura
Ini Anggaran Gedung Baru KPK


10.19 | 0 komentar | Read More

Seperti Apa Gerbong Kereta Unik di Indonesia?

Seorang pekerja membawa kertas batik untuk dipasang di bagian luar gerbong restoran kereta api Sancaka jurusan Surabaya-Yogyakarta di depo lokomotif Sidotopo DAOPS VII, Surabaya, Jawa Timur, Rabu (18/7). TEMPO/Fully Syafi

TEMPO.CO, Jakarta - Kereta api menjadi alat transportasi yang banyak diminati. Tidak salah jika saat ini banyak kereta yang menghias dan membuat gerbongnya dengan unik untuk membuat para pelancongnya merasa nyaman.

Berikut ini beberapa gerbong unik yang ada di Indonesia:

1. Gerbong Batik
Indonesia memiliki dua gerbong bercorak batik. Kedua gerbong tersebut terdapat di KA Sancaka rute Yogyakarta-Surabaya dan KA Gajayana rute Malang-Jakarta. Gerbong-gerbong ini berfungsi sebagai gerbong makan atau restoran. Semua penumpang yang ingin makan di sini tak lagi bosan dengan memandangi interior dengan warna standar karena sudah dipoles cantik dengan gambar batik.

Keunikan motif batik ini mendapat perhatian dari pelancong. Tak jarang pelancong yang mengabadikan foto di depan gerbong. Gerbong batik di KA Sancaka memiliki motif sederhana berwarna merah, kuning, dan putih.

Sementara gerbong batik di KA Gajayana didominasi dengan warna ungu dan putih. Jenis batik yang ada di gerbong ini adalah bekisar dan truntum, jenis motif khas daerah pesisir. Pastinya, saat melakukan perjalanan dengan dua kereta ini, pelancong pasti makin cinta dengan Indonesia.

2. Gerbong Kereta Monorel
Kereta monorel ini menjadi salah satu karya anak bangsa. Pakar teknik kontruksi dan mesin dari Universitas Indonesia, Kusnan Nuryadi, memberi nama monorel buatannya dengan sebutan Urban Transit Monorail (UTM-125). Monorel ini memiliki dua pintu penumpang dan satu pintu darurat di moncong kereta. Pintu darurat digunakan jika terjadi sesuatu dalam perjalanan. Penumpang bisa langsung pindah ke monorel bantuan melalui pintu darurat, tanpa turun dari monorel.

3. Gerbong Khusus wanita
Pihak PT KAI menghadirkan gerbong kereta khusus wanita untuk mencegah terjadinya kasus pelecehan seksual terhadap penumpang perempuan. Selain itu, PT KAI juga menyediakan dua gerbong di setiap jalur untuk perempuan, yang diletakkan di gerbong paling depan dan belakang.

4. Gerbong Presiden Soekarno
Kereta bersejarah ini merupakan saksi bisu perjuangan bangsa Indonesia pada masa-masa kemerdekaan. Kereta yang disebut sebagai Kereta Api Luar Biasa (KLB) Presiden ini merupakan kereta api kayu dengan lokomotif uap.

Sesuai dengan sebutannya, kereta ini pernah digunakan Presiden pertama Indonesia, Presiden Soekarno. Jika ingin melihatnya, saat ini kereta tersebut ada di Museum Transportasi yang berada di Taman Mini Indonesia Indah.

5. Kereta Pustaka Indonesia
Kereta Pustaka Indonesia adalah kereta khusus yang digunakan sebagai perpustakaan dan museum keliling. Kereta ini merupakan hasil modifikasi dari kereta barang B 80101. 

Di dalam kereta ini, pengunjung dapat membaca buku secara lesehan. Selain buku, juga terdapat foto-foto bersejarah.

RINA ATMASARI | BERBAGAI SUMBER

Berita Lain: 
Menyanyi di Paduan Suara Bikin Bahagia  
9 Makanan Sehat tapi Murah  
Gaya Hidup Sehat Lebih Mahal
9 Makanan Sehat tapi Murah
Mulberry Absen dalam Pekan Mode London 20


10.19 | 0 komentar | Read More

Berat Tubuh Wanita Pengaruhi Kebahagiaan

Written By Unknown on Senin, 09 Desember 2013 | 10.19

TEMPO.CO, York - Wanita yang merasa bahagia dengan tubuh mereka ternyata lebih bahagia dalam hubungan cintanya dengan seorang pria. Para peneliti yang melakukan survei juga menemukan bahwa wanita yang merasa puas dengan hubungan romantik mereka saat ini cenderung untuk merasa baik-baik saja dengan berat tubuh dan imej tubuh mereka.

Hubungan antara rasa puas dan imej tubuh seseorang ternyata kuat dan bekerja dua arah, ungkap penulis hasil riset Sabina Vatter, mahasiswa pascasarjana di Tallinn University di Estonia.

"Ketika seorang wanita merasa puas dengan hubungan mereka, dia juga merasa puas dengan berat tubuhnya, yang juga berlaku sebaliknya," ujar Vatter seperti dikutip situs Health Day edisi 5 Desember 2013. "Semakin tinggi kepuasan terhadap berat tubuh seseorang berdampak pada semakin nyaman pula dengan hubungannya," ujarnya.

"Hal ini menunjukkan bahwa tubuh dan berat tubuh bisa menciptakan rasa nyaman secara umum, yang bisa diteruskan pada perasaan romantis pada pasangan," ujar Vatter. Hasil survei pada 250 wanita ini dipresentasikan pada 6 Desember di pertemuan British Psychological Society, in York, England.

Para wanita yang sebelumnya berdiet atau saat ini sedang diet lebih cenderung kurang bahagia dengan berat tubuh mereka dan lebih cenderung peduli dengan diri mereka sendiri terkait dengan tubuh mereka, ungkap hasil riset ini. "Wanita yang berdiet mempunyai standar yang lebih ekstrem dalam hal penampilan," ujar Vatter.

"Bahkan berat tubuh normal pun tampak tidak menarik bagi mereka. Mereka jauh dari penampilan ideal yang diharapkan akibat kelebihan berat badan dan mereka lebih perhatian dan peduli dengan ukuran tubuh mereka," kata Vatter. Karena itu, lanjut dia, wanita lebih memperhatikan perbedaan antara berat tubuh mereka dengan berat tubuh ideal yang seharusnya.

Dalam survei ini, Vatter fokus pada wanita berusia antara 20 - 45 tahun yang saat ini mempunyai hubungan romantis dengan pria. Sekitar 71 persen dari mereka hidup bersama pasangannya dan 29 persennya menikah. Para wanita itu ditanya mengenai rasa puas dengan hubungan cinta mereka, keintiman seksual, imej tubuh mereka dan rasa percaya diri mereka.

Hasilnya, kata Vatter, wanita yang lebih kritis dengan tubuh mereka cenderung kurang bahagia dalam hubungan cinta mereka. "Mereka mempunyai rasa percaya diri yang lebih rendah dan mereka kurang puas dengan keintiman seksual," kata dia. "Agar mempunyai perasaan nyaman dan bahagia dalam sebuah hubungan, seseorang harus mempunyai perasaan positif terhadap tubuh mereka dan merasa nyaman dengan tubuh mereka," katanya menjelaskan.

HEALTH DAY | ARBA'IYAH SATRIANI

Berita Lainnya:
Soekarwo: Anas Lecehkan SBY  
Demokrat Ingin Ruhut dan Boni Hargens Berdamai  
Diserang Farhat, Ahmad Dhani akan Somasi Maia
Pakar Hukum: Boediono Bakal Jadi Tersangka
Pria Ini Lebih Percaya Serban Dibanding Helm


10.19 | 0 komentar | Read More

Menyanyi di Paduan Suara Bikin Bahagia  

TEMPO.CO, York - Bergabung dalam suatu paduan suara ternyata bisa berdampak positif bagi kesehatan mental seseorang, demikian sebuah penelitian terbaru mengungkapkan.

Para ilmuwan Inggris seperti dikutip situs Health Day edisi 6 Desember 2013, melakukan survei online pada hampir 400 orang yang menyanyi di dalam paduan suara, menyanyi sendiri atau bergabung dengan sebuah tim olahraga. Ketiga aktivitas itu berkaitan dengan level kesehatan mental yang lebih tinggi, tetapi level tertinggi dari ketiganya adalah bergabung dengan paduan suara.

Survei ini juga menunjukkan bahwa penyanyi kelompok paduan suara menilai bahwa kelompoknya lebih berarti secara sosial dibandingkan dengan cara para atlet melihat tim olahraga mereka. Riset yang dipresentasikan pada pertemuan British Psychological Society di York, England, tidak menunjukkan hubungan sebab akibat antara menyanyi di dalam kelompok paduan suara dengan kebahagiaan seseorang.

"Riset menunjukkan bahwa bergabung dengan sebuah kelompok paduan suara bisa menjadi cara yang efektif untuk meningkatkan kebahagiaan seseorang," kata ketua peneliti Nick Stewart, dari Oxford Brookes University dalam siaran persnya. "Tetapi yang mengejutkan kami adalah besarnya efek dari menyanyi di kelompok panduan suara."

Stewart menambahkan bahwa temuan ini menunjukkan bahwa pengalaman untuk bernyanyi bisa lebih kuat saat Anda bergabung dalam sebuah kelompok sosial. "Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk melihat seberapa besar dampak dari bergerak dan bernapas (dalam konser) dengan kemungkinan lain dalam menciptakan efek kebahagiaan," ujarnya.

HEALTH DAY | ARBA'IYAH SATRIANI

Berita Lainnya:
Soekarwo: Anas Lecehkan SBY  
Demokrat Ingin Ruhut dan Boni Hargens Berdamai  
Diserang Farhat, Ahmad Dhani akan Somasi Maia
Pakar Hukum: Boediono Bakal Jadi Tersangka
Pria Ini Lebih Percaya Serban Dibanding Helm


10.19 | 0 komentar | Read More
techieblogger.com Techie Blogger Techie Blogger