Diberdayakan oleh Blogger.

Popular Posts Today

Kenapa Ahmad Mau Buat Buku Mantan Kapolda Untung?

Written By Unknown on Senin, 05 November 2012 | 10.19

Senin, 05 November 2012 | 05:14 WIB

TEMPO.CO , Jakarta - Penulis buku ''Belajar Menertawakan Diri Sendiri'', Ahmad Bahar memiliki alasan tersendiri mengapa ia mau menulis cerita tentang kisah inspiratif dan menghibur dari Mantan Kepala Kepolisian Daerah Metro Jaya, Inspektur Jenderal Untung S Radjab.

Ahmad menilai, Untung berbeda dengan jendral polisi lain yang ia kenal. Ada keanehan dan ciri khas tersendiri dari Untung yang menjadi unik dimata Ahmad. "Untung merupakan sosok Jendral yang sangat menghargai anak buahnya," kata Ahmad di Jakarta, Ahad 4 November 2012.

Menurut dia, meski Untung terkadang membentak anggotanya, namun hal itu membuat anggotanya semakin akrab dengan Untung. "Memang kadang bentak-bentak, tapi nantinya ketawa. Anehnya anggota yang digalakin, jadi dekat dengan dia (Untung)," ujarnya.

Buku yang berjudul ''Belajar Menertawakan Diri Sendiri'' merupakan buku keempat yang ditulis oleh Ahmad. Buku yang berisi 152 halaman ini menceritakan kisah Untung sekaligus hadiah ulang tahun dari Ahmad untuk Untung.

Cerita dalam buku ini, lanjut Ahmad, menarik untuk dicermati dan diteladani. Sebab, banyak orang yang menertawakan polisi, tapi Untung malah menertawakan dirinya sendiri. "Ini gambaran dari seorang polisi yang saya menyebutnya juga sebagai ustad, buku ini lebih banyak cerita konyol dan lucu," ujarnya. "Dan kita dapat belajar sebuah keteladanan dari seorang pemimpin."

AFRILIA SURYANIS

Berita terpopuler lainnya:
Novi Amilia Ingin Pulang Kampung 
Pembunuh Janda Cantik Thiolina: Tukang Bangunan
Novi Amilia Rutin Kirim Uang ke Kampung
Mengantuk, Mercy Terjerembab ke Parit


10.19 | 0 komentar | Read More

Bocor, 5 Pagelaran Jakarta Fashion Week Ditunda

Senin, 05 November 2012 | 05:47 WIB

TEMPO.CO , Jakarta - Hari kedua penyelenggaraan Jakarta Fashion Week 2013 yang berlangsung pada Ahad, 4 November 2012 diwarnai sedikit insiden. Rupanya hujan yang sempat mengguyur Jakarta sepanjang Ahad siang menjadi penyebabnya.

Hujan membuat salah satu atap panggung pekan pagelaran busana itu bocor dan tidak bisa dipakai. Akibatnya, 5 acara terpaksa ditunda jadwal shownya. "Kami menjadwalkan ulang 5 show. Belum tahu kapan akan digelar kembali. Mungkin Sabtu atau Minggu depan akan ditambah jadwalnya," kata Melani, Koordinator Protokoler Jakarta Fashion Week di Atrium Plaza Senayan, Jakarta.

Lima acara yang mengalami penundaan adalah Esmod Jakarta presents ''E-Craft'', Pia Alisjahbana Awards 2012, ''Mysterious Regal'' by Ivan Gunawan, Benten by Cecilia Yuda dan Lisa Daryono presents '' Billet- Doux'', dan Molto presents Anne Avantie.

Pekan fashion Jakarta yang berlangsung sejak 3-9 November 2012 ini memiliki dua panggung. Satu panggung indoor di Atrium Plaza Senayan lantai 1, dan satu lagi di Fashion Tent yang berlokasi di halaman luar Plaza Senayan. Pagelaran di Atrium boleh dinikmati oleh umum, sedangkan panggung Fashion Tent hanya untuk tamu undangan saja.

Hujan yang mengguyur Jakarta sekitar pukul 12.30 hingga 13.30 mengakibatkan kebocoran di beberapa tempat di ruangan panggung sementara Fashion Tent. Sehingga 8 pagelaran di panggung yang dibangun dari kayu itu harus dijadwal ulang.

Sebanyak 3 dari 8 show tetap digelar pada Ahad. Namun show itu akhirnya digelar di panggung indoor di Atrium Plaza Senayan. Sisanya harus mengalami penundaan hingga waktu yang belum ditentukan.

Panggung Atrium sendiri yang awalnya hanya berisi 7 pagelaran bertambah menjadi 10 pagelaran. Jadwal pementasan busana di panggung Atrium semakin padat.

Dampak dari penggabungan itu tidak banyak terlihat bagi pengunjung. Salah satu pengunjung, Adek, mengaku tidak tahu ternyata ada penambahan jadwal di panggung Atrium.

Ketertiban acara masih berlangsung di panggung yang cukup sempit itu. Penonton yang terdiri dari tamu undangan di lantai satu serta para pengunjung mal di lantai satu, dua, tiga memenuhi tempat sentral mal itu.

Menurut Melani, besok Senin 5 November 2012 panggung Fashion Tent sudah boleh dipakai kembali. Sehingga pementasan busana itu bisa dilaksanakan sesuai jadwal semula.

MITRA TARIGAN

Berita terpopuler lainnya:
Riuhnya Jakarta Fashion Week di Plaza Senayan 
Inspirasi dari Sebuah Mimpi
Nonton Film Horor Dapat Turunkan Berat Badan
Ketika Ikan Menggelepar di Gaun Yuku


10.19 | 0 komentar | Read More

Bercinta Bantu Manula Atasi Insomnia  

Written By Unknown on Minggu, 04 November 2012 | 10.19

Sabtu, 03 November 2012 | 10:33 WIB

TEMPO.CO, Seoul - Problem sulit tidur kerap menghinggapi banyak orang yang berusia di atas 50 tahun. Menurut lembaga Health Insurance Review and Assessment Service, jumlah orang yang mengalami insomnia meningkat dari 207 ribu pada 2007 menjadi 383 ribu pada tahun lalu, atau dengan rata-rata tahunan sebesar 16,7 persen. Orang-orang yang berusia lebih dari 50 tahun merupakan 65,6 persen dari pasien insomnia.

Gejala utama insomnia, antara lain, adalah butuh waktu lebih dari setengah jam untuk bisa sepenuhnya tertidur, bangun hingga setidaknya lima kali di malam hari, dan mengalami kesulitan untuk kembali tidur.

Jika orang merasa mulai terganggu dalam melakukan kegiatan rutin dalam kehidupan sehari-hari atau menderita stres terlalu banyak karena insomnia, bantuan medis pun diperlukan. Dalam tahap ringan, gejala ini bisa diatasi dengan meditasi, mendengarkan musik yang tenang, atau membaca puisi sebelum tidur.

Namun, harian Korea, Chosun Ilbo, memberi saran lain, yaitu bercinta, terutama bagi pria. Menurut seorang ahli seksologi di Korea, selama bercinta, tubuh pria menghasilkan hormon prolaktin, yang membuat mereka merasa mengantuk. Bagi wanita, seks membantu mengendurkan otot, sehingga mereka bisa tertidur lebih mudah.

Saran lain Chosun Ilbo: berjemurlah. Sinar matahari mengurangi debit melatonin dan memberi tahu otak bahwa itu adalah pagi. Jika orang tinggal di dalam rumah sepanjang hari dan hanya pergi keluar di sore hari, otak keliru menduga bahwa itu adalah pagi hari dan ini mengganggu pola tidurnya. Berjemur di bawah matahari pagi selama 30 sampai 40 menit dalam waktu 10 menit setelah bangun sangat dianjurkan.

CHOSUN ILBO | TRIP B


10.19 | 0 komentar | Read More

Agar Latihan Beban Lebih Efektif

Minggu, 04 November 2012 | 08:56 WIB

TEMPO.CO, Jakarta - Dani mengaku sangat rajin berolahraga. Hampir setiap hari mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia ini berlatih beban dan kardio di sebuah pusat kebugaran. Namun, cowok 20 tahun itu harus memendam kecewa. Sebab, otot di tubuhnya tak juga terbentuk. Berat badannya juga tak kunjung mencapai angka normal.

"Padahal setiap hari saya menghabiskan tiga-empat jam untuk berlatih, terkadang sampai lemas," kata Dani dalam seminar tentang obesitas sentral di Fakultas Kesehatan Masyarakat UI, Depok, Rabu lalu. Ia pun bertanya-tanya, apa yang salah dengan kebiasaannya berolahraga itu. "Latihan saya kurang efektif atau gimana, nih?" katanya.

Menanggapi hal itu, Denny Santoso, pelatih olahraga yang juga ahli nutrisi Dunia Fitness, menjelaskan adanya beberapa gerakan olahraga yang menjadi tidak efektif bila dikombinasikan. Apalagi bila gerakan tersebut salah. Yang paling sering terjadi adalah mengkombinasikan latihan beban dengan kardio dengan urutan yang tidak benar.

"Kalau Anda ingin latihan beban, jangan didahului dengan latihan kardio," ujar Denny dalam seminar bertajuk "Bye Bye Buncit" itu. Dia menjelaskan, saat latihan beban, tubuh manusia memerlukan gula. Bila latihan yang didahulukan adalah latihan kardio, seperti joging atau berlari di atas treadmill, gula di dalam tubuh sudah banyak terpakai. Akibatnya, tubuh kekurangan gula sehabis berlatih kardio. Tubuh pun menjadi lemas dan latihan angkat beban menjadi tidak efektif.

Menurut Denny, latihan beban merupakan latihan yang banyak membakar lemak karena bagian tubuh yang dilatih adalah otot besar. Ibaratnya, otot besar adalah kompor dalam tubuh manusia yang tugasnya membakar lemak. Semakin besar otot yang dilatih, semakin besar pula pembakaran lemak yang terjadi di dalam tubuh "Jadi, kalau otot besar yang dilatih, kompor pembakar lemaknya juga bekerja dalam kapasitas yang besar," katanya.

Lalu, bagaimana pemanasan yang tepat sebelum melakukan latihan beban? Ternyata cukup sederhana. Pemanasannya, kata Denny, cukup berjalan lima sampai sepuluh menit. Selepas itu, disusul peregangan. Selain peregangan, ada beberapa pakem atau gerakan dalam latihan beban yang harus menjadi perhatian. "Bila salah, bukan hanya terjadi cedera. Hasil yang diinginkan dengan olahraga tersebut juga tidak tercapai," katanya.

Selain dilakukan sebelum berlatih kardio, ada beberapa bagian penting dari latihan beban yang harus diperhatikan. Pertama, sesi latihan beban sebaiknya dilakukan tidak lebih dari 60 menit. Sebab, setelah 60 menit, tingkat hormon pembentuk otot, seperti hormon pertumbuhan dan hormon testosteron, serta pembakaran lemak mulai menurun.

Selain itu, glikogen atau karbohidrat di dalam tubuh, yang menjadi sumber energi utama otot untuk berkontraksi, bisa habis. Jika terus memaksakan diri, tubuh akan mengalami overtraining, yakni kondisi tubuh tidak dapat pulih dari suatu sesi latihan beban tertentu. Jika keadaan ini terjadi, tubuh bisa kehilangan massa otot dan kekuatan.

Karena itu, istirahat singkat -tidak lebih dari dua menit- di antara set latihan perlu dilakukan. Istirahat berguna untuk meningkatkan kemampuan sistem kardiovaskuler dan memaksimalkan kerja hormon pertumbuhan, yaitu hormon pembakar lemak dan pembangun massa otot.

Repetisi atau pengulangan dalam latihan beban juga tidak boleh terlalu banyak. Denny menyarankan agar repetisi cukup dilakukan 6-8 kali. Dalam kisaran inilah aliran darah yang membawa nutrisi ke sel otot menjadi tinggi. Kondisi ini membantu pemulihan dan pembangunan otot secara cepat.

Latihan beban juga harus progresif dengan cara menambah berat beban. Penambahan hanya boleh dilakukan secara perlahan dan dilakukan setelah otot beradaptasi dengan beban sebelumnya. "Lebih baik meningkatkan jumlah beban daripada menambah repetisi dengan beban yang sama," kata Denny.

Selain menambah berat, melakukan variasi gerakan dalam latihan beban diperlukan guna menambah kekuatan dan mengurangi kejenuhan. Variasi latihan bukan berarti mengubah total jenis latihan yang sudah dilakukan dalam program sebelumnya. Menurut Denny, variasi dilakukan dengan cara mengubah gerakan ke gerakan lain yang memiliki fungsi sama atau lebih baik dari gerakan sebelumnya.

Latihan beban juga harus dilakukan berdasarkan free weight exercise atau latihan beban tanpa menggunakan mesin, melainkan serabut otot secara alamiah. Dalam latihan ini, tubuh didesain melakukan gerakan tidak terbatas sehingga serabut otot yang dilatih lebih banyak. "Tapi bukan berarti Anda tidak boleh menggunakan mesin ketika berlatih beban," kata dia. "Sebab, ada beberapa jenis latihan pada bagian tubuh tertentu yang memerlukan latihan dengan mesin." .

Yang tak kalah penting, Denny mengingatkan bahwa latihan beban harus dimulai dengan memahami bagaimana cara berlatih yang baik dan benar. Sebab, pengetahuan tentang teknik latihan beban yang baik membantu orang untuk mendapatkan hasil maksimal dari latihan yang sudah dilakukan.

CHETA NILAWATY

Terpopuler:
Kebutuhan Vaksin Dunia Naik 15 Persen per Tahun 
Olahraga pada Lansia Cegah Demensia
Kebutuhan Vaksin Dunia Naik 15 Persen Per Tahun
Melatih Imajinasi Anak dengan Pancake 
Sehat Berkat Terapi Madu


10.19 | 0 komentar | Read More

Kebutuhan Vaksin Dunia Naik 15 Persen Per Tahun

Written By Unknown on Sabtu, 03 November 2012 | 10.19

Seorang calon jamaah haji mendapatkan suntikan vaksin Meningitis pada pemeriksaan kesehatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tangsel, Pamulang, Tangsel, Selasa (4/9). ANTARA/Muhammad Iqbal

Sabtu, 03 November 2012 | 07:38 WIB

TEMPO.CODenpasar- Permintaan pasar dunia terhadap kebutuhan vaksin terus mengalami peningkatan yang tiap tahunnya mencapai 15 persen. Namun masih terdapat banyak kendala untuk dapat memenuhinya.

President Developing Countries Vaccine Manufacture Network (DCVMN), Mahendra Suhardono menyatakan, salah satunya adalah ketiadaan teknologi pembuatan vaksin di negara berkembang. "Kami, negara-negara yang tergabung di dalam DCVMN sepakat menjalin kerja sama. Bussines to Bussines sudah disepakati. Alih teknologi juga sedang akan dilakukan. Untuk vaksin yang belum kita produksi karena terkendala teknologi, kami sepakat untuk mencarikan akses teknologinya," paparnya di sela penutupan pertemuan DCVMN ke-13 di Kuta, Bali, Jumat 2 November 2012.

Untuk pemenuhan kebutuhan dalam negeri, Mahendra yang juga menjabat Direktur Produksi Bio Farma, mengaku akan terus meningkatkan produktivitas dengan mengatasi masalah alih teknologi dan minimnya riset tentang vaksin. Untuk itu, Bio Farma telah mengalokasikan dana sebesar Rp 300 miliar per tahun untuk mengembangkan dan membangun pabrik vaksin di Bandung guna meningkatkan pemenuhan permintaan global. "Dana itu murni dari kas internal perusahaan untuk memenuhi permintaan vaksin secara global," imbuhnya.

Meski masih terkendala di dalam negeri, tetapi Mahendra menegaskan Bio Farma berkeinginan ambil bagian dalam pemenuhan vaksin dunia yang selama ini sudah terintegrasi. Setiap tahun Bio Farma memproduksi vaksin sebanyak 1,7 miliar dosis. Sebanyak 60-70 persen vaksin yang diproduksi perseroan milik negara ini diekspor ke-117 negara.

ROFIQI HASAN

Berita Terpopuler:
Angelina Sondakh Akui Pertemuan di Kemenpora
Dahlan Serahkan Daftar ''Pemeras'' BUMN Senin 
Bentrokan Lampung Selatan Dipicu Pelecehan Seksual?
Penyidik KPK yang Mundur Bertambah 3 Orang
Kontras: Intimidasi ke Penyidik KPK yang Mundur 


10.19 | 0 komentar | Read More

Inspirasi dari Sebuah Mimpi

Sabtu, 03 November 2012 | 06:03 WIB

TEMPO.CO , Makassar: Ayu Monalisa, 20 tahun terlihat elegan dengan balutan seckdrees dengan tambahan kain organdi biru tosca yang dibentuk bervolume dan berjuntai panjang ke belakang. Penampilan Putri Indonesia Sulawesi Selatan 2012  ini terkesan klasik dengan tatanan rambut yang dibuat sedikit naik ke atas, serta tambahan aksesoris berbentuk topi yang dibuat dari kain organdi senada dengan bahan baju tadi.

Kesan klasik gaun rancangan Toto Supangat semakin kuat dengan pemilihan Fort Rotterdam, sebagai lokasi pemotretan, Rabu lalu.  Tak hanya itu, karya desainer asal Jakarta ini juga seolah bercerita, seperti gaun yang dikenakan Ayu ini. "Baju ini menceritakan gadis Belanda tempo dulu  yang selalu mengenakan topi dan dress panjang," kata Toto. Alasan itu juga sehingga memilih benteng peninggalan Belanda ini agar seperti cerita klasik zaman dulu.

Sang desainer juga tampak total dalam menungkan idenya pada setiap rencangannya. Hal ini terlihat dari enam gaunnya yang dihadirkan dalam sesi pemotretan ini. Toto berusaha menonjolkan tentang rahasia kecantikan perempuan nan penuh kelembutan.

Toto mengungkapkan, inspirasi dalam membuat gaun bisa dari mana saja. Kadang inspirasi itu hadir saat melihat pohon, bahkan ada yang datang dari sebuah mimpi. "Saat saya tidur, kadang bermimpi lalu terbangun dan langsung membuat coret-coretan desain gaun," katanya.

Salah satu gaun yang terinsiprasi dari mimpi adalah  gaun dengan dalaman berwarna gold yang bagian kirinya tegak ke atas dan sisi kanan menjuntai ke bawah. Gaun yang menggunakan kain tile sepanjang 200 meter ini digulung-gulung hingga menumpuk dengan model dua bagian. "Gaun ini saya kerjakan selama empat hari," katanya.

Menurut Toto, jika kurang suka dengan luarannya, bisa dilepas. Lalu gaun dalaman berwarna gold ini bisa dipasukan dengan rok model mengembang.

Toto memang begitu detail memperhatikan kelembutan seorang wanita. Pantas saja, Ayu merasa sangat nyaman mengenakan gaun rancangannya. "Meski simple, tapi terasa nyaman dan pas dibadan," kata Ayu.

Untuk mempertahankan karakter bajunya yang simple, Toto juga tidak menambahkan terlalu banyak aksesoris. "Saya tidak ingin menciptakan suatu ketergantungan terhadap sesuatu. Apalagi gaun ini sudah meriah dengan payet," katanya.

Secara tidak langsung, sang desainer menonjolkan kepribadian wanita yang mengenakan gaunnya. Alas an itulah mungkin, sehingga karya-karyanya sering dipakai beberapa artis seperti Mahadewi dan Mulan Jameela. "Saya ingin menampilkan rancangan yang mampu mewakili pesan menganai rahasia perempuan lembut namun penuh misteri," ungkap Toto.

Selain konsep tentang kepribadian wanita. Ada juga karya yang mengangkat tema futuristik, seperti dress putih dengan brokat prada serta payet dengan belahan dada yang cukup terbuka, sehingga dilapis kain tile yang senanda dengan warna kulit. Ada juga baju hitam dengan motif bunga pada bagian bawah, ditambah kristal serta pemanis belt berwarna emas.

Selain melakukan pemotretan, kunjungan Toto ke Makassar juga untuk meramaikan Makassar Fashion Festival 2012, di Mal Graha Tata Cemerlang, 27-28 Oktober lalu. Dalam ajang Fashion Festival ini, ia menghadirkan 22 rancangannya yang hanya dikerjakan selama tiga pekan.

Menurutnya, baju-baju rancangannya ini bisa dipakai untuk ke pesta pernikahan maupun acara yang tidak terlalu formal. Ia pun memilih bermain pada warna-warna cerah seperti merah, perak, biru tosca dan hijau tosca. "Rancangan saya di 2012 ini memang didominasi warna cerah, dan tahun depan kemungkinan saya masih mempertahannya, karena warna-warna ini saya prediksi masih akan meramaikan dunia fashion," jelasnya.

IIN NURFAHRAENI DEWI PUTRI

Terpopuler:
Gerakan Mata Bisa Tunjukkan Skizoprenia
Hati-hati Sarapan Sandwich
Manfaat Berjalan Kaki 
Melatih Imajinasi Anak dengan Pancake 
Ketika Ikan Menggelepar di Gaun Yuku


10.19 | 0 komentar | Read More

Gerakan Mata Bisa Tunjukkan Skizoprenia

Written By Unknown on Jumat, 02 November 2012 | 10.19

Jum''at, 02 November 2012 | 04:16 WIB

TEMPO.CO , Jakarta:Para ilmuwan telah mengembangkan tes pendeteksi pengidap skizoprenia. Tes yang diklaim akurat hampir 100 persen ini dilakukan dengan mengecek tatapan mata seseorang. Gangguan gerakan mata telah lama dikaitkan dengan penyakit skizoprenia.

Para peneliti dari Aberdeen University melaporkan hasil sebuah studi yang mendemonstrasikan akurasi 98 persen dalam membedakan orang pengidap dan bukan pengidap skizoprenia. Untuk mengetahui perbedaan tersebut, peneliti menggunakan simple viewing test yang mengeksplorasi kemampuan gerakan mata seseorang.

Orang dengan skizoprenia menunjukan kekurangmampuan untuk mengikuti objek dengan gerakan lambat. Gerakan mata mereka cenderung jatuh di belakang objek bergerak, lalu menangkap lagi gerakan objek dengan menggunakan gerakan mata cepat yang disebut ''saccades''. Pasien skizoprenia juga ditemukan memiliki kesulitan mengelola tatapan mata yang tetap.

Dalam studi yang dipimpin Dr Philip Benson dan Professor David St Clair ini para sukarelawan diminta mengikuti objek bergerak lambat dengan mata mereka, memeriksa berbagai adegan sehari-hari, dan diberi instruksi untuk menjaga tatapan mata pada objek tunggal tidak bergerak. Dengan melihat hasilnya, para peneliti bisa mempercepat deteksi dari kondisi sukarelawan. Para peneliti kini mengkaji apakah hasil tes ini bisa dipakai untuk intervensi dini pada penyakit mental mayor.

"Telah diketahui selama lebih dari seratus tahun bahwa individu dengan penyakit psikotik memiliki beragam ketidaknormalan gerakan mata, tapi sampai studi yang kami lakukan, tidak ada yang berpikir bahwa ketidaknormalan gerakan mata ternyata cukup sensitif untuk digunakan sebagai diagnostik klinik yang potensial," kata Dr Benson sebagaimana dilasir dari laman Daily Mail, Kamis 1 November 2012.

"Kini Kami mengeksplorasi bagaimana temuan ini bisa dikembangkan untuk digunakan dalam praktik klinis rutin," Professor St Clair menambahkan.

Clair menjelaskan diagnosis dengan neuropsychological cukup memakan waktu, biaya, dan membutuhkan tenaga terlatih untuk melakukannya. Sebaliknya, tes gerakan mata cukup mudah, murah, dan hanya membutuhkan waktu beberapa menit. "Ini artinya bahwa model prediktif dengan presisi seperti ini potensial bisa dimasukan dalam klinik dan rumah sakit untuk membantu dokter dengan menambah kriteria diagnostik berdasarkan gejala tradisional," ujar Clair.

Langkah selanjutnya yang ingin dilakukan peneliti adalah mengetahui kapan ketidaknormalan bisa dideteksi pertama kali. Hasil penelitian ini akan dipublikasikan pada jurnal Biological Psychiatry edisi November.

AMIRULLAH

Berita Terpopuler
Tip Agar Si Putih Menjauh
Ozon Pengusir Si Putih
Ketika Ikan Menggelepar di Gaun Yuku
Vaksin Flu Bisa Melindungi Jantung?
7 Cara Manajemen Stres Saat Bencana
Sehat Berkat Terapi Madu


10.19 | 0 komentar | Read More

Menanti Vaksin Demam Berdarah

Jum''at, 02 November 2012 | 09:31 WIB

TEMPO.CO, Jakarta - Demam berdarah masih menjadi penyakit paling mematikan di Indonesia dengan rata-rata kematian 1.125 jiwa pada 2009-2011. Namun, harapan baru kini muncul dari vaksin yang mampu menangkal virus demam berdarah.

Vaksin buatan Sanofi, perusahaan obat asal Prancis, menawarkan kekebalan terhadap virus dengue. Sayangnya, vaksin yang masih dalam taraf uji coba ini belum efektif untuk semua serotipe virus.

"Vaksin hanya terbukti ampuh untuk tiga serotipe virus dengue, kecuali DENV-2," kata Alain Bouckenooghe, Kepala Penelitian dan Pengembangan Vaksin Sanofi Pasteur di Lembaga Biologi Molekuler Eijkman, dalam penandatanganan kerja sama Sanofi Pasteur dan Lembaga Eijkman di Jakarta, Rabu pekan lalu.

Kerja sama antara Sanofi Pasteur, divisi vaksin Sanofi, dan Lembaga Biologi Molekuler Eijkman diharapkan mampu mengembangkan vaksin bersifat tetravalen, yaitu vaksin yang sanggup menangkal empat serotipe virus dengue, yakni DENV-1, DENV-2, DENV-3, dan DENV-4.

Sanofi Pasteur menyediakan peralatan laboratorium kepada Eijkman untuk meneliti virus demam berdarah. Peralatan berteknologi canggih ini dapat melakukan proses deteksi dan serotyping virus dengue secara cepat dan akurat.

"Ini alat kedua yang digunakan setelah di Brasil," kata Tedjo Sasmono, Kepala Laboratorium Dengue Lembaga Biologi Molekuler Eijkman.

Sistem alat tersebut terprogram dengan sangat baik sehingga dapat menghilangkan tingkat kesalahan manusia. Alat ini mampu menganalisis 32 sampel darah sekaligus untuk mengenali virus dengue di dalamnya.

"Hanya dalam satu jam, virus dengue dapat dikenali sampai serotipenya," ujar Tedjo.

Penelitian dengan Eijkman merupakan tindak lanjut uji klinis vaksin buatan Sanofi yang telah dilakukan bersama dengan Kementerian Kesehatan setahun terakhir.

Dalam penelitian klinis vaksin berkode CYD14 tersebut, yang berlangsung 3 Juni 2011-10 September 2012, vaksin diberikan kepada 1.850 anak-anak sehat berusia 2-14 tahun di Indonesia. Sekitar dua per tiga dari jumlah anak itu disuntik vaksin, sisanya disuntik plasebo.

Anak-anak itu diberikan tiga kali suntikan vaksin, masing-masing sebanyak 0,5 cc dengan interval enam bulan. "Lalu diperiksa virologinya," ujar Sri Rezeki S. Hadinegara, peneliti senior demam berdarah Universitas Indonesia, yang terlibat aktif dalam penelitian tersebut.

Uji klinis vaksin CYD14 sudah memasuki tahap III, satu tahap lagi sebelum bisa dipasarkan ke masyarakat luas. Pada tahap ini, tim ilmuwan meneliti efikasi vaksin, yakni membandingkan kejadian infeksi demam berdarah di kelompok sampel vaksin dan plasebo. Mereka meneliti respons sistem imun anak-anak yang telah divaksinasi.

Penelitian berskala besar ini dilakukan di lima negara, yakni Thailand, Vietnam, Filipina, Malaysia, dan Indonesia. Total sampel dari Asia mencapai 10 ribu anak. Hasil uji coba di Asia ini akan melengkapi uji coba serupa di kawasan Amerika Latin dengan sampel sebanyak 20 ribu.

Di tiap negara, uji coba dilakukan secara acak di beberapa lokasi. Di Indonesia, uji coba dipusatkan di DKI Jakarta, Bandung, dan Denpasar, tiga kota dengan kasus demam berdarah tertinggi.

Sri mengatakan uji coba klinis vaksin CYD14 harus dipantau minimal selama tiga tahun. Setahun pertama, setiap anak yang menderita demam harus dicatat dan dideteksi secara intensif untuk memastikan disebabkan oleh demam berdarah atau penyakit lain. Pemantauan selanjutnya, selama dua tahun, bersifat hospitalize surveillance. "Hanya dilakukan terhadap anak-anak yang dirawat di rumah sakit akibat dengue," kata dia.

Sri mengatakan uji klinis di lapangan baru saja kelar. Belum ada petunjuk apa pun yang bisa diungkap lantaran penelitian belum sepenuhnya rampung.

"Ada beberapa anak yang positif dengue, tapi kami belum tahu apakah mereka termasuk kelompok yang diberi vaksin atau plasebo," dia mengungkapkan temuan sementara uji klinis CYD14.

Uji klinis vaksin CYD14 ini merupakan kelanjutan dari penelitian sejenis yang dilakukan Sanofi Pasteur di Thailand, 9 Februari 2009-9 Februari 2010. Di Negeri Gajah Putih, vaksinasi CYD diberikan secara acak kepada 4.002 anak-anak usia 4-11 tahun, dengan perbandingan vaksin dan plasebo 2:1. Semuanya divaksinasi tiga kali, dengan interval enam bulan, lantas dipantau hingga 25 bulan setelahnya.

Penelitian di Thailand, yang dipublikasikan secara online dalam jurnal Lancet edisi September 2012, menunjukkan vaksin CYD belum bisa diaplikasikan lebih jauh. Penelitian lanjutan di Indonesia akan menentukan keampuhan vaksin dalam menangkal empat serotipe virus dengue.

Tim Eijkman bertanggung jawab menganalisis sampel darah anak-anak, termasuk memberikan dukungan penuh untuk memantau efikasi dan keselamatan uji coba klinis vaksin CYD14. Tedjo mengatakan sebagian besar sampel akan diperiksa di Indonesia, hanya 10 persen sampel yang dikirim ke luar negeri untuk kontrol kualitas.

Pengembangan vaksin tetravalen ini diharapkan dapat membantu pemberantasan demam berdarah di Indonesia. Data terbaru Kementerian Kesehatan menunjukkan, selama 2009-2011, terjadi 126.908 kasus demam berdarah di Indonesia. Ondri Dwi Sampurno, Kepala Pusat Biomedis dan Teknologi Dasar Kesehatan Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Kementerian Kesehatan, menyatakan rata-rata kematian mencapai 1.125 jiwa.

"Indonesia adalah negara kedua tertinggi yang terkena dengue (demam berdarah) setelah Brasil," kata Jean-Louis Grunwald, Wakil Presiden Sanofi Pasteur Asia Pasifik dan Jepang.

Sri Rezeki mengatakan penyakit yang disebabkan virus Flavivirus ini gampang menyebar lantaran dibawa nyamuk Aedes aegypti dan Aedes albopictus. Dua spesies nyamuk ini berperan sebagai vektor pembawa virus dengue dan menularkan demam berdarah ke lebih dari 112 negara di kawasan tropis dan sub-tropis.

"Setiap tahun ada 220 juta penduduk yang terinfeksi virus demam berdarah. Dua juta di antaranya adalah anak-anak," ujar Sri.

Pada 2006, 57 persen kasus demam berdarah di seluruh dunia berasal dari Indonesia. Bersama Thailand dan Vietnam, Indonesia termasuk tiga negara dengan kasus demam berdarah tertinggi di Asia Tenggara.

Penanggulangan demam berdarah bukan perkara gampang. Mirip dengan HIV, demam berdarah adalah penyakit yang hingga kini belum ada obatnya. Khusus di Indonesia, penanggulangan demam berdarah menjadi lebih sulit lantaran ada empat serotipe virus yang bersirkulasi tiap tahun. "Ini menyulitkan bikin vaksin," kata Profesor Divisi Infeksi dan Pediatri Tropik Departemen Ilmu Kesehatan Anak Fakultas Kedokteran UI ini.

Bagi Kementerian Kesehatan, belum ditemukannya vaksin menjadi hambatan dalam penanggulangan penyakit yang kerap menyerang anak-anak dan mengakibatkan kematian karena perdarahan ini. "Sampai saat ini belum ada vaksin teregistrasi. Hanya ada beberapa vaksin yang diuji coba, tahap pre-klinis dan klinis," ujar Ondri.

MAHARDIKA SATRIA HADI

Terpopuler:
Pertolongan Pertama Saat Bayi Tersedak
Tes Warna untuk Deteksi HIV 
Asia Next Top Model Ditunda 
Cara Cegah Pipis Tak Terkontrol
Waspada, Minyak Almond Picu Kelahiran Prematur  


10.19 | 0 komentar | Read More

Ozon Pengusir Si Putih

Written By Unknown on Kamis, 01 November 2012 | 10.19

Kamis, 01 November 2012 | 05:51 WIB

TEMPO.CO , Jakarta: Keputihan kerap dialami kaum perempuan dan mengganggu hubungan intim. Terapi ozon melalui vagina bisa dilirik bagi mereka yang sudah tidak perawan.

Nieke—sebut saja begitu—benar-benar galau. Sebab, kondisi keputihan alias pektay yang bertahun-tahun dialaminya kian memburuk. Kondisi itu tak sekadar meninggalkan titik-titik noda di celana dalam, belakangan dari organ intimnya kerap keluar cairan kuning seperti ingus. Yang bikin perempuan 30 tahun ini tak nyaman adalah bau tak sedap juga menguar dari vaginanya. Alhasil, agar bau itu tidak makin menjadi dan mengganggu penciuman, desainer interior ini harus lebih sering mengganti celana dalam. Biasanya, Nieke mengganti celana dalam dua kali sehari sehabis mandi.

"Suami, sih, enggak protes, tapi saya sendiri yang risi," kata Nieke saat ditemui Tempo di klinik dokter Debby Intan di kawasan Jelambar, Jakarta Barat, Kamis pekan lalu. Munculnya rasa risi mengurangi kenikmatan saat Nieke melakukan hubungan seksual dengan suami. Untuk mengatasi keputihan itu, dia memilih terapi ozon melalui vagina di klinik Debby. Setelah menjalani tiga kali terapi dari paket lima kali terapi, "si putih" kini mulai menjauh. Bau tak sedap dan lendir kekuningan sudah jauh berkurang. Nieke berharap keputihannya bisa beres setelah lima kali terapi rampung.

Terapi ozon melalui vagina merupakan salah satu topik bahasan dalam hajatan "Cosmobeaute Indonesia 2012" pada 21-23 Oktober lalu. Menurut Debby, yang membahas topik "2nd Generation of Medical Vagina Spa" dalam pertemuan ini, terapi ozon melalui vagina untuk mengatasi keputihan layak. Terapi ini ditujukan untuk perempuan yang sudah berkeluarga dan tidak perawan. Maklum, saat terapi, terapis akan memasukkan alat khusus ke dalam vagina saat melakukan ozonisasi.

Salah satu bagian dari alat yang dipakai adalah vagina ozoniser, berupa benda tumpul yang ukurannya lebih kecil daripada jari kelingking. Nah, di bagian ujungnya ada beberapa lubang sebagai pintu keluarnya ozon yang disemprotkan dari generator ozon. Saat ozonisasi, seperti diakui Nieke, tak ada rasa apa pun, kecuali seperti ditiup. Mengutip sejumlah penelitian, Debby menyatakan, "Terapi ozon bisa mematikan bakteri, virus, dan jamur, termasuk yang menyebabkan keputihan."

Keputihan merupakan musuh bebuyutan kaum perempuan, baik bagi mereka yang masih remaja maupun yang sudah menikah. Seperti munculnya ketombe di rambut kepala, apalagi kalau masih sedikit, banyak perempuan yang abai terhadap keputihan pada fase-fase awal. Tak sedikit perempuan yang menganggap keputihan merupakan hal biasa dan baru panik setelah keputihan tersebut bertambah parah. Selain muncul rasa gatal, keluar cairan kekuningan dan berbau tak sedap.

Keputihan bisa disebabkan oleh infeksi bakteri, jamur, ataupun virus. Prita Muliarini, dokter spesialis kebidanan dan kandungan, pernah melakukan penelitian terhadap 180 responden perempuan yang pernah mengalami keputihan di Kota Malang, Jawa Timur. Hasilnya, 25-50 persen keputihan disebabkan oleh kandidiasis (jamur Candida albicans), 20-40 persen akibat bacterial vaginosis (bakteri Gardnerella), dan 5-15 persen akibat trichomoniasi (parasit Trichomonas).

Untuk menangani keputihan, di pasaran ada banyak obat yang ditawarkan, baik kimia maupun tradisional. Obat tradisional-herbal menggunakan bahan dasar daun sirih, tapak liman, sambiloto, daun sirsak, kulit manggis, dan sebagainya. Nah, di luar obat-obatan itu, terapi ozon bisa juga menjadi pilihan.

"Terapi ini tidak membunuh bakteri baik atau flora normal vagina," kata Debby. Keberadaan bakteri baik penting untuk mencegah berkembangnya bakteri jahat. Salah satu bakteri baik yang paling terkenal adalah laktobasilus. Bakteri ini memproduksi asam laktat dan membantu menjaga tingkat keasaman (pH) vagina sekitar 4,5.

Terapi ozon melalui vagina untuk mengusir keputihan diakui Debby relatif sederhana dan gampang dilakukan. Tak aneh jika terapi ini banyak ditawarkan oleh pengelola klinik ataupun salon-salon kecantikan. Sekali terapi ozon melalui vagina selama 15 menit, biayanya seratusan ribu rupiah. Setelah menjalani terapi dan keputihan dapat diusir, sejumlah klinik menyebutkan bahwa kualitas hubungan seks akan meningkat. Saat ditanya soal ini, sembari tertawa, Nieke menjawab, "Ah, biasa-biasa aja."

DWI WIYANA

Terpopuler:
Ada Banyak Pilihan Pengganti Nasi
Ingin Kurus? Olahraga Dulu Sebelum Sarapan 
8 Cara Agar Ibu Hamil Penderita Diabetes Sehat
Tips Memilih Kacamata
Sehat Berkat Terapi Madu
Sakit Kepala? Cobalah Terapi Sengatan Lebah!


10.19 | 0 komentar | Read More

Tip Agar Si Putih Menjauh

Kamis, 01 November 2012 | 05:58 WIB

TEMPO.CO , Jakarta: Tak ada perempuan yang mau menderita keputihan. Selain tak sehat, gangguan ini menumbuhkan rasa tidak nyaman.

Agar keputihan tak menclok di organ intim, sejumlah kiat yang dilansir situs www.keputihan.net ini layak dicoba.
 
1. Mandi teratur menggunakan sabun yang sesuai dengan jenis kulit. Bersihkan dengan intensif daerah pangkal paha dan lanjutkan dengan mencuci area genital dari arah depan ke belakang.
2. Hindari penggunaan vaginal douche (cairan pembersih) karena bisa mengubah keasaman (pH) vagina. Bersihkan vagina dengan pembersih yang tidak mengganggu kestabilan pH di sekitar vagina. Pilih pembersih berbahan susu karena mampu menjaga keseimbangan pH, meningkatkan pertumbuhan flora normal, dan menekan pertumbuhan bakteri jahat.
3. Pakailah celana dalam berbahan katun dan ganti celana setiap hari.
4. Gunakan celana dalam yang kering. Jika celana dalam basah atau lembab, segera ganti dengan yang bersih dan belum dipakai.
5. Jangan mengenakan celana jins ketat karena akan merapatkan pori-pori. Lebih baik kenakan rok atau celana berbahan non-jins yang mempermudah sirkulasi udara di sekitar vagina.
6. Gunakan panty liner sewaktu bepergian dan lepaskan begitu sampai di rumah.
7. Jangan memakai sesuatu yang bisa mengiritasi vagina, seperti sabun berparfum, parfum, deodoran, spray, atau bedak pengharum.
8. Saat menstruasi, ganti pembalut sesering mungkin.

DWI WIYANA

Terpopuler:
8 Cara Agar Ibu Hamil Penderita Diabetes Sehat
Tips Memilih Kacamata
Sehat Berkat Terapi Madu
Sakit Kepala? Cobalah Terapi Sengatan Lebah!
Harper dan Suri: Trendsetter Fashion Balita


10.19 | 0 komentar | Read More
techieblogger.com Techie Blogger Techie Blogger