Hindari Flu, Berhenti Menyentuh Hidung dan Mulut

Written By prayudi syamsa on Minggu, 02 Desember 2012 | 10.19

Minggu, 02 Desember 2012 | 09:08 WIB

TEMPO.CO, Jakarta - Saat musim demam dan flu, kita diingatkan untuk sering mencuci tangan. Tujuannya agar tangan steril dari kuman influenza. Tapi ternyata sekedar mencuci tangan saja tidak cukup. Sebuah penelitian mengungkapkan jika ingin terhindar dari flu mulailah berhenti menyentuh hidung dan mulut.

Setiap saat orang menyentuh mulut atau hidung mereka. Sebenarnya di saat itu mereka tengah memindahkan bakteri dan virus dari tangan ke wajah mereka. Proses ini disebut inokulasi mandiri (self-inoculation), yaitu perpindahan kuman-kuman dari satu bagian tubuh ke bagian lainnya. Ini adalah cara utama penyebaran kuman dari permukaan yang terkontaminasi ke wajah seseorang, dan dari orang yang sakit ke permukaan benda yang sering tersentuh.

"Ada banyak kesempatan antara episode mencuci tangan yang dilakukan seseorang dengan terkontaminasinya lagi tangan mereka," kata Dr. Wladimir Alonso, peneliti National Institutes of Health in Bethesda, Maryland, Amerika, sebagaimana dilansir dari situs Today Health, Jumat 30 November 2012.

Dalam penelitiannya, Alonso dan timnya secara acak memilih 249 orang di tempat publik, yaitu di subway Washington DC, Amerika; dan di Florianopolis, Brazil. Peneliti mengobservasi mereka, mencatat seberapa sering mereka menyentuh permukaan benda di tempat umum lalu menyentuh mulut atau hidung mereka.

Hasil penelitian yang dipublikasikan 15 November di jurnal Clinical Infectious Disease ini mendapatkan bahwa partisipan menyentuh wajah mereka rata-rata 3,6 kali setiap jam. Selain itu mereka juga menyentuh benda-benda umum rata-rata 3,3 kali setiap jam.

Peneliti mengatakan rata-rata sentuhan itu memberi arti bahwa partisipan lebih cenderung mendapat kuman di tangan mereka dibanding mencuci tangan. "Penting untuk memahami mekanisme dasar dimana penyakit ditansmisikan untuk meraih manfaat penuh mencuci tangan," kata Alonso.

Rekomendasi yang dikeluarkan ke publik umumnya menekankan pentingnya cuci tangan. Tapi, kata peneliti, selama penyakit parah potensial untuk mewabah, pesan seharusnya ditekankan untuk memastikan bahwa masyarakat memahami bagaimana inokulasi mandiri terjadi, juga menghindari menyentuh wajah mereka. "Jika virus pernapasan mematikan ada di sekitar, cara tersebut benar-benar harus diperhitungkan," ujar Alonso sambil menekankan terjadinya pandemik flu burung pada 2009.

Meskipun begitu, Alonso mengatakan mengetahui seberapa sering inokulasi mandiri terjadi seharusnya tidak lantas membuat orang jadi murung, merasa tidak nyaman, dan terus-menerus dalam keadaan siaga. Sistem kekebalan tubuh, kata dia, menawarkan perlindungan yang baik melawan penyakit. "Tapi penting untuk menyadari bahwa terkontaminasi lagi dapat terjadi sangat cepat setelah kita mencuci tangan," ujarnya.

TODAY HEALTH/AMIRULLAH

Berita Lain:
Tangis Bayi Mendeteksi Potensi Autisme Anak
Emosi Seseorang Lihat dari Bahasa Tubuhnya
Gas Plasma Mampu Membunuh Sel Kanker
Perang Pembebasan Sandra di Hutan Bandung


Anda sedang membaca artikel tentang

Hindari Flu, Berhenti Menyentuh Hidung dan Mulut

Dengan url

http://metropolitstyl.blogspot.com/2012/12/hindari-flu-berhenti-menyentuh-hidung.html

Anda boleh menyebar luaskannya atau mengcopy paste-nya

Hindari Flu, Berhenti Menyentuh Hidung dan Mulut

namun jangan lupa untuk meletakkan link

Hindari Flu, Berhenti Menyentuh Hidung dan Mulut

sebagai sumbernya

0 komentar:

Poskan Komentar

techieblogger.com Techie Blogger Techie Blogger